KNTI: Ada Enam Nelayan Bintan Ditahan Polisi Malaysia

- Publisher

Rabu, 14 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(FOTO/ANTARA)

(FOTO/ANTARA)

INIKEPRI.COM – Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Bintan Buyung Adly menyampaikan total ada enam nelayan asal Bintan yang ditahan Polisi Perairan Johor, Malaysia, karena dinilai melanggar batas wilayah pada Sabtu (10/7/2021).

Dilansir dari ANTARA, Buyung sebelumnya menyampaikan ada tiga nelayan yang diamankan yakni Agus Suprianto 26 tahun, Sandi 18 tahun, dan Andi 18 tahun. Ketiganya merupakan warga Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Namun, dari hasil koordinasi dengan organisasi non-pemerintah (NGO/LSM) sebagai rekan kerja KNTI di Malaysia, Senin (12/7). Ternyata ada tiga nelayan Kabupaten Bintan lainnya turut diamankan pada hari yang sama, yaitu Muhammad Rapi 33 tahun dan Reza Mavian 20 tahun, keduanya beralamat di Desa Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir, ujarnya di Bintan, Selasa.

BACA JUGA:  Semangat Qurban dan Kebersamaan di Pondok Pesantren Al Ihsan Bintan

Sedangkan satu nelayan lainnya atas nama Gunawan, ialah warga Desa Cempai, Kabupaten Lingga.

“Kami sudah cek ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri dan warga nelayan sekitar. Memang Benar mereka itu nelayan dan berdomisili di Kabupaten Bintan,” kata Buyung adly.

Buyung menjelaskan kronologis kejadian berawal ketika enam nelayan tersebut tengah memancing menggunakan boat berkapasitas 3 GT di titik koordinat 52 mil dari bibir pantai Kampung Masiran dan ke arah Barat, Sabtu (10/7).

BACA JUGA:  Peduli Korban Bencana, Kapolres Bintan Berikan Bantuan Sosial

“Mereka menggunakan dua boat. Masing-masing-masing mengangkut tiga orang,” ungkap-nya.

Kemudian pada Minggu (11/7), katanya, salah seorang dari nelayan tersebut mengirim pesan via WhatsApp ke Safarudin selaku pemilik boat bahwa mereka ditahan oleh Polisi Malaysia.

“Alasannya mesin boat mati karena cuaca buruk, lalu hanyut ke Pulau Aur Johor dan langsung diamankan pihak berwenang di sana,” ujar Buyung.

Buyung menyampaikan KNTI sudah menyurati Dinas Perbatasan Kabupaten Bintan untuk diteruskan ke KJRI Johor agar melakukan pendampingan terhadap keenam nelayan tersebut.

BACA JUGA:  Bangkitnya Kembali Bisnis Pariwisata di Bintan

Dia berharap persoalan ini cepat selesai karena kasihan terhadap keluarga yang ditinggalkan.

“Kalau memang masuk ke perairan Malaysia dipicu mesin rusak, kita minta tiga nelayan itu segera dipulangkan ke Tanah Air. Tapi, jika ada unsur lain, misalnya, diduga terlibat narkoba, tentu sulit dibantu,” ucap Buyung.

Saat ini keenam nelayan tempatan tersebut dikabarkan tengah diperiksa dan menjalani tes kesehatan COVID-19 di Johor.

Pihaknya terus memantau perkembangan penanganan terhadap enam nelayan ini melalui pemerintah daerah dan LSM di Malaysia. (ET)

Berita Terkait

KUA Bintan Timur Hadirkan Layanan 4 in 1, Pasangan Pengantin Langsung Terima Dokumen Kependudukan
Sofea Adiba Meldja Harumkan MIN 1 Bintan di Lomba Bertutur SD/MI se-Kabupaten Bintan
Job Fair Bintan 2026 Hadirkan 1.309 Lowongan Kerja dari 12 Perusahaan
Tragis! Pria 33 Tahun di Bintan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Ada Dugaan Masalah Utang
AMSI Kepri dan Kantor Bahasa Kepri Siap Bersinergi Perkuat Literasi di Era Digital
Job Fair Bintan 2026 Dibuka 12 Juni, Tersedia 1.309 Lowongan dari 11 Perusahaan
Pemkab Bintan Buka Beasiswa Dokter Spesialis 2026, Siapkan Dana Rp200 Juta per Tahun
Kesempatan Emas! Pemkab Bintan Buka Beasiswa 2026, Ini Kesalahan Sepele yang Bikin Pendaftar Gagal

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:35 WIB

KUA Bintan Timur Hadirkan Layanan 4 in 1, Pasangan Pengantin Langsung Terima Dokumen Kependudukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:05 WIB

Sofea Adiba Meldja Harumkan MIN 1 Bintan di Lomba Bertutur SD/MI se-Kabupaten Bintan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:55 WIB

Job Fair Bintan 2026 Hadirkan 1.309 Lowongan Kerja dari 12 Perusahaan

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:00 WIB

Tragis! Pria 33 Tahun di Bintan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Ada Dugaan Masalah Utang

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:22 WIB

AMSI Kepri dan Kantor Bahasa Kepri Siap Bersinergi Perkuat Literasi di Era Digital

Berita Terbaru