INIKEPRI.COM – Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, bersama jajaran manajemen melakukan pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di kantor Kementerian ESDM Jakarta, Selasa (28/5).
Pertemuan ini membahas ketersediaan pasokan energi dan kebutuhan harga gas yang lebih ekonomis untuk operasional pembangkit listrik di Batam.
Dalam rapat yang juga dihadiri oleh Wakil Menteri ESDM, Dirjen Ketenagalistrikan, Dirjen Minerba, Ketua SKK Migas, serta perwakilan dari PLN (Persero), Kwin Fo menyampaikan bahwa sekitar 85 persen pembangkit listrik di Batam mengandalkan bahan bakar gas. Namun, harga gas saat ini masih dinilai belum mencapai level keekonomian.
“PLN Batam tidak menerima subsidi atau kompensasi dari pemerintah. Bila terjadi kerugian karena biaya produksi melebihi harga jual, kami harus menanggung sepenuhnya,” ungkap Kwin Fo.
Menteri ESDM menyatakan memahami kondisi tersebut dan merespons dengan cepat. Ia langsung menginstruksikan jajarannya untuk mendukung PLN Batam melalui tiga langkah utama:
1. Penurunan biaya toll fee gas pipa menuju Batam.
2. Prioritas alokasi gas berharga keekonomian jika tersedia.
3. Penyesuaian tarif listrik, terutama agar tarif industri lebih tinggi dari tarif rumah tangga.
Langkah ini dinilai penting agar tidak terjadi subsidi silang dari masyarakat kepada industri.
Komisaris PLN Batam, Didi Apriadi, menyampaikan apresiasinya kepada Direktur Utama PLN Batam atas perjuangan yang terus dilakukan demi mendapatkan harga gas yang lebih terjangkau.
Di akhir pertemuan, Kwin Fo menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri ESDM atas perhatian dan kesediaannya meluangkan waktu di tengah kesibukan.
“Kami juga berterima kasih kepada masyarakat Batam atas dukungannya. Semoga cita-cita besar Presiden Prabowo untuk swasembada energi bisa segera terwujud, termasuk untuk pulau-pulau terluar di Kepulauan Riau,” ujar Kwin Fo.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan yang penuh semangat:
“Mari kita jadikan Batam yang terang benderang, seterang masa depan Indonesia 2045.”
Penulis : RP
Editor : IZ

















