INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Batam mulai mengerjakan pembangunan Jalan Lingkar Selatan Batam tahap pertama pada tahun 2026 sebagai upaya memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mengurangi kemacetan di sejumlah ruas utama.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Metra Dinata, mengatakan tahap awal pembangunan difokuskan pada ruas Sungai Pancur hingga Kampung Bagan yang menjadi bagian dari koridor Jalan Lingkar Selatan.
“Tahun ini kami mulai pembangunan Jalan Lingkar Selatan Batam. Tahap awal yang dikerjakan adalah ruas Sungai Pancur hingga Kampung Bagan sebagai bagian dari koridor jalan lingkar tersebut,” kata Metra di Batam.
Pada tahap pertama, Pemkot Batam mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar. Pekerjaan awal difokuskan pada pembangunan dua lajur jalan di ruas Sungai Pancur-Kampung Bagan.
Menurut Metra, panjang keseluruhan Jalan Lingkar Selatan mencapai 9,94 kilometer dan pembangunannya dilakukan secara bertahap melalui skema tahun jamak.
“Pengerjaan dilakukan bertahap. Untuk ruas Kampung Bagan, panjang yang mulai dikerjakan saat ini sekitar satu kilometer lebih,” ujarnya.
Selain memulai pekerjaan fisik, Pemkot Batam juga menyiapkan penyempurnaan Detail Engineering Design (DED) untuk seluruh tahapan pembangunan.
Metra menargetkan proyek strategis tersebut dapat rampung pada 2029 sehingga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas antarkawasan.
Ia menjelaskan Jalan Lingkar Selatan nantinya menjadi jalur alternatif yang menghubungkan kawasan industri dan permukiman di wilayah selatan Batam serta memangkas waktu tempuh perjalanan dari wilayah barat menuju timur kota.
“Jalan ini nantinya bisa menjadi jalur pintas dari Muka Kuning menuju Teluk Lengung, Kabil, hingga Nongsa. Dampaknya tentu dapat menghemat penggunaan bahan bakar kendaraan sekaligus membantu mengurai kemacetan,” katanya.
Secara keseluruhan, proyek Jalan Lingkar Selatan Batam membutuhkan anggaran sekitar Rp130,78 miliar dan akan menghubungkan Kecamatan Sei Beduk hingga Kecamatan Nongsa.
Pembangunan dibagi menjadi tiga seksi. Seksi I membentang dari Simpang Sungai Pancur hingga Kampung Bagan sepanjang 3,62 kilometer yang meliputi pekerjaan penambahan lajur dan pengaspalan jalan.
Seksi II menghubungkan Kampung Bagan hingga Simpang Teluk Lengung sepanjang 2,25 kilometer. Ruas ini menjadi bagian paling krusial karena mencakup pembangunan jembatan sepanjang 50 meter.
Sedangkan Seksi III sepanjang 4,09 kilometer akan menghubungkan Simpang Teluk Lengung hingga Simpang Jasinta Punggur.
Dari sisi teknis, Jalan Lingkar Selatan dirancang sesuai standar nasional dan akan dilengkapi drainase, penerangan jalan umum, serta peluang pengembangan jalur sepeda dan pedestrian pada masa mendatang.
Keberadaan jalan tersebut diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Batuaji, Sagulung, serta jalur menuju Bandara Hang Nadim. Selain itu, akses baru tersebut juga diyakini akan mendorong pertumbuhan kawasan industri dan permukiman di koridor Nongsa-Sei Beduk.
Dengan hadirnya Jalan Lingkar Selatan, arus kendaraan dari wilayah barat menuju timur Batam diharapkan tidak lagi bergantung pada jalur utama melalui Batam Center yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan pada jam sibuk.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















