INIKEPRI.COM – Kaki pecah-pecah bukan sekadar persoalan tampilan kulit yang mengering atau tampak retakan. Pada kondisi tertentu, masalah ini dapat menyebabkan rasa nyeri, gatal hebat pada malam hari, bahkan perdarahan. Bagi sebagian orang, keluhan ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dalam penjelasan yang disampaikan melalui konten edukasi kanal YouTube HaloSehat, kaki pecah-pecah umumnya muncul akibat kombinasi beberapa faktor, mulai dari kondisi lingkungan, kebiasaan sehari-hari, hingga penyakit tertentu.
Beragam Penyebab Kaki Pecah-Pecah
Salah satu pemicu utama adalah kulit kering. Ketika kadar minyak alami pada permukaan kulit menurun, lapisan pelindung melemah sehingga kulit mudah mengelupas dan retak. Ini lebih sering terjadi pada orang yang tinggal di daerah dengan kelembaban udara rendah.
Faktor penuaan juga berperan besar. Seiring bertambahnya usia, elastisitas kulit menurun dan kelembaban alami ikut berkurang. Tanpa perawatan yang memadai, kulit kaki menjadi lebih mudah kering dan pecah-pecah.
Kebiasaan tertentu dapat memperparah kondisi ini. Berendam terlalu lama, sering menggunakan air panas, atau memakai sabun berbahan keras dapat mengikis minyak alami kulit. Saat kelembaban menghilang, kulit cepat retak. Kondisi cuaca dingin pun memberikan kontribusi signifikan, karena suhu rendah membuat kulit kehilangan kelembaban jauh lebih cepat.
Tak hanya faktor eksternal, sejumlah kondisi medis seperti dermatitis, alergi, dan psoriasis juga dapat menjadi penyebab kaki pecah-pecah. Pada dermatitis, peradangan kulit memunculkan kekeringan, kemerahan, serta gatal intens terutama pada malam hari. Sementara psoriasis—yang sering dipengaruhi faktor genetik—ditandai dengan kulit bersisik, kering, dan mudah retak.
Cara Efektif Mengatasi Kaki Pecah-Pecah
Untuk meredakan dan mencegah kaki pecah-pecah, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:
1. Gunakan Pelembap Secara Rutin
Pilih pelembap yang mengandung urea, gliserin, shea butter, atau petroleum jelly. Oleskan terutama setelah mandi dan sebelum tidur agar kelembaban terkunci dengan baik.
2. Kurangi Paparan Air Panas
Air panas dapat mempercepat hilangnya kelembaban kulit. Gunakan air hangat atau suhu biasa saat mandi untuk menjaga kulit tetap terhidrasi.
3. Gunakan Sabun yang Lembut
Hindari sabun dengan kandungan deterjen atau alkohol tinggi. Pilih sabun berlabel “moisturizing” atau “gentle formula”.
4. Gunakan Foot File atau Batu Apung
Lembutkan telapak kaki setelah mandi menggunakan foot file atau batu apung untuk mengangkat kulit mati. Lakukan perlahan agar tidak memperparah retakan.
5. Gunakan Kaos Kaki yang Menyerap Keringat
Kaos kaki berbahan katun membantu menjaga kelembaban dan mencegah gesekan berlebih yang memicu kulit pecah-pecah.
6. Perbanyak Minum Air
Kekurangan cairan tubuh dapat membuat kulit cepat kering. Pastikan kebutuhan air harian tercukupi.
7. Periksa Kondisi Medis yang Mendasari
Jika kaki pecah-pecah disertai gatal kronis, kemerahan, atau kulit bersisik tebal, sebaiknya konsultasikan ke dokter karena bisa terkait dermatitis, alergi, atau psoriasis.
8. Gunakan Salep Khusus Jika Diperlukan
Untuk kondisi yang sudah berat (mengelupas parah, retak dalam, atau berdarah), dokter biasanya meresepkan salep khusus antiperadangan atau pelembap medis berkonsentrasi tinggi.
Dengan mengenali penyebab serta langkah perawatan yang tepat, kondisi kaki pecah-pecah dapat dicegah maupun ditangani lebih efektif sebelum menimbulkan gangguan yang lebih serius.
Penulis : DI
Editor : IZ

















