INIKEPRI.COM – Di bawah teduhnya Jumat pagi, pada 16 Mei 2025, di Sei Beduk, Batam, sebuah forum sederhana menggugah semangat warga. Bukan rapat resmi di gedung besar, melainkan obrolan hangat di ruang terbuka, yang menghadirkan aparat, wakil rakyat, dan masyarakat dalam satu lingkaran dialog yang setara.
Kegiatan bertajuk Jum’at Curhat yang diinisiasi oleh Polresta Barelang menjadi panggung bagi suara-suara warga. Tidak ada sekat antara yang menyampaikan keluhan, harapan, hingga ide perubahan.
Salah satunya datang dari Anwar Anas, anggota DPRD Kota Batam yang mengusulkan transformasi fungsional atas sebuah bangunan lama: pos polisi di dekat Lapangan Usman Harun.
“Saya membayangkan tempat itu jadi ruang ekspresi anak muda. Bukan sekadar gedung kosong, tapi titik temu ide dan kreativitas,” ujar Anas dalam forum tersebut.

Ia menekankan pentingnya menyediakan ruang yang membebaskan anak muda untuk berkarya—berdiskusi, berlatih seni, atau sekadar bertukar pikiran.
Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari Kapolres Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin. “Polisi bukan hanya penegak hukum. Kami ingin tumbuh bersama masyarakat. Mendukung aspirasi generasi muda adalah bagian dari itu,” katanya.
Hadir pula dalam kegiatan ini anggota DPRD Provinsi Kepri, Saproni, serta Mustafa dari DPRD Kota Batam. Kehadiran para legislator ini mempertegas pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam mewujudkan pemerintahan yang responsif dan inklusif.
Lebih dari sekadar forum aduan, Jum’at Curhat menjadi ruang bertemunya suara akar rumput dengan telinga-telinga kekuasaan. Dari perbincangan yang akrab, lahir benih harapan untuk masa depan kota yang lebih baik.
“Ketertiban tidak hanya dibangun dari pengawasan, tapi juga dari partisipasi. Dari rasa memiliki terhadap lingkungan,” tambah Anas.
Inisiatif mengubah pos polisi menjadi pusat kreativitas anak muda bukan hanya simbol perubahan fungsi fisik bangunan, tapi juga transformasi cara pandang: bahwa pembangunan manusia, terutama generasi muda, bisa menjadi fondasi kuat bagi ketertiban dan kemajuan kota.
Jum’at Curhat di Sei Beduk mengajarkan bahwa perubahan besar bisa bermula dari percakapan kecil. Dari ruang yang mungkin terlihat biasa, namun menyimpan potensi luar biasa untuk menggerakkan sebuah generasi.
Penulis : IZ

















