Mesti Kasus Turun Drastis’ Kepri Masih PPKM Level 3

- Admin

Rabu, 22 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

INIKEPRI.COM – Pemerintah daerah di Provinsi Kepulauan Riau menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Level III ke Level II, meski jumlah kasus aktif turun drastis.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Selasa 21 September 202 mengatakan, hasil asesmen terhadap kondisi COVID-19, menunjukkan penanganan COVID-19 di kabupaten dan kota belum berjalan optimal.

Dari data “tracing” dan “testing” pada kapasitas respons dinilai pusat tidak sejalan. Contohnya, Kabupaten Kepulauan Anambas, Natuna dan Kabupaten Lingga, 0 persen melakukan “tracing”, namun “testing” di Anambas mencapai 3,24 persen, Lingga 2,80 persen dan Natuna 3,52 persen.

Baca Juga :  Bandara RHF Tanjungpinang Siap Sambut Kedatangan Wisman

Angka “testing” yang dinilai memadai tidak sejalan dengan “tracing” sehingga pusat meragukannya, padahal tes PCR atau antigen seharusnya dilakukan berdasarkan hasil penelusuran terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19.

0 persen menunjukkan petugas kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit tidak melakukan “tracing”.

“Lantas bagaimana mereka melakukan tes? Terhadap siapa? Bagaimana mungkin melakukan ‘testing’ tanpa ‘tracing’? Ini yang menyebabkan pusat meragukan data COVID-19 kabupaten dan kota di Kepri,” ujar Tjetjep, yang juga mantan Kadis Kesehatan Kepri.

Baca Juga :  Pekan Olahraga Pelajar Kota Tanjungpinang Dimulai, Lahirkan Bibit Atlet Unggul

Persoalan di Batam, Tanjungpinang, Karimun dan Bintan, menurut dia, sama. Contohnya di Batam, tes antigen terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 hanya 0,30 persen, sementara “tracing” mencapai 4,50 persen. Sedangkan pasien yang dirawat di rumah sakit mencapai 29,85 persen, cukup tinggi.

Jumlah kasus aktif di Batam tinggal 71 orang

“Pusat meragukan jumlah kasus aktif di Batam, dan daerah lainnya di Kepri,” katanya.

Baca Juga :  Kepri Terima 10 Ribu Al-Quran dari Yayasan Amirul Ummah Indonesia

Tjetjep menjelaskan berdasarkan data asesmen untuk transmisi komunitas, PPKM di Batam potensial masuk Level II, namun kasus konfirmasi 3,95 persen, rawat inap di rumah sakit 8,49 persen, dan kematian 0,58 persen diragukan pusat.

Di Tanjungpinang, kata dia jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia mencapai 2,75 persen, cukup tinggi, sama seperti Karimun, Anambas, Natuna, Kepulauan Anambas dan Lingga.

“Persentase kasus kematian di Anambas mencapai 6,89 persen,” ucapnya. (ET)

Berita Terkait

Lis Buka Turnamen Domino, Dorong Interaksi Sosial dan Kebersamaan Masyarakat
Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam
BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal
Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026
BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah
Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Senggarang, Wali Kota Lis: Layanan Harus Lebih Dekat dan Tepat
Bersama HIMNI, Wali Kota Lis Hadiri Syukuran Natal dan Tahun Baru
291 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Tanjungpinang

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:25 WIB

Lis Buka Turnamen Domino, Dorong Interaksi Sosial dan Kebersamaan Masyarakat

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:25 WIB

Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:24 WIB

BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:04 WIB

Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:00 WIB

BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru