Desil 9-10 Bakal Tak Bisa Beli Pertalite Bersubsidi, Siapa Saja yang Masuk Kategori Ini?

- Publisher

Sabtu, 15 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah mulai menyiapkan skema pembatasan pembelian BBM bersubsidi Pertalite berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Kelompok yang berada pada desil 9 dan 10 disebut akan menjadi sasaran pembatasan secara bertahap.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pemerintah masih akan mengkaji dampak kebijakan sebelum menerapkannya secara lebih luas.

Purbaya mengatakan, pembatasan kemungkinan akan dimulai dari kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

“Kita akan lakukan secara bertahap untuk melihat dampaknya seperti apa sih. Kalau misalnya di desil 10 saya setop enggak boleh beli Pertalite, bagaimana dampak ke ekonomi. Jadi kita akan bertahap,” ujar Purbaya.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperbaiki ketepatan sasaran subsidi energi. Namun, hingga saat ini pembatasan belum diberlakukan dan pemerintah masih membahas mekanisme teknisnya.

Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah memulai pembatasan dari masyarakat yang masuk desil 10, sebelum kemudian melihat kemungkinan penerapan terhadap kelompok lainnya.

Apa Itu Desil 9 dan 10?

Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Sistem ini membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok, mulai dari desil 1 yang berada pada tingkat kesejahteraan paling rendah hingga desil 10 yang berada pada tingkat paling tinggi.

BACA JUGA:  Menjaga Pemulihan Sektor Pariwisata di Daerah, Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal

Penentuan desil tidak semata-mata berdasarkan besarnya pendapatan seseorang setiap bulan.

Data kesejahteraan juga mempertimbangkan sejumlah indikator, seperti kondisi rumah dan tempat tinggal, kepemilikan aset, pekerjaan anggota keluarga, tingkat pendidikan, kepemilikan usaha, kondisi kesehatan, daya listrik, hingga jumlah anggota keluarga atau tanggungan.

Artinya, tidak ada satu angka pendapatan tertentu yang secara otomatis membuat seseorang masuk desil 9 atau 10.

Posisi sebuah keluarga ditentukan berdasarkan kondisi sosial-ekonominya secara keseluruhan dan dibandingkan dengan keluarga lainnya.

Gambaran Desil 1 hingga 10

Secara umum, pembagian desil menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat dari kelompok paling bawah hingga kelompok paling sejahtera.

Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah dan menjadi prioritas utama dalam berbagai program bantuan pemerintah.

Desil 2 dan 3 masih berada dalam kelompok masyarakat miskin dan rentan yang menjadi sasaran berbagai program perlindungan sosial.

Desil 4 umumnya menggambarkan kelompok rentan miskin. Kondisi ekonominya lebih baik dibanding kelompok terbawah, tetapi masih berpotensi mengalami tekanan ketika terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Desil 5 menggambarkan kelompok dengan kondisi ekonomi pas-pasan. Kelompok ini dapat memperoleh bantuan apabila memenuhi persyaratan dan tersedia kuota.

BACA JUGA:  Catat! Ini Lho Jenis Beras Bakal Kena Pajak PPN

Desil 6 berada pada kategori hampir mampu. Mereka secara umum tidak berada dalam kelompok miskin, tetapi kondisi ekonominya masih dapat berubah akibat situasi tertentu.

Desil 7 menggambarkan kelompok menengah ke bawah yang secara umum telah mampu memenuhi kebutuhan dasarnya secara mandiri.

Desil 8 berada pada kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah dan relatif stabil.

Sementara itu, desil 9 termasuk kelompok masyarakat menengah ke atas yang secara umum telah memiliki kondisi ekonomi lebih mapan.

Adapun desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi dalam pemeringkatan tersebut.

Karena itu, apabila pemerintah menerapkan pembatasan berdasarkan desil, masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 berpotensi menjadi kelompok yang tidak lagi mendapatkan akses terhadap Pertalite bersubsidi.

Namun, perlu digarisbawahi, rencana tersebut belum otomatis berarti seluruh warga desil 9 dan 10 saat ini sudah dilarang membeli Pertalite. Pemerintah masih menyusun mekanisme dan menguji dampaknya sebelum kebijakan diterapkan.

Bagaimana Cara Mengetahui Desil Keluarga?

Masyarakat dapat mengetahui posisi kesejahteraan keluarganya melalui sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Salah satu cara yang dapat digunakan adalah melalui layanan resmi Cek Bansos Kementerian Sosial.

BACA JUGA:  Pertumbuhan Ekonomi Tetap Baik, Diprakirakan Tumbuh 4,7-5,5 Persen

Secara umum, pengecekan melalui situs dilakukan dengan memasukkan data identitas seperti NIK sesuai KTP, kemudian mengikuti proses pencarian data yang tersedia pada sistem.

Masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi Cek Bansos setelah membuat dan melakukan verifikasi akun sesuai ketentuan yang berlaku.

Informasi desil penting diketahui karena data tersebut tidak hanya berkaitan dengan program bantuan sosial, tetapi mulai menjadi salah satu basis pemerintah dalam merancang kebijakan perlindungan sosial dan subsidi.

Subsidi Pertalite Masih Dikaji

Pemerintah kini menghadapi tantangan untuk memastikan subsidi energi benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan, tanpa memberikan manfaat subsidi secara berlebihan kepada kelompok yang secara ekonomi dinilai telah mampu.

Karena itu, pembatasan Pertalite berdasarkan desil menjadi salah satu skema yang sedang dikaji.

Penerapannya pun direncanakan bertahap agar pemerintah dapat melihat dampak ekonomi dan sosial yang muncul sebelum kebijakan diperluas.

Dengan demikian, desil 9 dan 10 merupakan kelompok yang disebut dalam rencana pembatasan, tetapi kebijakan tersebut belum berlaku secara penuh. Detail mengenai siapa yang nantinya benar-benar tidak dapat membeli Pertalite bersubsidi masih menunggu keputusan dan mekanisme resmi pemerintah.

Penulis : DI

Berita Terkait

Harga Pertamax di Batam Turun Mulai 1 Agustus 2026, Cek Daftar BBM Terbaru
Sambut HUT Ke-81 RI, PLN Batam Hadirkan Promo Tambah Daya Listrik Hanya Rp81 Ribu
Inflasi Batam Capai 4,75 Persen, Pemko Perkuat Sinergi dengan BI, Bulog, dan BPS Tekan Kenaikan Harga
Investasi Batam Tembus Rp29,89 Triliun, Serap Lebih dari 40 Ribu Tenaga Kerja pada Semester I 2026
Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI, Presiden Prabowo Resmi Terima Surat Pengunduran Diri
Amsakar Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Bank Sumut Bergabung Salurkan Kredit Bunga 0 Persen untuk UMKM
Modernisasi TPK Batu Ampar Pangkas Biaya Logistik Batam-Shanghai hingga 50 Persen
Resmi Berlaku, Prabowo Luncurkan BBM B50: Indonesia Stop Impor Solar, Harga Biosolar Tetap Rp6.800 per Liter

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Desil 9-10 Bakal Tak Bisa Beli Pertalite Bersubsidi, Siapa Saja yang Masuk Kategori Ini?

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Harga Pertamax di Batam Turun Mulai 1 Agustus 2026, Cek Daftar BBM Terbaru

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Sambut HUT Ke-81 RI, PLN Batam Hadirkan Promo Tambah Daya Listrik Hanya Rp81 Ribu

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:45 WIB

Inflasi Batam Capai 4,75 Persen, Pemko Perkuat Sinergi dengan BI, Bulog, dan BPS Tekan Kenaikan Harga

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:23 WIB

Investasi Batam Tembus Rp29,89 Triliun, Serap Lebih dari 40 Ribu Tenaga Kerja pada Semester I 2026

Berita Terbaru