INIKEPRI.COM – Program pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kota Batam terus menunjukkan perkembangan positif. Dari total 64 lokasi yang direncanakan, sebanyak 11 gedung telah rampung 100 persen dan siap mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam, Salim, mengatakan pembangunan Kopdes Merah Putih terus berjalan secara bertahap di berbagai wilayah. Selain 11 lokasi yang telah selesai, sejumlah bangunan lainnya kini telah mencapai progres sekitar 80 persen, sementara sisanya masih dalam proses pembangunan dan penyiapan lahan.
“Untuk yang sudah selesai 100 persen ada 11 lokasi, sementara beberapa lainnya sudah mencapai progres sekitar 80 persen. Sisanya masih dalam tahap pembangunan dan penyiapan lahan,” kata Salim, Rabu.
Sebanyak 42 lokasi pembangunan Kopdes Merah Putih telah masuk dalam daftar yang dikoordinasikan bersama Kodim 0316/Batam. Adapun 11 bangunan yang telah selesai berada di Kelurahan Tembesi, Sambau, Batu Besar, Sungai Langkai, Sungai Pelunggut, Mangsang, Tiban Indah, Duriangkang, Sungai Harapan, Sungai Lekop, dan Patam Lestari.
Sementara itu, pembangunan di Kelurahan Bukit Tempayan, Sungai Binti, dan Tanjung Piayu telah mencapai sekitar 80 persen. Sedangkan 22 lokasi lainnya masih dalam proses penyiapan lahan dan penyelesaian administrasi.
Menurut Salim, status lahan yang digunakan cukup beragam. Sebagian besar merupakan aset milik Pemerintah Kota Batam, sementara beberapa lokasi berasal dari hibah masyarakat serta lahan milik BP Batam.
“Untuk status lahannya mayoritas milik Pemkot Batam, ada juga yang hibah dari warga dan sebagian milik BP Batam. Beberapa lokasi masih dalam proses penyelesaian administrasi lahan,” ujarnya.
Meski sejumlah bangunan telah selesai, operasional penuh koperasi masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait sarana dan prasarana serta jenis usaha yang akan dijalankan.
“Kami masih menunggu petunjuk dari pusat terkait sarana-prasarana dan bentuk usaha koperasi yang akan dijalankan. Jadi untuk pengisian gerai dan aktivitas usaha masih menunggu arahan lebih lanjut,” jelasnya.
Salim menjelaskan, setiap Kopdes Merah Putih nantinya tidak akan memiliki jenis usaha yang seragam. Kegiatan usaha akan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Selain menyediakan gerai kebutuhan pokok, beberapa koperasi juga direncanakan melayani penjualan LPG hingga obat-obatan.
“Rata-rata memang akan ada gerai kebutuhan pokok, tetapi ada juga yang menjual LPG. Bahkan ada yang direncanakan menyediakan obat-obatan sesuai kebutuhan masyarakat setempat,” katanya.
Ia mencontohkan Kopdes Merah Putih di Kelurahan Sagulung Kota yang saat ini sudah mulai beroperasi meskipun pembangunan gedungnya belum selesai sepenuhnya.
“Di Sagulung Kota koperasinya sudah beroperasi. Selain gerai kebutuhan pokok juga ada penjualan LPG dan obat-obatan meskipun bangunannya belum 100 persen selesai,” ujarnya.
Pemerintah Kota Batam berharap pembangunan seluruh Kopdes Merah Putih dapat segera dituntaskan sehingga keberadaannya mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan, sekaligus memperkuat kemandirian dan kesejahteraan warga melalui sistem koperasi yang berkelanjutan.
Penulis : DI
Editor : IZ

















