INIKEPRI.COM – YouTube memperketat persyaratan monetisasi bagi kreator konten baru yang ingin memperoleh pendapatan dari tayangan iklan dan jumlah pelanggan. Perubahan tersebut membuat kreator harus memenuhi target jam tayang yang lebih tinggi dibandingkan ketentuan sebelumnya.
Dilansir dari laporan TechCrunch, Senin (10/8/2026) waktu setempat, ketentuan baru tersebut mulai diberlakukan pada 1 Februari. Kreator baru yang ingin mendapatkan penghasilan dari YouTube harus mengumpulkan sedikitnya 8.000 jam tayang dalam 12 bulan terakhir atau mencapai 20 juta penayangan Shorts dalam 90 hari terakhir.
Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan ketentuan sebelumnya yang mensyaratkan 1.000 subscriber dan 4.000 jam tayang dalam satu tahun terakhir. Untuk konten Shorts, sebelumnya kreator harus mencapai 10 juta penayangan dalam 90 hari.
YouTube memastikan perubahan tersebut tidak berlaku surut bagi kreator lama yang sudah tergabung dalam YouTube Partner Program (YPP).
Selain syarat masuk, YouTube juga menetapkan ketentuan bagi kreator Shorts untuk mempertahankan pendapatan melalui program Shorts Creators Pool. Kanal harus tetap mencapai sedikitnya 10 juta penayangan Shorts dalam 90 hari.
Jika tidak memenuhi target tersebut, kanal masih dapat menjadi bagian dari program mitra dan memperoleh pendapatan dari konten video berdurasi panjang. Pendapatan dari Shorts akan kembali diberikan setelah kanal berhasil mencapai kembali 10 juta penayangan dalam periode 90 hari.
YouTube Sesuaikan Aturan dengan Pertumbuhan Shorts
Perubahan persyaratan monetisasi tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan pesat platform video pendek YouTube.
YouTube mencatat Shorts kini telah mencapai lebih dari 200 miliar penayangan setiap hari. Di sisi lain, pengguna juga menghabiskan lebih dari 1 miliar jam setiap hari untuk menonton konten YouTube melalui perangkat televisi.
Dalam pengumuman yang sama, YouTube juga memperluas layanan Premium Lite ke seluruh negara yang telah menyediakan layanan YouTube Premium.
Premium Lite menawarkan pengalaman menonton dengan lebih sedikit iklan pada sebagian besar video. Pengguna juga mendapatkan fitur mengunduh video untuk ditonton secara luring serta memutar video di latar belakang.
Kehadiran pelanggan Premium tambahan juga berpotensi memberikan dampak terhadap pendapatan kreator.
YouTube menyebut kreator memperoleh bagian pendapatan berdasarkan waktu menonton dan jumlah penayangan yang berasal dari pelanggan. Untuk video berdurasi panjang, pembagian pendapatan ditetapkan sebesar 55 persen untuk kreator, sedangkan konten Shorts memperoleh 45 persen.
Menurut YouTube, kreator berpotensi memperoleh pendapatan lebih tinggi dari pengguna Premium dibandingkan pengguna yang menonton video dengan dukungan iklan.
Dengan perubahan tersebut, kreator baru kini harus bekerja lebih keras untuk memenuhi ambang monetisasi. Bukan hanya mengejar jumlah subscriber, tetapi juga mempertahankan konsistensi penayangan dan waktu tonton agar dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan platform.
Penulis : RP
Editor : IZ

















