KRI Nanggala 402, Tabah Sampai Akhir…

- Publisher

Sabtu, 24 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Arsip AP)

(Arsip AP)

INIKEPRI.COM – Perjuanganku tidak seberapa di banding Perjuanganmu…

Perjuanganku hanya sebatas pandangan mata…

Perjuanganmu tanpa batas sampai sedalam bumi dan seluas samudra…

Engkau rela darah terakhirmu untuk bangsa dan negara Indonesia…

Tanpa oelah, tanpa pamrih, tanpa mengeluh, tanpa menuntut…

Tidak ada yang bisa menghalangi…

Keputusan itu mutlak di jalankan untuk menjaga kedaulatan negara…

Nagabaswara Jalayudha Pamungkas…

Semboyan untuk berpegang ke negeri…

Semboyan itu resiko bukan menjadi rintangan…

BACA JUGA:  Judi Online Menambah Kemiskinan Baru, Literasi Digital Jadi Kunci Pemberantasannya

Semboyan itu bukan sebagai alasan…

Senyap tanpa lelah…

Tinggalkan semua hanya semata untuk tugas…

Senyap… diam… menyusup…

Merupakan tugas mulia…

Tulang punggung bangsa untuk selalu menjaga keamanan laut Indonesia…

Menjaga samudera yang tanpa batas…

Menjaga ibu pertiwi untuk Indonesia…

Menjaga lautan samudra yang tidak akan pernah tenang…

Prajurit yang tidak menuntut kebanggaan…

Prajurit yang tidak menuntut penghargaan…

Prajurit yang tidak menuntut asa…

BACA JUGA:  Pancasila dari Hati dan Pikiran

Prajurit yang tidak menuntut harapan…

Karena semua yang ada di bumi adalah pemberian dari yang kuasa…

Mereka bekerja karena tulus dan ikhlas…

Mereka tabah untuk selalu setia kepada bangsa dan negara…

Mereka pantas untuk disematkan merah putih yang selalu melekat di dada…

Mereka pantas untuk disematkan Garuda Pancasila yang selalu melekat di dada…

Mereka pantas untuk disematkan bintang Jalasena yang selalu melekat di dada..

BACA JUGA:  Tantangan Pemilu Serentak Tahun 2024 

Mereka semua pantas disebut pahlawan yang berani menjaga lautan negara…

Jangan engkau menangis, tapi ingatlah bahwa mereka menjaga samudra karena mereka mempunyai jiwa ksatria yang tidak akan pernah luntur sampai mati… 

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Inikepri.com (@inikepriofficial)

Oleh: Mukti Arja Berlian

Berita Terkait

Catatan Jelang Setahun Kepemimpinan ASLI: Melangkah Bertakar, Memimpin Bertuah
Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?
Asap, Asa dan Amsakar Achmad
Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini
Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad
Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika
Kemerosotan Otak dan Pembatasan Media Sosial pada Anak
Haruskah Menderita Atas Nama Indonesia?!

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:56 WIB

Catatan Jelang Setahun Kepemimpinan ASLI: Melangkah Bertakar, Memimpin Bertuah

Sabtu, 5 Juli 2025 - 10:52 WIB

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?

Kamis, 29 Mei 2025 - 10:28 WIB

Asap, Asa dan Amsakar Achmad

Senin, 21 April 2025 - 11:02 WIB

Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini

Selasa, 8 April 2025 - 15:25 WIB

Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad

Berita Terbaru