INIKEPRI.COM – Badan Pengusahaan Batam mulai membahas teknis kerja sama pembangunan instalasi pengolahan air laut menjadi air bersih melalui teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Kawasan Industri Terpadu Kabil dan Nongsa Digital Park.
Pembahasan tersebut dipimpin Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, bersama jajaran saat bertemu Direktur Utama PT Kabil Citranusa, Peters Vincent, di Komplek Citranusa Niaga, Kabil, Rabu (6/5/2026).
Fary mengatakan BP Batam memberikan dukungan penuh terhadap penerapan teknologi SWRO, termasuk melalui kemudahan proses perizinan untuk mempercepat realisasi investasi.
“BP Batam mendorong penerapan teknologi SWRO melalui kemudahan proses perizinan dalam upaya percepatan realisasi investasi dan menjaga daya saing kawasan industri,” ujar Fary.
Menurutnya, pengembangan teknologi desalinasi air laut menjadi langkah strategis untuk menjawab meningkatnya kebutuhan air di kawasan industri Kabil dan Nongsa.
Kebutuhan air bersih yang terus meningkat, kata Fary, harus diimbangi dengan solusi inovatif agar aktivitas industri tetap berjalan optimal tanpa terganggu keterbatasan pasokan air baku.
“Teknologi ini menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk memastikan kebutuhan air industri dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” katanya.
Dengan hadirnya instalasi SWRO, pelaku industri diharapkan memperoleh kepastian pasokan air bersih yang stabil. Hal ini sekaligus memperkuat iklim investasi dan meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan industri dan teknologi nasional.
Apa Itu SWRO?
Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) merupakan teknologi yang mengubah air laut menjadi air tawar menggunakan membran semipermeabel bertekanan tinggi.
Teknologi ini mampu menyaring garam, mineral, dan berbagai kontaminan lain dengan tingkat efisiensi hingga 99,8 persen.
Prosesnya dimulai dari tahap penyaringan awal (pre-treatment), dilanjutkan dengan pemberian tekanan tinggi sekitar 55 hingga 70 bar untuk memaksa molekul air melewati membran, kemudian diakhiri dengan post-treatment agar air layak digunakan.
SWRO telah banyak diterapkan di pulau-pulau kecil, kawasan industri, hotel, hingga kapal sebagai solusi terhadap keterbatasan sumber air bersih.
Melalui pengembangan proyek ini, BP Batam berharap Batam memiliki sumber pasokan air alternatif yang lebih andal dan mampu mendukung pertumbuhan investasi secara berkelanjutan.
Penulis : DI
Editor : IZ

















