HKTI Batam Minta Satgas PMK Tingkatkan Kewaspadaan Terkait Hewan Ternak Ilegal

- Publisher

Rabu, 15 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Batam, meminta Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk mewaspadai masuknya hewan ternak secara ilegal ke kota Batam, Kepulauan Riau.

Ketua HKTI Kota Batam Gunawan Satary mengatakan, hal tersebut lantaran kondisi geografis Kota Batam yang memiliki banyak pintu masuk pelabuhan, baik yang resmi maupun tidak resmi.

BACA JUGA :

Satgas Keluarkan SE Aturan Lalu Lintas Hewan Rentan PMK

BACA JUGA:  Wali Kota Amsakar Sambut Konsulat Amerika Serikat, Bahas Soal Investasi hingga Pendidikan

“Sapi-sapi maupun kambing yang masuk secara ilegal, tidak ada jaminan terbebas dari PMK dikarenakan tidak memiliki sertifikasi hasil uji klinis dari pihak-pihak yang berwenang,” kata Gunawan.

Untuk mencegah hal tersebut, lanjut dia, Satgas PMK harus melakukan patroli pengawasan ke lokasi yang berpotensi menjadi pintu masuk hewan ternak yang bermasalah serta melakukan himbauan dan edukasi kepada masyarakat untuk peduli pada kasus ini.

BACA JUGA:  Gubernur Kepri Terus Mendorong Peningkatan Kompetensi Tenaga Pendidik dan Kependidikan

“Gugah masyarakat agar mau memberikan laporan kepada Satgas atau pihak berwajib, apabila menemukan informasi yang akurat terkait dengan upaya memasukkan hewan-hewan ternak legal,” kata dia.

Hewan ternak yang masuk ke Kota Batam tanpa melakukan uji klinis berkemungkinan besar terinfeksi virus PMK.

“Akibatnya, resiko kesehatan akan ditanggung oleh masyarakat Batam yang mengkonsumsi daging-daging hewan yang tidak layak untuk dikonsumsi itu,” ujar Gunawan.

BACA JUGA:  Pesan Amsakar Achmad Jelang Idul Fitri 1445 H

Menurut dia, sejak mewabah kasus PMK pada hewan ternak di Indonesia, pemerintah telah melakukan penanganan dan pengendalian dengan membentuk Tim Satgas di berbagai daerah di bawah koordinasi dan pengendalian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Satgas di berbagai daerah, termasuk di Kepri, juga telah mengeluarkan berbagai regulasi yang memperketat dan menyeleksi keluar-masuknya hewan ternak tersebut antar daerah,” kata Gunawan. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam
Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Urus Administrasi BBM Nelayan Kini Jemput Bola
DAM Nongsa Alami Penurunan TMA, BP Batam Siapkan Langkah Antisipasi Jaga Pasokan Air
Tarif Parkir Berlangganan Batam Dipangkas 50 Persen, Amsakar–Li Claudia Beri Keringanan untuk Warga
Sinergi BP Batam dan Kejari Batam, Rp18,82 Miliar PNBP Sewa Perairan Tersus Berhasil Diselesaikan
Amsakar Achmad Kembali Pimpin MD KAHMI Batam, Terpilih Aklamasi Periode 2026-2031
Aweng Kurniawan Pimpin Gerakan Indonesia ASRI di Tanjung Riau, Gerindra Batam Sasar Lingkungan Warga
HUT ke-5 GARPU NasDem Kepri, Tegaskan Komitmen Bergerak Bersama Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 06:30 WIB

Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam

Rabu, 23 September 2026 - 08:18 WIB

Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Urus Administrasi BBM Nelayan Kini Jemput Bola

Selasa, 22 September 2026 - 07:00 WIB

DAM Nongsa Alami Penurunan TMA, BP Batam Siapkan Langkah Antisipasi Jaga Pasokan Air

Senin, 21 September 2026 - 16:38 WIB

Tarif Parkir Berlangganan Batam Dipangkas 50 Persen, Amsakar–Li Claudia Beri Keringanan untuk Warga

Senin, 21 September 2026 - 16:30 WIB

Sinergi BP Batam dan Kejari Batam, Rp18,82 Miliar PNBP Sewa Perairan Tersus Berhasil Diselesaikan

Berita Terbaru