Inflasi Batam Capai 4,75 Persen, Pemko Perkuat Sinergi dengan BI, Bulog, dan BPS Tekan Kenaikan Harga

- Publisher

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota (Pemko) Batam memperkuat sinergi bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, Bulog, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna mengendalikan laju inflasi yang mencapai 4,75 persen. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

Pemerintah Kota (Pemko) Batam memperkuat sinergi bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, Bulog, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna mengendalikan laju inflasi yang mencapai 4,75 persen. Foto: INIKEPRI.COM/Media Center Batam

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Batam memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, Perum Bulog, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menekan laju inflasi yang saat ini tercatat sebesar 4,75 persen. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat stabilitas harga kebutuhan pokok melalui kebijakan yang lebih terarah dan berbasis data.

Komitmen itu dibahas dalam pertemuan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, di VIP Room Ai Viola Cafe, Batam Centre, Rabu (29/7/2026). Pertemuan tersebut turut membahas evaluasi kondisi inflasi sekaligus merumuskan langkah-langkah pengendalian yang dinilai lebih efektif.

Firmansyah mengatakan Pemerintah Kota Batam selama ini telah menjalankan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga, mulai dari pelaksanaan operasi pasar murah, pemantauan harga komoditas secara berkala, hingga memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil pangan agar pasokan tetap terjaga.

BACA JUGA:  Warga Serbu Bazaar Ramadan bank bjb 1444H di Gedung Sate

“Pemko Batam secara konsisten menyelenggarakan operasi pasar murah di berbagai kecamatan bersama Bulog. Program ini tidak hanya bertujuan menjaga kestabilan harga, tetapi juga memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Menurut Firmansyah, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan koordinasi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Bank Indonesia, Bulog, BPS, distributor, hingga pelaku usaha agar setiap kebijakan mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan inflasi.

“Kita harus menyatukan langkah antara Pemko Batam, Bank Indonesia, Bulog, BPS, serta para penyalur. Dengan sinergi yang kuat, berbagai intervensi yang dilakukan diharapkan mampu menjadi stimulus efektif untuk mengendalikan inflasi di Kota Batam,” katanya.

Ia juga mengusulkan agar pelaksanaan operasi pasar murah ke depan lebih mengacu pada data statistik yang dimiliki BPS sehingga lokasi intervensi benar-benar menyasar wilayah yang mengalami tekanan harga paling tinggi.

BACA JUGA:  Gerakan Indonesia ASRI, Pemko Batam Gelar Gotong Royong Massal 11 Februari

“Selama ini lokasi operasi pasar banyak berasal dari usulan kecamatan. Ke depan kami berharap dukungan data BPS dapat menjadi dasar dalam menentukan lokasi sehingga pelaksanaannya lebih tepat sasaran dan mampu mengendalikan harga komoditas yang mengalami kenaikan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Batam, Devi Indriastuti, menyatakan pihaknya siap memperkuat dukungan data dalam upaya pengendalian inflasi di Batam.

Menurutnya, salah satu faktor yang mendorong kenaikan inflasi dalam beberapa waktu terakhir adalah dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang kemudian memicu kenaikan harga sejumlah komoditas.

“Kenaikan harga BBM pada bulan sebelumnya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan inflasi di berbagai daerah, termasuk Kota Batam,” jelas Devi.

BACA JUGA:  Kirab Kebangsaan Warnai Pembukaan HUT ke-80 RI di Batam, Amsakar Kobarkan Nasionalisme

Ia menilai stabilitas harga juga sangat bergantung pada kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan bahan pangan. Oleh karena itu, kerja sama dengan daerah penghasil komoditas perlu terus diperkuat agar pasokan tetap aman dan harga dapat dikendalikan.

“Salah satu langkah penting adalah memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil komoditas pangan. Jika pasokan terjaga, maka stabilitas harga di pasar juga akan lebih mudah dipertahankan,” ujarnya.

Devi menambahkan BPS siap menyediakan informasi mengenai komoditas yang mengalami lonjakan harga agar menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan bentuk intervensi yang paling tepat.

“Dengan data yang akurat dan terukur, pemerintah dapat menetapkan kebijakan yang lebih efektif sehingga kenaikan harga berbagai komoditas dapat dikendalikan dan tidak membebani masyarakat,” tutupnya.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Biaya Haji 2027 Resmi Disepakati Rp98,46 Juta, Pelunasan Turun Jadi Rp23,24 Juta
Gas Natuna Selangkah Lagi Mengalir ke Batam, Pipa Bawah Laut WNTS–Pemping Berhasil Diuji
Batam Dibidik Investasi Data Center, PLN Siapkan Tambahan Kapasitas Listrik
Rp11 Miliar Disiapkan, Pemko Batam Sudah Salurkan Rp2,73 Miliar ke 23 Usaha Mikro
BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026
Bawa iPhone 18 atau iPhone Duo dari Luar Negeri ke Indonesia, Ini Hitungan Bea Masuk dan Pajaknya
Adik Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo Menangkan Lelang Blok Migas Natuna D-Alpha
RKA 2027 Rp2,44 Triliun, BP Batam Perkuat Infrastruktur dan Percepatan Investasi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Biaya Haji 2027 Resmi Disepakati Rp98,46 Juta, Pelunasan Turun Jadi Rp23,24 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Gas Natuna Selangkah Lagi Mengalir ke Batam, Pipa Bawah Laut WNTS–Pemping Berhasil Diuji

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:44 WIB

Batam Dibidik Investasi Data Center, PLN Siapkan Tambahan Kapasitas Listrik

Senin, 28 September 2026 - 14:01 WIB

Rp11 Miliar Disiapkan, Pemko Batam Sudah Salurkan Rp2,73 Miliar ke 23 Usaha Mikro

Sabtu, 26 September 2026 - 08:30 WIB

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

Berita Terbaru