INIKEPRI.COM – Perbedaan karakter bukan penghalang bagi Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra untuk membangun pemerintahan yang solid. Justru dari gaya kepemimpinan yang berbeda, keduanya mengaku saling melengkapi demi mendorong kemajuan Kota Batam.
Amsakar, yang telah meniti karier lebih dari 27 tahun di dunia birokrasi, dikenal dengan pendekatan yang tenang, sistematis, dan terukur. Di sisi lain, Li Claudia yang berasal dari latar belakang pengusaha tampil tegas, lugas, dan cepat dalam mengambil keputusan.
Meski memiliki gaya komunikasi yang berbeda, keduanya disebut tetap berada dalam satu visi yang sama, yakni menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami komplementer, saling melengkapi dan menutupi kekurangan masing-masing,” ujar Amsakar.

“Yang terpenting adalah bagaimana kebijakan pemerintah dapat berjalan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” lanjutnya.
Kepercayaan Amsakar kepada Li Claudia terlihat jelas menjelang keberangkatannya menunaikan ibadah haji pada 21 Mei 2026. Selama berada di Tanah Suci, ia mempercayakan jalannya roda pemerintahan Kota Batam kepada wakilnya.
Soliditas duet kepemimpinan ini juga tercermin dalam berbagai capaian pembangunan. Pertumbuhan ekonomi Batam meningkat dari 6,69 persen pada 2024 menjadi 6,76 persen pada 2025. Pada saat yang sama, angka kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.
Di sektor investasi, Batam mencatat realisasi sebesar Rp69,3 triliun sepanjang 2025, melampaui target yang ditetapkan. Kota ini juga meraih 25 penghargaan tingkat nasional dalam satu tahun.
Memasuki 2026, tren positif tersebut terus berlanjut. BP Batam mencatat investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp17,4 triliun, melonjak 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian itu menempatkan Batam sebagai kontributor terbesar investasi di Provinsi Kepulauan Riau dengan porsi mencapai 73,5 persen dari total realisasi investasi daerah.
Amsakar menegaskan seluruh pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, Forkopimda, DPRD, dan masyarakat.
Menurutnya, semangat kolaborasi dan kepemimpinan yang saling melengkapi harus terus dijaga agar Batam tetap tumbuh sebagai salah satu pusat investasi dan industri paling strategis di Indonesia.
Penulis : IZ

















