INIKEPRI.COM – Srikandi PLN Batam konsisten mewujudkan kepedulian terhadap pengentasan stunting pada anak-anak di Kota Batam. Hal ini ditunjukkan dengan kembali terlaksananya rangkaian Srikandi Movement yang mengangkat tema “Mendukung Generasi Sehat Melalui Program Ibu Asuh” di Puskesmas Botania, Batam, Jumat (29/08).
Kegiatan ini berhasil digelar berkat sinergi antara Srikandi PLN Batam dengan Puskesmas Botania. Pada kesempatan ini, dilakukan penyaluran bantuan gizi serta pengukuran tumbuh kembang kepada 89 anak sebagai tindak lanjut dari dukungan yang telah diserahkan pada bulan Juli silam.
Pengukuran berat dan tinggi badan anak melibatkan Tim Gizi Puskesmas Botania secara langsung. Selain itu, juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan oleh dokter gizi.
Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Nagoya sekaligus Ketua Srikandi PLN Batam, Euis Hermawati, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Srikandi PLN Batam dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
“Kami menyadari bahwa penanggulangan stunting memerlukan dedikasi yang kuat dan berkesinambungan. Untuk itu, rangkaian program akan terus berlangsung hingga Desember nanti, disertai dengan pemberian penghargaan untuk anak dengan tumbuh kembang terbaik dan kader posyandu dengan peran aktif paling besar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Euis mengungkapkan harapannya agar langkah Srikandi ini dapat berpengaruh terhadap penanganan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
“Bantuan tambahan gizi dan pemeriksaan kesehatan ini diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap penurunan angka stunting sehingga mendorong terbentuknya generasi mendatang yang sehat dan cerdas serta masyarakat yang lebih sejahtera,” pungkas Euis.
Sejalan dengan itu, menurut Kepala Subbagian Tata Usaha, Hasan, inisiatif Srikandi PLN Batam ini telah menjadi bagian penting dari upaya pemutusan mata rantai stunting. Dengan semangat kolaborasi, pihaknya optimis akan terwujudnya pengurangan prevalensi stunting secara signifikan di Kota Batam.
“Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis merupakan isu kesehatan jangka panjang yang membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Dengan dukungan komprehensif yang diberikan, mulai dari pemberian bantuan gizi hingga pemeriksaan kesehatan untuk memantau perkembangan anak, kehadiran Srikandi PLN Batam di Puskesmas Botania ini bukan hanya simbolis, tetapi juga bentuk partisipasi sosial yang perlu diapresiasi,” ujar Hasan.
Apresiasi terhadap aksi positif ini juga datang dari salah satu penerima manfaat, Wulan. Ia berharap, program Srikandi PLN Batam dan Puskesmas Botania ini dapat berjalan lancar dan berdampak secara langsung terhadap tumbuh kembang anaknya.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Srikandi PLN Batam untuk membantu tumbuh kembang anak di wilayah Puskesmas Botania. Semoga dapat terus berlanjut dan membawa manfaat yang semakin besar,” kata Wulan.
Dengan terselenggaranya Srikandi Movement ini, Srikandi PLN Batam sebagai representasi wanita di tubuh korporasi kembali menegaskan peran perusahaan tidak hanya sebagai penyedia listrik yang andal di wilayah usahanya, tetapi juga penggerak perubahan sosial. Adapun penuntasan stunting merupakan bagian dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) ke-2 yang menekankan penghapusan kelaparan.
Penulis : RP
Editor : IZ

















