Di Antara Genangan dan Harapan: Langkah Nyata dari Sambau

- Admin

Sabtu, 17 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Legislator Kota Batam Anwar Anas (Kemeja Putih), Lurah Sambau, Raja Zulkarnain (berkaos cokelat) bersama Camat Nongsa, Arfandi (berbaju putih), berdiskusi langsung di lokasi rawan banjir bersama tim gabungan dari BP Batam dan Pemko Batam. Di tengah panas terik dan tanah merah, mereka menelusuri solusi — bukti bahwa kepemimpinan sejati hadir di medan nyata. Foto: INIKEPRI.COM

Legislator Kota Batam Anwar Anas (Kemeja Putih), Lurah Sambau, Raja Zulkarnain (berkaos cokelat) bersama Camat Nongsa, Arfandi (berbaju putih), berdiskusi langsung di lokasi rawan banjir bersama tim gabungan dari BP Batam dan Pemko Batam. Di tengah panas terik dan tanah merah, mereka menelusuri solusi — bukti bahwa kepemimpinan sejati hadir di medan nyata. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Di tengah geliat pembangunan Kota Batam yang terus berpacu dengan waktu, terdapat satu sudut di Kecamatan Nongsa yang menyimpan kisah tentang kepemimpinan yang tak hanya hadir dalam pidato. Di Kelurahan Sambau, Lurah Raja Zulkarnain tampil bukan sekadar sebagai pejabat administratif, melainkan sebagai jembatan harapan antara rakyat dan realitas pembangunan.

Lurah Zulkarnain menolak membiarkan keluhan warga tenggelam dalam tumpukan arsip. Ia menyusun semua keluh kesah itu menjadi Daftar Inventaris Masalah (DIM) — bukan sekadar daftar, tetapi peta strategis yang memetakan persoalan secara terstruktur dan menyeluruh. DIM ini menjadi mata dan telinga, juga hati, dari pemerintahan kelurahan. Setiap masalah dicatat, dianalisis, dan disandingkan dengan langkah nyata. Di balik setiap baris dalam DIM, ada suara rakyat yang tak ingin diabaikan.

Baca Juga :  Di Balik Pagar Batamindo: Suara yang Tak Didengar dari Sempadan

Salah satu isu yang paling mendesak adalah persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Sambau. Genangan air bukan hanya menyisakan lumpur, tapi juga ketidakpastian. Maka, dipimpin langsung oleh Camat Nongsa, Arfandi, bersama Lurah Zulkarnain dan didukung tim teknis dari BP Batam dan Pemko Batam, peninjauan lapangan dilakukan. Bukan dengan pandangan kosong, tetapi dengan keinginan yang sungguh-sungguh untuk menyelesaikan.

“Kami tidak ingin hanya datang, melihat, lalu pulang,” ujar Camat Arfandi dalam sebuah kesempatan. “Kami ingin membawa pulang solusi.”

Tim gabungan bergerak cepat, menelusuri saluran air yang tersumbat, drainase yang tak memadai, hingga kontur tanah yang perlu ditata ulang. Di lapangan, strategi tidak hanya digagas di ruang rapat, tetapi lahir dari observasi langsung dan diskusi terbuka. Di sinilah DIM menunjukkan taringnya — bukan sebagai dokumen mati, tetapi sebagai instrumen kerja yang hidup dan dinamis.

Baca Juga :  Suara KOMANDO Jadi Gerakan: Anwar Anas Dorong Aplikasi Transportasi Milik Negara

Kecepatan bukan sekadar keinginan, tapi sudah menjadi budaya kerja. Di bawah arahan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, semangat kolaboratif dipacu dengan ketegasan. Masalah yang bisa diselesaikan hari ini, tidak dibiarkan menunggu esok. Inilah wajah baru birokrasi yang lebih gesit dan responsif.

Apresiasi tinggi layak diberikan kepada Lurah Zulkarnain atas inisiatif cerdas dan proaktifnya, serta kepada Camat Arfandi yang tak lelah mengawal pelaksanaannya. Dalam situasi di mana banyak wilayah masih bergulat dengan birokrasi yang lamban, Sambau justru hadir sebagai contoh, bahwa kepemimpinan yang mendengar dan bertindak mampu menggerakkan perubahan.

Baca Juga :  Batam Butuh 2.000 Hewan Ternak untuk Cukupi Pasokan Jelang Idul Adha

Kolaborasi antara kelurahan, kecamatan, BP Batam, dan Pemko Batam ini bukan hanya tentang menangani banjir. Ini adalah tentang bagaimana kepercayaan publik dibangun kembali — perlahan, tapi pasti. Setiap tindakan nyata, sekecil apapun, adalah fondasi dari sebuah harapan besar: membangun kota yang tidak hanya maju, tapi juga peduli.

Batam mungkin belum sempurna, tapi dengan kepemimpinan seperti ini, harapan tidak lagi sekadar mimpi. Ia mulai menjejak tanah, menyusuri parit-parit yang diperbaiki, dan mengalir bersama air yang tak lagi menggenang.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga
Dapur SPPG di Kepri Bertambah, Dorong Percepatan Program MBG di Kawasan Pulau Terdepan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Senin, 12 Januari 2026 - 21:10 WIB

LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB