INIKEPRI.COM – Asisten Potensi Dirgantara (Aspotdirga) Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau), Marsekal Muda (Marsda) TNI Irawan Nurhadi melakukan kunjungan peninjauan venue (lokasi) spot landasan Parayang di Sambulang tepatnya di Bukit Gendang, Kawasan Hutan Konservasi Taman Buru, Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Dalam peninjauan tersebut, Aspotdirga Kasau juga didampingi Pejabat dari Jajaran TNI-AU dari Markas Besar Angkatan Udara (Mabes AU) Jakarta diantaranya Kepala Pusat Potensi Dirgantara (Kapuspotdirga) Marsekal Pertama (Marsma) TNI Basuki Rohmat, Kepala Sub Dinas Minat Dirgantara (Kasubdisnatga) Kolonel Penerbangan (Pnb) Mukson, Perwira Pembantu (Paban) III Spot Dirga (Spotdi) Kolonel Sus Kodrad Maliki dan Letkol (Letnan Kolonel) Pas Agustinus Tangi Bali.
“Kegiatan kita hari ini (Kamis), kita mengecek kondisi apakah bukit ini (Gendang) memenuhi syarat untuk pengembangan wisata khususnya untuk kegiatan Paralayang,” kata Marsda TNI Irawan Nurhadi kepada sejumlah awak media, ketika diwawancarai usai meninjau lokasi landasan Parayang di Bukit Gendang, Kamis (12/11/2020) pagi, sekira pukul 10.20 WIB.

Di lokasi, salah satu anggota dari Mabes AU Jakarta melakukan percobaan spot yang akan dijadikan landasan untuk Paralayang tersebut. Pantauan inikepri.com, percobaan itu dilakukan sebanyak tiga kali dengan posisi mendarat sempurna dengan waktu kurang dari 2 menit ke titik spot yang telah ditentukan.
Lanjut Irawan, ia mengatakan bahwa syarat tersebut ialah berdasarkan kondisi, trend dan safety (keamanan) di area tersebut.
“Nah ini sudah kita lihat, Bukit ini memenuhi syarat dari segi kondisi, trend dan safetynya yang ada disini. Kemungkinan, kalau misalkan ini bagus, akan dikembangkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) atau Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk objek wisata yang cukup indah pemandangan,” ujarnya.
Tidak hanya di Bukit Gendang saja yang menjadi spot landasan Parayang oleh Aspotdirga Kasau dan tim rombongan Mabes AU dari Jakarta tersebut. Namun, ada spot lain yang akan dijadikan sebagai pusat pelatihan untuk para Paralayang berlatih yakni, di Taman Wisata Alam Muka Kuning.

“Disini ada satu (Bukit Gendang), ada lagi yang di Muka Kuning. Kemarin sudah kita coba untuk spot di TWA Muka Kuning. Tujuan ini kita lakukan ialah dalam rangka meningkatkan Pariwisata di Kota Batam ini,” jelas Aspotdirga Kasau.
Disampaikan Aspotdirga Kasau, olahraga Paralayang ini nantinya juga akan dibuka untuk umum yang ingin mencoba dan menguji andrenalin. Tetapi, lanjutnya, harus melalui pendidikan terlebih dahulu.
“Bisa masyarakat umum, tapi harus melalui pendidikan dulu. Jadi kalau terbang ini, tidak asal terjun gitu saja, ada pendidikannya. Nanti rencananya, kita juga akan melaksanakan pendidikan. Saya sudah koordinasi dengan Kadispora dan Kadis Pariwisata, kalau bisa ada yang di didik disini sehingga masyarakat asli disini juga bisa melaksanakan kegiatan ini,” kata dia.
Kedepannya, masih dikatakan Aspotdirga Kasau, pihaknya akan memanggil pelatih Paralayang dari Jakarta. Ia berharap Bukit Gendang tersebut segera di realisasikan.
“Kalau nanti ada peserta didiknya, kita juga bisa panggilkan instruktur dari Jakarta. Harapan kita, ya segera di realisasikan segera sesuai dengan permohonan dari Pemda bahwa Bukit ini aman untuk Paralayang yang ada disini,” ujar Marsda TNI Irawan Nurhadi, Aspotdirga Kasau.
Pantau inikepri.com di lokasi, turut dihadiri juga dalam peninjauan spot landasan Parayang diantaranya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Batam Said Khaidar, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam Ardiwinata, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Batam Yon Sihotang, dan Komandan Lanud (Danlanud) Hang Nadim Letkol Pnb Urip Widodo serta Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Hang Nadim Mayor Lek Wardoyo. (IS)

















