INIKEPRI.COM – Reaksi keras datang dari Laskar Melayu Bersatu Kepulauan Riau (LMB Kepri) menyusul beredarnya konten yang dinilai menghina tokoh Melayu di wilayah Riau.
Panglima Sulung LMB Kepulauan Riau Kota Batam, Lukman Hakim, menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele. Ia menyebut penghinaan terhadap tokoh Melayu sama artinya dengan menyentuh marwah, adat, dan harga diri masyarakat Melayu secara keseluruhan.
“Ini bukan masalah kecil, ini harus segera diselesaikan biar tidak ada kejadian seperti ini lagi,” tegasnya, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, langkah cepat dari aparat penegak hukum sangat dibutuhkan agar persoalan tidak meluas. Ia mengingatkan bahwa jika tidak segera ditangani, reaksi dari masyarakat adat bisa semakin besar.
Lukman Hakim juga menegaskan bahwa masyarakat Melayu pada dasarnya terbuka dan menerima keberagaman. Namun, sikap tersebut memiliki batas yang tidak boleh dilanggar, terutama menyangkut kehormatan tokoh dan nilai budaya.
“Panglima Sulung berpesan, kami terima semua suku yang masuk ke tanah kami. Tapi jangan pernah menghina tokoh bangsa Melayu dan adat budaya Melayu,” katanya.
Sebagai penegasan nilai yang dijunjung tinggi, ia mengingatkan kembali pepatah Melayu yang sarat makna: “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”
Pernyataan senada juga disampaikan Dato’ Januarja selaku Timbalan 1 LMB Kepulauan Riau. Ia mendesak pihak berwenang untuk segera mengambil langkah konkret atas kasus tersebut.
Gelombang respons tidak hanya datang dari jajaran pengurus, tetapi juga dari anggota LMB serta berbagai elemen masyarakat adat di Kepulauan Riau dan Riau. Kasus ini dinilai telah memicu keprihatinan luas, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga etika dalam ruang publik, terutama terkait budaya dan tokoh daerah.
LMB Kepri menegaskan, menjaga marwah Melayu bukan hanya tanggung jawab satu kelompok, tetapi kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat yang hidup dan berinteraksi di tanah Melayu.
Penulis : RP
Editor : IZ

















