Doa Hangat dari Sang Abang, Ulik Mulyawan
INIKEPRI.COM – Di bawah langit cerah 6 November 2025, nama Iman Sutiawan kembali disebut dengan penuh rasa syukur. Putra asli Pulau Kasu, Belakangpadang itu genap berusia 50 tahun, usia emas yang menjadi penanda perjalanan panjang seorang anak hinterland yang kini menjadi pemimpin besar di Provinsi Kepulauan Riau.
Lahir dan dibesarkan di antara desir ombak dan semilir angin laut, Iman sejak kecil sudah bersahabat dengan samudra. Laut mengajarkannya arti kesabaran, keteguhan, dan kebijaksanaan. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana, di tanah Melayu yang menjunjung tinggi marwah dan adab. Dari sanalah lahir seorang pribadi yang kuat, teguh, dan berjiwa pengabdian.
Seperti pepatah Melayu yang bijak berkata, “Kalau laut tenang, jangan lupa daratan; kalau arus deras, jangan patah kemudi.” Kalimat itu seolah menggambarkan langkah Iman dalam menjalani hidup, teguh dalam gelombang, tenang dalam badai.
Karier Iman Sutiawan dimulai bukan dari panggung politik, melainkan dari jalur pengabdian birokrasi. Ia mengawali langkahnya sebagai pegawai di Otorita Batam (kini BP Batam). Dari situ, ia belajar tentang sistem, kerja keras, dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Namun, semangatnya untuk berbuat lebih besar membawanya pada keputusan berani: pensiun muda dan menapaki jalan politik.
Langkah itu tidak sia-sia. Karier politik Iman tumbuh dengan cepat, tapi tetap berakar pada kesederhanaan.
Ia dipercaya masyarakat untuk menduduki berbagai posisi strategis:
- Wakil Ketua DPRD Kota Batam (2014—2019)
- Wakil Ketua DPRD Kota Batam (2019—2020)
- Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (2024—sekarang)
Dalam setiap amanah yang diemban, Iman selalu menempatkan rakyat sebagai pusat perjuangan. Ia dikenal tegas dalam sikap, lembut dalam tutur, dan rendah hati dalam bergaul. Kepemimpinannya bukan hanya soal keputusan, tapi juga tentang keteladanan.
Di hari bahagianya, doa dan ucapan mengalir dari berbagai penjuru. Namun, salah satu yang paling mengharukan datang dari Ulik Mulyawan, abang kandung Iman Sutiawan yang kini menjabat sebagai Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam.
“Hari ini, adik saya genap berusia 50 tahun. Iman bukan hanya adik, tapi juga sosok yang saya banggakan. Dari kecil dia sudah menunjukkan tekad kuat untuk maju, bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk orang lain. Ia selalu punya hati yang tulus dalam bekerja, dan itu yang membuatnya istimewa,” tutur Ulik Mulyawan dengan suara bergetar.

Ulik mengenang masa kecil mereka di Pulau Kasu, masa yang keras namun penuh makna.
“Kami dibesarkan di lingkungan yang serba sederhana. Tapi dari laut dan masyarakat pulau itulah kami belajar arti syukur dan kerja keras. Saya percaya, laut yang membesarkan kami juga yang menempa hati Iman menjadi sekuat karang,” kenang Ulik.
Sebagai seorang abang, Ulik tak lupa menyampaikan doa yang tulus:
“Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kebijaksanaan kepada Iman. Di usia ke-50 ini, semoga setiap langkahnya membawa manfaat untuk masyarakat, dan setiap keputusannya menjadi amal kebaikan. Jadilah pemimpin yang terus mengayomi, bukan hanya memimpin.”
Kini, di usia emasnya, Iman Sutiawan menatap masa depan dengan keyakinan yang sama seperti dulu ketika masih memandang laut di tepian Kasu: tenang, luas, dan penuh harapan. Ia tahu, hidup adalah pengabdian, dan kekuasaan hanyalah sarana untuk berbuat baik.
Sebagaimana petuah Melayu yang selalu ia pegang teguh:
“Yang berakar tidak akan tumbang, yang beralas tidak akan terguling.”
Selama berpijak pada niat yang baik dan doa orang-orang tercinta, langkah Iman Sutiawan akan selalu teguh di jalan pengabdian.
Selamat ulang tahun ke-50, Iman Sutiawan..
Dari Pulau Kasu yang melahirkanmu, hingga seantero Kepulauan Riau yang kini engkau pimpin, semoga setiap detik hidupmu menjadi cahaya bagi negeri segantang lada.
Penulis : IZ

















