Kemampuan Belanja ASN, Ikut Pengaruhi Pergerakan Ekonomi Daerah

- Publisher

Senin, 16 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Teguh Susanto mengatakan, kebijakan Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah melakukan pinjaman dana ke Bank Riau Kepri Syariah untuk membayar tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang, juga ditujukan untuk menggerakkan roda perekonomian Tanjungpinang. Sebagaimana diketahui, angka pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang saat ini hanya sebesar 3,78 persen.

“Ekonomi Tanjungpinang banyak digerakkan oleh sektor UMKM. Kita tidak banyak memiliki industri, dan juga bukan daerah penghasil. Sektor UMKM ini sendiri erat kaitannya dengan kemampuan belanja pegawai. Bisa kita saksikan bersama, bahwa ketika pegawai belum menerima TPP aktivitas perekonomian, terutama UMKM juga ikut terdampak ,” kata Teguh menjawab kritikan dari sejumlah pengamat, Minggu (15/6).

Di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang sendiri terdapat sekitar 5.613 orang pegawai ASN dan non ASN. Selain jumlah pegawai itu sendiri, tentu juga harus dihitung jumlah anggota keluarganya. Sebagian besar pegawai mengandalkan TPP, sebab pada umumnya gaji mereka telah lebih dulu dijadikan agunan pinjaman. Atau di kalangan pegawai lebih dikenal dengan sebutan “disekolahkan”.

BACA JUGA:  Pilkada Mendekat, Netralitas ASN Harus Terjaga

Menurut Teguh, mungkin bisa dikatakan paling tidak enak menjadi wali kota dalam kondisi “badai” defisit anggaran seperti saat ini. Dilantik tanggal 20 Februari lalu, ketika masuk ke lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang wali kota dan wakil wali kota harus menghadapi defisit anggaran sekitar Rp 280 miliar. Terdiri dari hutang kegiatan yang tidak terbayar tahun anggaran sebelumnya, dan penganggaran TPP ASN yang hanya dianggarkan untuk 6 bulan. Dan kondisi itu terjadi ketika kepala daerah belum menjabat, tidak mengetahui pengelolaan keuangan sebelumnya, dan juga tidak terlibat dalam proses penyusunan anggaran 2025.

BACA JUGA:  Semester I 2026, Investasi Tanjungpinang Naik Jadi Rp470 Miliar, Pulau Basing Disiapkan Jadi Magnet Baru

Teguh juga menyatakan bahwa sebelumnya TPP ASN di lingkungan Pemko Tanjungpinang telah mengalami penyesuaian sebesar 25 persen. Banyak kegiatan juga ikut dipangkas, hanya untuk memenuhi tanggung jawab pemerintah membayar kegiatan yang telah dilaksanakan tahun 2024.

Sejumlah kegiatan tahun 2024 yang masuk dalam tunda bayar, telah mulai dibayarkan atau diproses kembali pengajuan pembayarannya bulan Juni ini. Kegiatan-kegiatan produktif yang dinilai bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, tidak ikut ditunda pelaksanaanya. Artinya, pelayanan pubik tetap berjalan dan program pembangunan tetap berjalan meski volumenya dikurangi.

Untuk mengatasi permasalahan keuangan daerah secara inklusif, wali kota juga telah menyusun regulasi-regulasi yang diperlukan dalam kerangka peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Pemanfaatan ruang milik jalan, fasilitas umum, serta intensifikasi pajak dan retribusi daerah termasuk ke dalam rencana kerja wali kota.

BACA JUGA:  APBD Tanjungpinang 2022 Disahkan Sebesar Rp 972,72 Miliar

Untuk mendukung investasi, Pemko Tanjungpinang telah menginventarisir lahan eks HGB/HGU yang tidak digunakan. HGB/HGU lahan dimaksud tidak akan diperpanjang, dikembalikan ke negara, dan akan dimanfaatkan sebagai lahan pembangunan atau investasi ke Tanjungpinang. Sejumlah investor juga telah diundang untuk secara langsung melihat peluang investasi tersebut.

“Itu langkah konkrit wali kota untuk membangun usaha produktif di Tanjungpinang. Langkah wali kota juga tidak hanya berhenti di situ. Bahkan wali kota juga telah melakukan kajian untuk merampingkan jumlah OPD. Tentu untuk mengurangi beban belanja pegawai. Namun semuanya perlu tambahan waktu, dan berproses. Wali kota tidak hanya memikirkan kemampuan ekonomi pegawainya, tapi  secara luas justru memikirkan untuk meningkatkan ekonomi daerah. Sebab ada korelasi antara kemampuan belanja pegawai dengan  pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Teguh.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan
Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan
Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional
Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat
Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan
1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak
Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan

Minggu, 27 September 2026 - 12:49 WIB

Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan

Selasa, 22 September 2026 - 06:36 WIB

Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional

Minggu, 20 September 2026 - 11:44 WIB

Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Kamis, 10 September 2026 - 13:27 WIB

AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat

Berita Terbaru