INIKEPRI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri pada April 2026 masih didominasi oleh wisatawan asal Singapura dan Malaysia.
Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto, mengatakan jumlah kunjungan wisman asal Singapura selama April 2026 mencapai 65.621 kunjungan atau sekitar 44,62 persen dari total kunjungan wisman ke Kepri. Sementara wisatawan asal Malaysia tercatat sebanyak 30.884 kunjungan atau 21 persen dari total kunjungan.
“Singapura masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisman ke Kepulauan Riau, disusul Malaysia,” kata Toto dalam keterangan pers di Tanjungpinang, Selasa (2/6/2026).
Selain Singapura dan Malaysia, negara penyumbang wisman terbesar berikutnya adalah Tiongkok sebanyak 8.837 kunjungan, India 5.775 kunjungan, Filipina 2.794 kunjungan, Inggris 2.172 kunjungan, Australia 2.149 kunjungan, Myanmar 2.052 kunjungan, Jepang 1.994 kunjungan, serta Korea Selatan 1.201 kunjungan.
BPS mencatat total kunjungan wisman ke Kepulauan Riau selama April 2026 mencapai 147.053 kunjungan. Angka tersebut mengalami penurunan tipis sebesar 3,09 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 151.736 kunjungan.
Menurut Toto, penurunan secara bulanan dipengaruhi berkurangnya jumlah hari libur pada April dibandingkan Maret. Pada Maret 2026 terdapat sejumlah momentum libur panjang seperti Cap Go Meh, Hari Raya Idulfitri, dan Hari Raya Nyepi yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Kepri.
“Pada April hanya terdapat momentum libur Paskah, sehingga berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan,” ujarnya.
Meski demikian, secara tahunan (year on year), jumlah kunjungan wisman ke Kepulauan Riau menunjukkan tren positif. Pada April 2026, kunjungan wisman meningkat 15,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kepulauan Riau pada April 2026 juga mengalami peningkatan. Rata-rata TPK hotel berbintang tercatat mencapai 46,60 persen atau naik 4,55 poin dibandingkan Maret 2026.
Berdasarkan klasifikasinya, hotel bintang tiga mencatat tingkat hunian tertinggi dengan TPK sebesar 49,63 persen. Sementara hotel bintang lima memiliki tingkat hunian terendah, yakni 36,73 persen.
Data tersebut menunjukkan sektor pariwisata Kepulauan Riau masih tumbuh positif dengan dukungan kuat dari wisatawan asal negara-negara tetangga, terutama Singapura dan Malaysia yang terus menjadi pasar utama kunjungan wisman ke daerah perbatasan tersebut.
Penulis : DI
Editor : IZ

















