Terbitkan SBR013, Pemerintah Targetkan Penjualan Rp20 Triliun

- Publisher

Selasa, 11 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Ridwan saat media briefing di Jakarta, Senin (10/6/2024). Foto: Ismadi Amrin/InfoPublik

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Ridwan saat media briefing di Jakarta, Senin (10/6/2024). Foto: Ismadi Amrin/InfoPublik

INIKEPRI.COM – Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel jenis savings bond ritel (SBR) seri SBR013. Pemerintah pun menargetkan bisa meraup Rp20 triliun dari penjualan SBR013.

SBR013 ditawarkan dalam dua tenor, yakni SBR013T2 dan SBR013T4, dengan kupon masing-masing 6,45 persen dan 6,60 persen per tahun.

Kupon seri SBR013 merupakan jenis kupon mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor), sehingga kupon minimal seri SBR013 tidak akan turun meski Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan.

Masa penawaran SBR013 dimulai sejak hari ini hingga 4 Juli 2024 dengan minimal pembelian sebesar Rp1 juta. Sedangkan pembelian maksimal untuk SBR013T2 sebesar Rp5 miliar dan SBR013T4 Rp10 miliar.

BACA JUGA:  Isu Kenaikan BBM Dibantah, Pemerintah Pastikan Harga Tetap

Pembelian SBR013 dapat dilakukan melalui 17 bank, lima perusahaan efek, dan empat perusahaan teknologi finansial (fintech).

“Untuk SBR013, kami memiliki target awal sekitar Rp15 triliun. Tapi, kami akan tetap perhatikan minat dari masyarakat. Kalau memang tinggi, kami punya alokasi target untuk bisa ditingkatkan hingga Rp20 triliun,” kata Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Ridwan saat media briefing di Jakarta, Senin (10/6/2024).

BACA JUGA:  Kehadiran Menteri Ekonomi ASEAN Bentuk Dukungan Keketuaan Indonesia

Menurut Deni, minat masyarakat terhadap SBR terus meningkat tiap tahunnya, terutama setelah pandemi COVID-19. Krisis yang terjadi pada masa itu menjadi alarm bagi masyarakat untuk memiliki dana darurat dan berinvestasi. Hal itu berdampak terhadap pertumbuhan SBR hingga mencapai 30 persen.

“Tahun lalu, penerbitan SBN ritel itu sebesar Rp107 triliun, pertama kali tembus Rp100 triliun. Pada 2023 kami terapkan strategi baru, yakni penawaran dua tenor dalam sekali penerbitan, dan bisa menerbitkan Rp147 triliun. Artinya, rata-rata meningkat sekitar 38 persen,” jelas Deni.

BACA JUGA:  Kelas 1-3 Dihapus, Tarif Baru BPJS Kesehatan Lebih Merakyat?

Deni mengungkapkan, mayoritas investor SBR berasal dari kalangan milenial, dengan porsi mencapai 51 persen. Dari segi gender, kebanyakan investor merupakan kelompok perempuan.

Deni mengakui terdapat risiko dari gejolak perekonomian global yang mungkin mempengaruhi kinerja SBR. Kendati begitu, dia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa terjaga di atas 5 persen.

Pemerintah akan terus berupaya mendorong kinerja komponen ekonomi agar masyarakat tetap miliki dana yang memadai untuk berinvestasi. “Kami cukup percaya diri untuk tahun ini,” ujar dia.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Koreksi Ekspor Batam Awal 2026, BP Batam Siapkan Respons Terarah
Amsakar Gandeng Bank Sumut, Perluas Pembiayaan UMKM di Batam
Triwulan I 2026, Investasi Batam Melonjak Lebih dari 100 Persen
Bahlil Pastikan Harga LPG 3 Kg Tidak Naik, Meski Nonsubsidi Disesuaikan
Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis
Penggunaan QRIS di Kepulauan Riau Terus Tumbuh, Transaksi Digital Makin Meluas
AS Jadi Pasar Terbesar, Ekspor Batam Tumbuh Signifikan di Awal 2026
BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 17:08 WIB

Koreksi Ekspor Batam Awal 2026, BP Batam Siapkan Respons Terarah

Senin, 27 April 2026 - 18:26 WIB

Amsakar Gandeng Bank Sumut, Perluas Pembiayaan UMKM di Batam

Kamis, 23 April 2026 - 21:05 WIB

Triwulan I 2026, Investasi Batam Melonjak Lebih dari 100 Persen

Selasa, 21 April 2026 - 08:30 WIB

Bahlil Pastikan Harga LPG 3 Kg Tidak Naik, Meski Nonsubsidi Disesuaikan

Jumat, 17 April 2026 - 13:13 WIB

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

Berita Terbaru