Kaki Pecah-Pecah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

- Publisher

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Kaki pecah-pecah bukan sekadar persoalan tampilan kulit yang mengering atau tampak retakan. Pada kondisi tertentu, masalah ini dapat menyebabkan rasa nyeri, gatal hebat pada malam hari, bahkan perdarahan. Bagi sebagian orang, keluhan ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dalam penjelasan yang disampaikan melalui konten edukasi kanal YouTube HaloSehat, kaki pecah-pecah umumnya muncul akibat kombinasi beberapa faktor, mulai dari kondisi lingkungan, kebiasaan sehari-hari, hingga penyakit tertentu.

Beragam Penyebab Kaki Pecah-Pecah

Salah satu pemicu utama adalah kulit kering. Ketika kadar minyak alami pada permukaan kulit menurun, lapisan pelindung melemah sehingga kulit mudah mengelupas dan retak. Ini lebih sering terjadi pada orang yang tinggal di daerah dengan kelembaban udara rendah.

Faktor penuaan juga berperan besar. Seiring bertambahnya usia, elastisitas kulit menurun dan kelembaban alami ikut berkurang. Tanpa perawatan yang memadai, kulit kaki menjadi lebih mudah kering dan pecah-pecah.

BACA JUGA:  Serat Centhini, Kamasutra Jawa. Tidak Kalah Sensual

Kebiasaan tertentu dapat memperparah kondisi ini. Berendam terlalu lama, sering menggunakan air panas, atau memakai sabun berbahan keras dapat mengikis minyak alami kulit. Saat kelembaban menghilang, kulit cepat retak. Kondisi cuaca dingin pun memberikan kontribusi signifikan, karena suhu rendah membuat kulit kehilangan kelembaban jauh lebih cepat.

Tak hanya faktor eksternal, sejumlah kondisi medis seperti dermatitis, alergi, dan psoriasis juga dapat menjadi penyebab kaki pecah-pecah. Pada dermatitis, peradangan kulit memunculkan kekeringan, kemerahan, serta gatal intens terutama pada malam hari. Sementara psoriasis—yang sering dipengaruhi faktor genetik—ditandai dengan kulit bersisik, kering, dan mudah retak.

Cara Efektif Mengatasi Kaki Pecah-Pecah

BACA JUGA:  Presiden Instruksikan Menkes Awasi Perkembangan COVID-19

Untuk meredakan dan mencegah kaki pecah-pecah, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:

1. Gunakan Pelembap Secara Rutin

Pilih pelembap yang mengandung urea, gliserin, shea butter, atau petroleum jelly. Oleskan terutama setelah mandi dan sebelum tidur agar kelembaban terkunci dengan baik.

2. Kurangi Paparan Air Panas

Air panas dapat mempercepat hilangnya kelembaban kulit. Gunakan air hangat atau suhu biasa saat mandi untuk menjaga kulit tetap terhidrasi.

3. Gunakan Sabun yang Lembut

Hindari sabun dengan kandungan deterjen atau alkohol tinggi. Pilih sabun berlabel “moisturizing” atau “gentle formula”.

4. Gunakan Foot File atau Batu Apung

Lembutkan telapak kaki setelah mandi menggunakan foot file atau batu apung untuk mengangkat kulit mati. Lakukan perlahan agar tidak memperparah retakan.

BACA JUGA:  Sering Berkeringat Saat Tidur? Bisa Jadi Tanda Gangguan Kesehatan Serius

5. Gunakan Kaos Kaki yang Menyerap Keringat

Kaos kaki berbahan katun membantu menjaga kelembaban dan mencegah gesekan berlebih yang memicu kulit pecah-pecah.

6. Perbanyak Minum Air

Kekurangan cairan tubuh dapat membuat kulit cepat kering. Pastikan kebutuhan air harian tercukupi.

7. Periksa Kondisi Medis yang Mendasari

Jika kaki pecah-pecah disertai gatal kronis, kemerahan, atau kulit bersisik tebal, sebaiknya konsultasikan ke dokter karena bisa terkait dermatitis, alergi, atau psoriasis.

8. Gunakan Salep Khusus Jika Diperlukan

Untuk kondisi yang sudah berat (mengelupas parah, retak dalam, atau berdarah), dokter biasanya meresepkan salep khusus antiperadangan atau pelembap medis berkonsentrasi tinggi.

Dengan mengenali penyebab serta langkah perawatan yang tepat, kondisi kaki pecah-pecah dapat dicegah maupun ditangani lebih efektif sebelum menimbulkan gangguan yang lebih serius.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar
Begini Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa agar Tetap Percaya Diri
WHO Ungkap Gejala, Pola Penularan, dan Risiko Penyakit Virus Nipah
BPOM RI Tegaskan Susu Formula di Indonesia Aman

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:42 WIB

Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:15 WIB

Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa

Rabu, 25 Februari 2026 - 03:47 WIB

Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Senin, 23 Februari 2026 - 01:30 WIB

Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar

Berita Terbaru