KNTI: Tiga Nelayan Bintan Ditahan Polisi Malaysia

- Publisher

Selasa, 13 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(FOTO/ANTARA)

(FOTO/ANTARA)

INIKEPRI.COM – Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Bintan Buyung Adly menyampaikan tiga nelayan setempat ditahan Polisi Johor, Malaysia, karena dinilai melanggar batas wilayah.

Ketiga nelayan tersebut Agus Suprianto 26 tahun, Sandi 18 tahun, dan Andi 18 tahun, kata Buyung di Bintan, Senin.

Dilansir dari ANTARA, Buyung menyampaikan hasil koordinasi dengan organisasi non-pemerintah (NGO) sebagai rekan kerja KNTI di Malaysia, dapat dipastikan bahwa ketiga orang tersebut merupakan warga Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Ketiganya tengah menjalani pemeriksaan dan tes COVID-19 di Johor,” katanya.

BACA JUGA:  Petahana 'Lawan Kotak Kosong', Projo Kepri : Kegagalan Demokrasi di Bintan

Buyung menjelaskan kronologis kejadian berawal ketika tiga nelayan tersebut tengah memancing menggunakan kapal berkapasitas 3 GT dengan jarak sekitar 52 Mil dari bibir Pantai Kampung Masiran menuju ke arah barat, Sabtu 10 Juli 2021.

Mereka biasanya melaut selama dua hingga tiga hari, baru setelahnya pulang ke rumah.

Kemudian pada Minggu 11 Juli 2021, kata Buyung, salah seorang dari ketiga orang itu mengirim pesan via WhatsApp Safarudin selaku pemilik kapal, bahwa mereka ditahan oleh Polisi Malaysia.

BACA JUGA:  RSUD Raja Ahmad Tabib Menjadi Rujukan Utama Kardiovaskular di Kepulauan Riau

“Mesin boat mereka mati karena cuaca buruk, lalu hanyut ke Pulau Aur di Johor dan langsung diamankan polisi negara tetangga,” ujar Buyung.

Buyung menyampaikan pihaknya sudah berkoordinasi ke Bidang Perbatasan Kabupaten Bintan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI agar persoalan tiga nelayan ini cepat ditangani karena kasihan terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Saat ini DKP Provinsi Kepri juga sudah bersurat ke KJRI Johor supaya melakukan diplomasi dengan pihak berwenang setempat, katanya.

“Kalau memang karena mesin rusak, kita minta tiga nelayan itu segera dipulangkan ke tanah air. Namun jika ada unsur lain misalnya diduga terlibat narkoba, tentu tidak bisa dibantu,” ucapnya.

BACA JUGA:  Bintan Marathon 2025 Perkuat Citra Kepri sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

KNTI turut meminta pemerintah memperhatikan nasib nelayan yang melakukan penangkapan ikan di wilayah perbatasan, dengan memberikan peta atau koordinat-koordinat perbatasan sehingga nelayan paham akan garis sempadan negara.

“Berikan juga mereka alat komunikasi yang baik untuk berkomunikasi ketika perahu mengalami kerusakan dan berpotensi masuk ke negara tetangga karena terbawa arus atau gelombang,” kata Buyung. (ET/ANTARA)

Berita Terkait

Membanggakan! Dendy Setiawan Nugroho, Siswa MTs Madani Tebuireng Bintan Juara 1 Olimpiade Matematika Nasional
Datang ke KUA Bintan Timur untuk Bercerai, Pasangan Ini Pulang Membawa Tekad Mempertahankan Rumah Tangga
Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia Kedepankan Transformasi Layanan Investasi: Investor Global Semakin Melirik Batam
Pernah Terendam Hingga 1 Meter, Kampung Purwodadi Kini Dikebut Bebas Banjir
KUA Bintan Timur Hadirkan Layanan 4 in 1, Pasangan Pengantin Langsung Terima Dokumen Kependudukan
Sofea Adiba Meldja Harumkan MIN 1 Bintan di Lomba Bertutur SD/MI se-Kabupaten Bintan
Job Fair Bintan 2026 Hadirkan 1.309 Lowongan Kerja dari 12 Perusahaan
Tragis! Pria 33 Tahun di Bintan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Ada Dugaan Masalah Utang

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 10:42 WIB

Membanggakan! Dendy Setiawan Nugroho, Siswa MTs Madani Tebuireng Bintan Juara 1 Olimpiade Matematika Nasional

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Datang ke KUA Bintan Timur untuk Bercerai, Pasangan Ini Pulang Membawa Tekad Mempertahankan Rumah Tangga

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia Kedepankan Transformasi Layanan Investasi: Investor Global Semakin Melirik Batam

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:07 WIB

Pernah Terendam Hingga 1 Meter, Kampung Purwodadi Kini Dikebut Bebas Banjir

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:35 WIB

KUA Bintan Timur Hadirkan Layanan 4 in 1, Pasangan Pengantin Langsung Terima Dokumen Kependudukan

Berita Terbaru