INIKEPRI.COM – Setelah seminggu melawat ke Jerman, Bupati Natuna Cen Sui Lan kembali ke Tanah Air dengan membawa kabar baik bagi Provinsi Kepulauan Riau.
Kunjungannya bersama Tim Factory Acceptance Test (FAT) ke pabrik radar Leonardo Germany menghasilkan kesepakatan penting: pemasangan radar canggih MS-2 BMKG di Natuna dan Tanjungpinang akan dimulai pada awal tahun 2026.
Langkah ini bukan semata proyek teknologi, melainkan bagian dari strategi besar untuk memperkuat pertahanan nasional dan percepatan ekonomi di wilayah perbatasan Utara NKRI.
“Peralatan hardware dan software radar tercanggih di dunia ini akan mulai dipasang pada Januari 2026 mendatang. Pemasangan dilakukan di Natuna dan Tanjungpinang, dengan tujuan mendukung sistem ekonomi sekaligus pertahanan nasional,” kata Cen Sui Lan, Selasa (11/11/2025).
Tinjauan Langsung ke Pabrik Radar Tercanggih Dunia
Kunjungan kerja Cen Sui Lan ke Jerman berlangsung pada 2–9 November 2025. Ia memimpin langsung delegasi Indonesia dalam Tim FAT, yang terdiri atas perwakilan dari PT LEN Industri (BUMN Kementerian Pertahanan) dan sejumlah pejabat teknis BMKG Pusat.
Turut hadir di antaranya Desta Nugraha dari PT LEN Industri, Hanif Andi Nugraha (Direktur Infrastruktur, Kalibrasi dan Rekayasa Peralatan Meteorologi BMKG), Dr. Yunus Subagyo Swarinoto (Direktur Program MMS-2 BMKG), serta Eko Wardoyo, Maulana Putra, dan Rindang Septantara dari BMKG Pusat.
Delegasi Indonesia meninjau langsung pabrik Leonardo Germany di Neuss, Düsseldorf, salah satu produsen radar meteorologi paling maju di dunia. Di sana, tim memastikan seluruh standar presisi, keamanan, dan fungsi radar sesuai dengan spesifikasi yang disepakati dalam kontrak pengadaan.
Dalam kesempatan tersebut, Joachim, tenaga ahli Engineer Leonardo Germany, memaparkan secara detail Standard Operating Procedure (SOP) dan sistem integrasi radar MS-2 yang akan digunakan. Radar jenis ini disebut sebagai generasi terbaru dengan kemampuan pemantauan cuaca dan atmosfer presisi tinggi yang juga dapat mendukung sistem pertahanan dan navigasi.
Kesepakatan Strategis Indonesia–Jerman
Dalam kunjungan itu, dilakukan pula penandatanganan agreement antara pihak-pihak terkait.
Penandatanganan dilakukan oleh Desta Nugraha (PT LEN Industri), Hanif Andi Nugraha (BMKG Pusat), dan Joachim (Engineer Leonardo Germany), disaksikan langsung oleh Andre Weipert selaku COO Leonardo Germany serta Tobias Bogdan (Project Manager Leonardo).

“Kunjungan ini bukan hanya formalitas, tapi juga bentuk komitmen memastikan setiap tahap pengadaan berjalan transparan, presisi, dan sesuai kebutuhan nasional,” ungkap Cen Sui Lan.
Perjuangan Panjang Sejak Lima Tahun Lalu
Cen Sui Lan menuturkan bahwa proyek radar canggih ini bukan hal baru baginya. Sejak menjabat Anggota Komisi V DPR RI, ia telah memperjuangkan pengadaan radar berteknologi tinggi untuk Indonesia, khususnya wilayah perbatasan seperti Natuna.
“Program ini sudah saya perjuangkan sejak lima tahun lalu di DPR RI. Salah satu mitra Komisi V adalah BMKG. Tujuannya bukan hanya untuk kedaulatan udara dan laut, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi daerah perbatasan,” jelasnya.
Proyek ini bernilai sekitar Rp 2 triliun, didanai melalui LOAN dari Pemerintah Perancis, dan menjadi salah satu proyek strategis nasional untuk mendukung penguatan sistem pengelolaan FIR (Flight Information Region) yang kini telah beralih dari Singapura ke Indonesia.
Natuna dan Tanjungpinang Jadi Lokasi Prioritas
Dari total tiga unit radar yang dipesan, dua unit akan dipasang di Natuna, sedangkan satu unit lainnya di Kota Tanjungpinang. Radar di Tanjungpinang akan berfungsi sebagai infrastruktur pendukung pengelolaan FIR dan sistem meteorologi penerbangan.
“Selain dua di Natuna, radar satu lagi akan dipasang di Tanjungpinang. Pengoperasiannya nanti akan dilakukan oleh BMKG,” kata Cen Sui Lan.
Menurutnya, keberadaan radar ini tak hanya meningkatkan kemampuan deteksi dini cuaca ekstrem dan aktivitas laut, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui penguatan infrastruktur logistik, transportasi udara, dan kegiatan maritim di perbatasan.
Simbol Kemajuan dan Kedaulatan Wilayah Utara NKRI
Kehadiran radar MS-2 di Natuna dan Tanjungpinang menandai langkah penting Indonesia dalam mengelola kedaulatan udara dan laut secara mandiri. Lebih dari itu, proyek ini diharapkan dapat menjadi pondasi ekonomi baru bagi masyarakat Kepulauan Riau, terutama dalam mendukung investasi dan pariwisata di wilayah utara.
“Radar ini bukan hanya untuk pertahanan, tapi juga pendorong ekonomi. Dengan data cuaca dan navigasi yang akurat, Natuna akan lebih siap menyambut pertumbuhan sektor perikanan, energi, dan pariwisata,” tutup Cen Sui Lan.
Penulis : RP
Editor : IZ

















