INIKEPRI.COM — Kepedulian negara tidak selalu hadir lewat kebijakan besar atau angka-angka di atas kertas. Senin (15/12/2025), kehadiran itu terasa nyata ketika Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menyapa ribuan anak yatim di dua lokasi berbeda di Kota Batam.
Meski berlangsung terpisah, pesan yang dibawa keduanya sama: negara tidak boleh abai terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan perlindungan.
Di Lapangan Futsal SP, Kecamatan Sagulung, Amsakar Achmad hadir di tengah anak-anak yatim dari Kecamatan Sagulung, Batu Aji, dan Sekupang. Ia menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis, disambut senyum dan tatapan penuh harap.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim bukan semata tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Agama mengajarkan bahwa menyantuni anak yatim bukan sekadar anjuran, tetapi kewajiban moral. Mereka adalah amanah yang harus kita jaga bersama,” ujar Amsakar.
Ia menekankan, amanat tersebut sejalan dengan konstitusi yang mewajibkan negara melindungi fakir miskin dan anak terlantar. Pemerintah daerah, lanjutnya, hadir sebagai perpanjangan tangan negara agar perlindungan itu benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurut Amsakar, bantuan yang diberikan bukan sekadar paket sembako, melainkan simbol perhatian dan komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak Batam tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih dan harapan.
“Ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tetapi tentang kehadiran dan kepedulian. Negara harus dirasakan, bukan hanya didengar,” tuturnya.
Amsakar juga menitipkan pesan kepada pengelola panti asuhan agar terus merawat dan membina anak-anak dengan penuh tanggung jawab. Ia meyakini, doa tulus anak yatim membawa keberkahan bagi siapa pun yang peduli.
“Rawat dan jaga anak-anak kita ini dengan sebaik-baiknya. Doa mereka, insyaallah, menjadi keberkahan bagi kita semua,” ucapnya.
Sementara itu, di Lapangan Bola Legenda Malaka, suasana hangat juga terasa meski hujan rintik turun sejak pagi. Sekitar 1.000 anak yatim dari Kecamatan Nongsa, Batam Kota, dan Sei Beduk tetap hadir memenuhi lapangan.
Di lokasi ini, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menyapa anak-anak dengan pendekatan yang lebih personal. Ia menegaskan kehadirannya bukan semata sebagai pejabat daerah, melainkan sebagai seorang ibu.
“Di pagi hari yang hujan ini, ibu datang bukan sebagai Wakil Wali Kota, tetapi sebagai ibu bagi anak-anak Batam,” ujar Li Claudia dengan suara lembut.
Ia mengapresiasi semangat anak-anak yang tetap hadir meski cuaca tidak bersahabat. Menurutnya, hujan justru menjadi saksi ketangguhan dan keberanian mereka.
“Meski hujan, semangat kalian luar biasa. Kalian adalah anak-anak yang kuat dan berani,” katanya menyemangati.
Suasana semakin akrab ketika Li Claudia mengajak anak-anak menyanyikan lagu Batam Kotaku bersama-sama. Ia berharap lagu tersebut menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap Kota Batam sejak usia dini.
Di usia Batam yang menginjak 196 tahun, Li Claudia menilai nilai kebersamaan, kepedulian, dan cinta terhadap kota harus terus ditanamkan kepada generasi muda, termasuk anak-anak yatim.
“Kalian tidak pernah sendiri. Banyak orang yang peduli dan ingin melihat kalian tumbuh menjadi anak-anak yang kuat, berani, dan memiliki cita-cita besar,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Li Claudia menyampaikan salam dari Wali Kota Batam Amsakar Achmad sekaligus mengajak anak-anak mendoakan agar dirinya bersama Wali Kota senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam membangun Batam.
Penulis : RP
Editor : IZ

















