Eks Teroris JAT Minta Umat Islam Hentikan Narasi ‘Kriminalisasi Ulama’

- Admin

Kamis, 31 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Haris Amir Falah(ayojakarta.com)

Haris Amir Falah(ayojakarta.com)

INIKEPRI.COM – Mantan pemimpin organisasi teroris Jamaah Anshorud Tauhid (JAT), Haris Amir Falah, menegaskan masyarakat Indonesia harus menghentikan ungkapan “kriminalisasi ulama.” Sebab, ulama yang ditangani polisi pasti telah melanggar hukum Indonesia.

Pemahaman itu muncul dalam diri Haris setelah dia ditangkap Densus 88 tahun 2010 dengan tuduhan mendanai latihan militer JAT di Jalin Jantho, Aceh dan dipenjara selama 4,5 tahun.

Baca Juga :  Rizieq Larang Shalat di Masjid: Bukan Takut Corona, Kita Tawakal ke Allah

“Kita harus menghentikan narasi kriminalisasi ulama. Kenapa? Karena saya ketika ditangkap 2010, lalu saya evaluasi sepanjang dakwah tidak pernah menemui hambatan apalagi dipermasalahkan di muka hukum,” ujar Haris melalui kanal YouTube Jaringan Moderat Indonesia yang dilihat Kamis 31 Desember 2020.

Baca Juga :  Rizieq Pulang, Baliho Raksasa ‘Siap Bersimbah Darah’ Dipasang

Haris yang kini sudah berbaur lagi dengan masyarakat dan membantu program deradikalisasi itu menyadari saat dia ditangkap itu bukan sedang dikriminalisasi, tetapi karena ada pelanggaran hukum yang dia lakukan.

Maka, Haris menegaskan, jika ada ustaz, ulama atau habaib yang diproses hukum juga karena melanggar hukum Indonesia, bukan dikriminalisasi.

Baca Juga :  Resmi, FPI Organisasi Terlarang!

Haris yang sering mendukung aksi teror di Indonesia itu meminta narasi-narasi “kriminalisasi ulama” harus di setop.

Dia juga meminta agar umat Islam Indonesia harus mulai cerdas melihat frasa pada narasi tersebut. (ER/Minews)

Berita Terkait

DPW NasDem Kepri Kumpulkan DPD se-Kepri: Soliditas Kader Jadi Fokus Utama
Dukungan untuk Rocky Marciano Bawole Pimpin Kembali DPW PKB Kepri Terus Mengalir
Kuda Hitam dari Dalam Rumah: Muhammad Nur dan Arah Baru NasDem Batam
KPU Siapkan Usulan Desain Baru Pemilu Terpisah
Raja Hery Mokhrizal Kembali Nahkodai Hanura Batam, Janji Bangun Kekuatan dari Akar Rumput
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo–Gibran Capai 81 Persen
Pemerintah Persilakan DPR Bahas Draf RUU Perampasan Aset
Ini Alasan Revisi UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaran Ibadah Haji dan Umrah

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 15:39 WIB

DPW NasDem Kepri Kumpulkan DPD se-Kepri: Soliditas Kader Jadi Fokus Utama

Kamis, 20 November 2025 - 12:39 WIB

Dukungan untuk Rocky Marciano Bawole Pimpin Kembali DPW PKB Kepri Terus Mengalir

Kamis, 13 November 2025 - 10:49 WIB

Kuda Hitam dari Dalam Rumah: Muhammad Nur dan Arah Baru NasDem Batam

Senin, 10 November 2025 - 07:04 WIB

KPU Siapkan Usulan Desain Baru Pemilu Terpisah

Jumat, 31 Oktober 2025 - 08:28 WIB

Raja Hery Mokhrizal Kembali Nahkodai Hanura Batam, Janji Bangun Kekuatan dari Akar Rumput

Berita Terbaru