INIKEPRI.COM — Momentum pergantian tahun baru Islam 1447 Hijriah tak hanya menjadi ajang muhasabah diri bagi DPW Partai NasDem Kepulauan Riau (Kepri).
Di bawah semangat perubahan, NasDem Kepri justru mengambil langkah cepat dan strategis: menggelar rapat konsolidasi internal menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memisahkan jadwal pelaksanaan Pemilu nasional dan daerah mulai tahun 2029.
Rapat yang digelar di Kantor DPW NasDem Kepri, Sabtu (28/6/2025) ini dihadiri oleh jajaran pengurus inti partai sebagai respons cepat terhadap keputusan MK yang telah bersifat final dan mengikat.
Sekretaris DPW Partai NasDem Kepri, Kamaluddin, yang juga Ketua DPRD Kota Batam, menegaskan bahwa keputusan MK akan mengubah total peta kontestasi politik nasional dan daerah. Oleh karena itu, NasDem Kepri tidak ingin menunggu lama untuk menyusun langkah dan strategi partai ke depan.
“Keputusan MK ini akan menciptakan dinamika politik baru. Maka, seluruh partai politik, termasuk NasDem, harus segera menyiapkan peta jalan. Kita perlu kalkulasi ulang, memahami demografi, geopolitik, dan dinamika sosial masyarakat secara lebih rinci,” tegas Kamaluddin.
Lebih lanjut, Kamal menyebut bahwa perubahan skema pemilu nasional dan daerah ini menuntut partai untuk lebih lincah dalam membangun konsolidasi kader hingga ke akar rumput. NasDem Kepri, menurutnya, harus menjadi pionir dalam menyiapkan gerakan yang terstruktur, ideologis, dan strategis untuk menjawab tantangan zaman.
“Kompetisi politik ke depan akan lebih kompleks, tidak cukup hanya dengan rencana, tapi harus dengan kerja keras dan pemahaman mendalam terhadap realitas politik lokal,” tambahnya.
Kamaluddin juga mendorong segera digelarnya Rakerwil NasDem Kepri sebagai forum strategis untuk membahas Rencana Strategis (Renstra) partai, yang akan menjadi panduan kader NasDem dalam menghadapi Pemilu 2029 dan 2031. Rakerwil ini nantinya akan menyerap arah kebijakan dari Kongres, Rakernas, dan Rapimnas yang telah digelar DPP Partai NasDem.
“Kita tidak bisa lagi bersantai. Waktu terus bergerak, dan NasDem Kepri harus lebih dulu bergerak. Renstra ini bukan hanya soal target politik, tapi juga soal kesiapan ideologis dan kualitas kader,” pungkas Kamal.
Dengan semangat perubahan dan pembaruan yang menjadi jati diri NasDem, langkah cepat DPW Kepri ini menjadi bukti bahwa awal tahun baru Hijriah bukan sekadar momen seremonial — melainkan titik tolak baru untuk kerja-kerja politik yang lebih terarah dan berdampak.
Penulis : IZ

















