Kemenparekraf RI Implementasi Protokol WTTC Melalui Sosialisasi CHSE

- Admin

Senin, 19 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

Batam, inikepri.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI menggelar implementasi World Travel and Tourism Council (WTTC) melalui Sosialisasi Clean, healthy, Safety, Environment (CHSE), bertempat di Nagoya Hill Hotel Batam, Minggu (18/10). Sosialisasi ini dihadiri oleh pemandu wisata dan stake holder di Kota Batam.

Direktur Hubungan Antar Lembaga Kemenparekraf, Kartika Candra Negara mengatakan, saat ini Kemenparekraf telah mengembangkan protokol kesehatan untuk dipatuhi dan dijalankan. Protokol kesehatan disusun untuk menjawab calon wisatawan yang akan berkunjung ke destinasi wisata.r

“Saat ini cara pandang wisatawan sudah berubah, mereka (wisatawan) melihat destinasi wisata yang mengutamakan kesehatan,” kata dia.

Tak hanya Kota Batam, kota lainnya di Indonesia bahkan negara di dunia, bersaing menarik wisatawan dengan menonjolkan tempat wisata yang sehat.

“Saya melihat Batam semakin lama semakin indah, kami mengharapkan agar pemandu wisata yang merupakan ujung tombak pariwisata melaksanakan protokol kesehatan, sehingga makin lama semakin bertambah turis yang datang ke Batam,” ujar dia.

Baca Juga :  Setelah Subuh Berjamaah dan Tausiyah, UAS dan Sekda Touring Bareng Bikers Subuhan Batam

Ketua Prodi Administrasi Hotel STP NHI Bandung sekaligus narasumber utama, Pudin Saripudin mengatakan, Kemenparekraf membuat panduan CHSE bagi pelaku jasa usaha hotel serta pelaku pariwisata lainnya, tak terkecuali bagi pemandu wisata. Panduan CHSE ini juga dapat memberikan contoh bagi wisatawan, seperti memakai masker, memakai hand sanitizer, dan sebagainya.

“Pastikan tempat wisata menerapkan protokol kesehatan, kita semua harus mencontohkan protokol kesehatan,” ucap dia.

Ia menyampaikan, Indonesia Care merupakan program Kemenparekraf untuk menjamin kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan di tempat wisata. Seperti pada kebersihan rajin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer di tempat wisata. Kemudian kesehatan yakni dengan menghindari kontak fisik dengan orang lain dan menjaga jarak.

Baca Juga :  Pengurusan Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Mulai Disosialisasikan

“Pastikan termo scan berfungsi, ada petugas yang mengatur jarak sehingga tidak terjadi kerumunan, siapkan hand sanitizer di loket, menyediakan transaksi non tunai, menjaga tempat wisata dalam keadaan bersih,” terang dia.

Sementara narasumber kedua, sekaligus Kepala Bidang Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Batam, Irnal Syafei menyampaikan, situasi Covid-19 di Kota Batam saat ini jumlah kasus sebanyak 2.136 kasus dengan kesembuhan tinggi di atas rata-rata nasional 80 persen. Dari 2.136 kasus tersebut, sebanyak 1.213 sembuh. Pasien didominasi usia produktif karena paling banyak beraktivitas.

“Muda-mudahan kasus ini terus menurun sehingga berdampak bagi pariwisata dan ekonomi Batam,” katanya.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam berupaya menekan penyebaran Covid-19 di Kota Batam dengan melakukan penyuluhan, bekerja sama dengan swasta, dan mengeluarkan Peraturan Wali Kota Batam Nomor. 49 Tahun 2020 untuk melakukan penegakan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan. “Pelanggar protokol kesehatan langsung di rapid test,” ungkap dia.

Baca Juga :  Begini Klarifikasi Disdukcapil Batam Terkait Pesan Singkat yang Viral

Kepala Dinas Kabudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata menyampaikan Pemko Batam sangat konsen menangani Covid-19 di Kota Batam. Terhitung 15 Juni lalu, semua sektor salah satunya sektor pariwisata diizinkan kembali membuka usahanya dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Saat ini 151 hotel sudah diberikan sertifikat sebagai apresiasi Pemko Batam karena sudah menerapkan protokol kesehatan di tempat usaha pariwisata.

“Pemko Batam turun datang langsung ke tempat usaha pariwisata mengawasi penerapan protokol kesehatan dan membina pelaku wisata,” kata dia. (RBP)

Berita Terkait

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok
Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:50 WIB

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB