Penggunaan QRIS di Kepulauan Riau Terus Tumbuh, Transaksi Digital Makin Meluas

- Publisher

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten Direktur BI Kepri Husni Mapain (kiri depan) dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah di pimpin Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan dihadiri para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (14/4/2026). Foto: INIKEPRI.COM/KepriProv

Asisten Direktur BI Kepri Husni Mapain (kiri depan) dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah di pimpin Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan dihadiri para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (14/4/2026). Foto: INIKEPRI.COM/KepriProv

INIKEPRI.COM – Penggunaan sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Kepulauan Riau terus menunjukkan pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya adopsi transaksi non-tunai di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, dalam High Level Meeting (HLM) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah yang dipimpin Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (14/4/2026).

Menurut Rony, tren positif tersebut terlihat dari peningkatan volume transaksi, nominal pembayaran, hingga jumlah pengguna dan merchant QRIS di wilayah Kepri.

BACA JUGA:  Menengok Upah Minimum di Sejumlah Negara ASEAN, Mana Paling Tinggi?

“Akseptasi QRIS menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan, baik dari sisi volume, nominal transaksi, maupun jumlah pengguna dan merchant, baik secara nasional maupun di Kepulauan Riau,” ujarnya.

Selain pertumbuhan transaksi masyarakat, implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Kepri juga terus diperkuat melalui perluasan kanal pembayaran digital, peningkatan infrastruktur, serta kolaborasi antara pemerintah daerah dengan sektor perbankan.

Rony menilai penguatan digitalisasi transaksi tersebut berdampak langsung pada peningkatan transparansi tata kelola keuangan daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Digitalisasi transaksi daerah bukan hanya soal efisiensi pembayaran, tetapi juga meningkatkan transparansi dan memperkuat ekosistem ekonomi digital daerah,” katanya.

BACA JUGA:  Cadangan Devisa Indonesia Capai 149,9 Miliar Dolar AS

Sementara itu, Asisten Direktur BI Kepri Husni Mapain menjelaskan bahwa penilaian indeks ETPD didasarkan pada tiga aspek utama, yakni implementasi, realisasi, dan lingkungan strategis.

Ketiga indikator itu menjadi parameter untuk mengukur sejauh mana pemerintah daerah mampu mengoptimalkan transaksi non-tunai dalam tata kelola keuangan.

“Penilaian indeks ETPD mencakup implementasi, realisasi, dan lingkungan strategis. Tiga aspek ini menjadi indikator penting dalam mengukur capaian digitalisasi daerah,” jelas Husni.

Namun berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025, sejumlah daerah di Kepulauan Riau tercatat mengalami penurunan skor indeks, terutama pada aspek realisasi.

BACA JUGA:  Realisasi Investasi Semester I 2026 Tembus Rp 38,97 Triliun, BP Batam: Kepastian dan Kemudahan Berusaha Jadi Faktor Penting Gaet Investor

Menurut Husni, hal itu disebabkan belum optimalnya pemanfaatan kanal pembayaran digital, meski infrastruktur pendukung telah tersedia.

“Penurunan ini menunjukkan bahwa infrastruktur saja tidak cukup. Pemanfaatan kanal digital oleh masyarakat dan pemerintah daerah juga harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

BI juga mencatat sejumlah aspek yang masih perlu diperkuat dalam implementasi digitalisasi daerah, antara lain pelaksanaan High Level Meeting secara rutin, penguatan koordinasi pusat-daerah, peningkatan literasi digital masyarakat, serta optimalisasi transaksi non-tunai untuk pajak dan retribusi daerah.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Batam Dibidik Investasi Data Center, PLN Siapkan Tambahan Kapasitas Listrik
Rp11 Miliar Disiapkan, Pemko Batam Sudah Salurkan Rp2,73 Miliar ke 23 Usaha Mikro
BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026
Bawa iPhone 18 atau iPhone Duo dari Luar Negeri ke Indonesia, Ini Hitungan Bea Masuk dan Pajaknya
Adik Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo Menangkan Lelang Blok Migas Natuna D-Alpha
RKA 2027 Rp2,44 Triliun, BP Batam Perkuat Infrastruktur dan Percepatan Investasi
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28%, Melampaui Kepri dan Nasional
Harga BBM Pertamina Naik, Berapa Harganya di Batam? Cek Daftarnya

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:44 WIB

Batam Dibidik Investasi Data Center, PLN Siapkan Tambahan Kapasitas Listrik

Senin, 28 September 2026 - 14:01 WIB

Rp11 Miliar Disiapkan, Pemko Batam Sudah Salurkan Rp2,73 Miliar ke 23 Usaha Mikro

Sabtu, 26 September 2026 - 08:30 WIB

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

Senin, 21 September 2026 - 07:13 WIB

Bawa iPhone 18 atau iPhone Duo dari Luar Negeri ke Indonesia, Ini Hitungan Bea Masuk dan Pajaknya

Sabtu, 19 September 2026 - 09:01 WIB

Adik Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo Menangkan Lelang Blok Migas Natuna D-Alpha

Berita Terbaru

MAN Karimun Raih Penghargaan Bergengsi

Tg. Balai Karimun

Keren! Tim Film MAN Karimun Sabet Penghargaan di Rekam Festival 2026

Minggu, 4 Okt 2026 - 09:05 WIB