INIKEPRI.COM — Dalam suasana hangat nan penuh haru, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri acara kenal pamit Komandan Lanud Hang Nadim Batam di Hotel Wyndhan Panbil, Sabtu (17/5/2025) malam. Acara tersebut menjadi penanda estafet komando dari Letkol PNB Sony Aji Pramono, S.T.I.POL kepada Letkol PNB Hendro Sukamandan, M.Tr. Opsla, yang secara resmi akan dilantik pada 20 Mei 2025.
Malam itu, di tengah cahaya temaram hotel berbintang, tumpah ruah apresiasi dan harapan. Wali Kota Amsakar menyampaikan rasa hormat atas dedikasi Letkol Sony selama mengemban tugas. Sosok perwira penerbang itu dinilai berhasil membangun harmoni antara institusi militer dan sipil, menciptakan ruang sinergi yang mengakar kuat di jantung Kota Batam.
“Pak Sony pernah berkata, Batam adalah ‘banyak tawa dan menyenangkan’. Itu bukan sekadar akronim, tapi gambaran tulus tentang kota ini. Bahwa Batam bukan hanya kota industri, melainkan juga kota keramahan, kehangatan, dan kebersamaan,” ucap Amsakar, sembari tersenyum, mengenang ungkapan sang komandan.
Dalam pandangan Amsakar, Batam adalah tanah strategis yang tak henti melahirkan tokoh-tokoh unggul. Sebuah simpul penting dalam percaturan geoekonomi dan geopolitik Indonesia. Kota ini tak hanya sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan internasional, tetapi juga tempat di mana daya saing dan daya juang menempa manusia-manusia tangguh.
Kepada Letkol Hendro, yang akan melanjutkan kepemimpinan Lanud Hang Nadim, Wali Kota menyampaikan selamat datang. Ia menitipkan harapan agar kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi menjaga Batam sebagai tempat yang aman dan kondusif untuk investasi dan kehidupan.
“Keamanan adalah fondasi pertumbuhan. Kita tak bisa bicara geliat ekonomi tanpa ruang yang tenteram dan stabil. Dan Batam, sebagai garda terdepan negeri ini, harus selalu waspada, sigap, dan bersahabat,” tegas Amsakar, dengan nada penuh keyakinan.
Tak lupa, ia mengingatkan tantangan besar di depan mata: target nasional untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Dalam peta nasional, Batam kerap menjadi daerah yang melampaui rata-rata provinsi dan pusat. Maka, kestabilan menjadi kunci.
Menutup sambutannya, Amsakar menyampaikan salam dari Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra serta Ketua TP-PKK Erlita Sari Amsakar. Ia juga menyempatkan diri mengucapkan selamat ulang tahun kepada Letkol Hendro yang berulang tahun tepat malam itu.
“Selamat datang di Batam, kota yang tak pernah kehilangan semangat. Mari kita lanjutkan kebersamaan ini dalam semangat sinergi,” pungkasnya.
Kenangan yang Menyala dari Ketinggian
Dalam kesempatan yang sama, Letkol PNB Sony Aji Pramono menyampaikan pidato penuh makna. Ia menegaskan bahwa kepergiannya bukanlah perpisahan, melainkan ‘kenal pamit’. Sebuah perhentian sementara dalam perjalanan panjang pengabdian.
“Bukan perpisahan, tapi kenal pamit. Di dunia ini, kita sering berjumpa kembali, meski di tempat dan waktu yang berbeda,” ucap Letkol Sony, menahan emosi.
Selama 495 hari bertugas—lebih dari satu tahun empat bulan—Letkol Sony mengaku banyak menyimpan kisah dan tawa dari masyarakat Batam. Kota yang semula dikenal dengan sebutan “banyak tamu”, kini ia kenang sebagai kota yang “banyak tawa dan menyenangkan”.
Di akhir pesannya, Letkol Sony menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjalankan tugas. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama jajaran Forkopimda, yang telah bahu membahu menjaga kedaulatan dan keamanan Batam.
Selanjutnya, ia akan bertugas di Lanud Adisucipto Yogyakarta sebagai Kepala Dinas Potensi Kedirgantaraan.
Komitmen Baru di Langit Perbatasan
Sementara itu, Letkol PNB Hendro Sukamandan mengawali amanah barunya dengan ungkapan syukur dan komitmen kuat. Ia menyadari posisi Batam yang sangat strategis, tidak hanya dalam ranah pertahanan nasional, tetapi juga dalam mendorong roda ekonomi sebagai pusat logistik maritim dan udara.
“Mohon doa dan dukungan. Tugas ini berat, namun saya percaya dengan sinergi dan kekompakan, kita bisa menjaga Batam tetap dalam jalur kemajuan,” ucap Letkol Hendro yang juga memperkenalkan keluarganya malam itu.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Letkol Sony atas tongkat estafet yang diberikan. Sebuah tongkat yang bukan hanya berisi tugas militer, tetapi juga kepercayaan dan cinta kepada kota yang berdenyut di perbatasan.
Penulis : IZ

















