INIKEPRI.COM — Di sebuah rumah sederhana namun hangat yang berdiri di Perumahan Ocean Park Nomor 100, Marina City, Sekupang, harapan tumbuh perlahan.
Rumah itu bukan sekadar tempat persinggahan, tapi telah menjadi pelabuhan hati bagi anak-anak istimewa dan orang tua yang selama ini mencari cahaya dalam lorong pengharapan.
Namanya, Rumah Singgah Ar-Rahman Rusli, yang kini berkolaborasi erat dengan Yayasan Anak Istimewa (YAIS) Batam.
Sejak Selasa, 10 Juni 2025, rumah singgah ini resmi membuka layanan fisioterapi gratis untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.
Layanan ini hadir sebagai bagian dari komitmen sosial dan kemanusiaan, diinisiasi oleh Pietra Machreza Paloh dan sejumlah volunteer serta mendapat dukungan langsung dari organisasi sosial seperti GARPU (Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM) serta Bank BTN.
Pada hari Kamis, 12 Juni 2025, suasana rumah singgah tampak ramai namun teratur. Anak-anak datang bersama orang tua mereka, disambut senyum hangat tim relawan. Layanan ini memang bukan layanan medis biasa — ini adalah pelayanan kasih, yang memberi ruang pada perhatian personal, menyentuh hati bukan hanya tubuh.
“Setiap hari Selasa dan Kamis, kami hanya melayani enam anak. Bukan karena keterbatasan, tapi agar setiap anak mendapatkan perhatian khusus dari tenaga fisioterapis profesional yang kami hadirkan,” tutur Titin Mandiri, pengelola rumah singgah itu.
Tidak hanya terapi, rumah singgah ini juga menyediakan layanan antar jemput gratis, makanan sehat, dan suasana yang menyenangkan untuk anak-anak dan orang tua mereka. Titin menyebut, semua fasilitas ini diberikan tanpa memungut biaya sepeser pun.
“Kami ingin rumah ini jadi tempat yang nyaman. Semua kebutuhan mereka kami siapkan. Ini bentuk perhatian kami terhadap anak-anak istimewa di Batam,” ujar Titin lagi.

Program ini disambut dengan antusiasme yang tulus. Banyak orang tua merasa bahwa kehadiran rumah singgah ini seperti membuka pintu harapan yang selama ini terkunci. Salah satu di antaranya adalah Lia Anjelina, ibu dari Uwais.
“Saya sangat berterima kasih. Uwais selama ini jarang mendapat layanan seperti ini, apalagi gratis. Fisioterapisnya sabar dan ramah. Tempatnya juga nyaman,” ujar Lia dengan mata berkaca.
Baik Titin maupun Lia tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pietra Machreza Paloh, selaku penasihat rumah singgah dan YAIS Batam. Dukungan Pietra dinilai sangat menentukan arah dan keberlanjutan dari program kemanusiaan ini.
“Program ini adalah pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk kota, masih ada orang-orang yang peduli, memberi bukan karena lebih, tapi karena cinta,” ucap Titin menutup wawancara.
Penulis : IZ

















