Cen Sui Lan Dorong FTZ Natuna: Jangan Biarkan Distribusi Tersendat, Harga Rakyat Melonjak

- Publisher

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Natuna Cen Sui Lan di ruang kerjanya saat berdialog dengan awak media. Foto: Istimewa

Bupati Natuna Cen Sui Lan di ruang kerjanya saat berdialog dengan awak media. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Ketergantungan Kabupaten Natuna terhadap pasokan barang dari luar daerah membuat kelancaran distribusi menjadi persoalan yang tidak bisa dianggap sepele.

Sedikit saja arus barang terganggu, dampaknya dapat langsung dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga kebutuhan pokok. Kondisi inilah yang kini menjadi perhatian Bupati Natuna, Cen Sui Lan.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga secara meluas atau inflasi, Cen Sui Lan mendorong agar Kabupaten Natuna masuk dalam pengembangan kawasan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPB-PB) atau Free Trade Zone (FTZ) di Kepulauan Riau.

Dorongan tersebut disampaikan Cen Sui Lan saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, karakteristik geografis Natuna sebagai daerah kepulauan dengan jarak yang jauh dari pusat distribusi membutuhkan kebijakan yang tidak bisa disamakan begitu saja dengan wilayah daratan.

Sebagian besar kebutuhan masyarakat Natuna masih harus didatangkan dari luar daerah. Karena itu, kelancaran arus barang menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas harga.

“Dengan adanya fasilitas FTZ tidak hanya dapat dinikmati oleh pelaku investasi namun juga oleh masyarakat setempat. Ketidakpastian hukum para investor juga akan tereliminasi nantinya,” ujar Cen Sui Lan.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Pimpin Evaluasi Siaga Darurat Bencana, Tekankan Pencegahan Karhutla dan Transparansi Bantuan

Jangan Sampai Distribusi Tersendat

Cen Sui Lan mengatakan, persoalan distribusi saat ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Natuna masih sangat bergantung pada pasokan barang dari luar wilayah. Kondisi tersebut membuat setiap hambatan dalam proses pemasukan barang berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap ketersediaan barang dan harga di pasaran.

Karena itu, pemerintah daerah terus berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk otoritas karantina, untuk mencari solusi atas kendala distribusi barang menuju Natuna.

“Saya langsung menghubungi Kanwil Karantina Provinsi, juga ikut membantu supaya kita mendapatkan kuota. Supaya ada diskresi untuk daerah kepulauan,” kata Cen Sui Lan.

Menurutnya, diperlukan kebijakan yang mampu melihat kondisi Natuna secara lebih spesifik.

Bukan semata-mata memberikan kelonggaran tanpa aturan, melainkan menghadirkan mekanisme yang tetap menjamin aspek pengawasan sekaligus tidak menghambat kebutuhan dasar masyarakat.

Cen Sui Lan menegaskan, barang yang masuk ke Natuna pada dasarnya diperuntukkan bagi konsumsi masyarakat setempat.

“Barang-barang memang untuk konsumsi masyarakat, bukan untuk dibawa keluar. Bagaimana mau dibawa keluar, orang kita terisolasi. Kita saja mendatangkan semua barang,” tegasnya.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan: Gunung Putri Harus Jadi Desa Percontohan Pertanian Natuna

Masyarakat yang Paling Terdampak

Bagi pemerintah daerah, persoalan distribusi bukan hanya perkara administrasi dan transportasi. Ujungnya adalah harga yang harus dibayar masyarakat.

Ketika pasokan terlambat atau jumlah barang yang masuk terbatas, biaya distribusi ikut meningkat. Beban tersebut pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap harga yang dibeli konsumen.

Cen Sui Lan mengingatkan, masyarakat Natuna berpotensi menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya.

“Kita khawatir masyarakat terdampak. Karena masyarakat harus mengeluarkan biaya dua kali lipat. Saya rasa ibu-ibu rumah tangga yang akan duluan ribut karena ini kebutuhan setiap hari,” ungkapnya.

Kekhawatiran tersebut menjadi alasan bagi Pemkab Natuna untuk terus mendorong adanya solusi jangka panjang, bukan hanya menyelesaikan persoalan distribusi ketika masalah sudah muncul.

FTZ Bukan Hanya untuk Investor

Cen Sui Lan melihat perluasan atau pengembangan FTZ ke Natuna sebagai salah satu opsi strategis untuk menjawab persoalan tersebut.

Menurutnya, fasilitas perdagangan bebas seharusnya tidak hanya dipandang dari sisi kemudahan investasi. Jika dirancang sesuai karakteristik daerah kepulauan, keberadaan FTZ juga dapat memberikan dampak terhadap masyarakat melalui kelancaran arus barang dan efisiensi biaya distribusi.

BACA JUGA:  Kunjungi Natuna, Gubernur Ansar Serahkan Bantuan Senilai Rp4,9 Miliar untuk Kecamatan Pulau Tiga

Natuna memiliki posisi strategis sekaligus tantangan geografis yang khas. Jarak yang jauh dari pusat distribusi membuat harga kebutuhan masyarakat sangat bergantung pada biaya logistik dan kelancaran transportasi.

Karena itu, Cen Sui Lan berharap pemerintah pusat dapat melihat kebutuhan Natuna melalui perspektif wilayah kepulauan.

Ia pun terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak agar persoalan distribusi barang dapat segera menemukan jalan keluar.

Harapannya, kebijakan yang nantinya diambil mampu menjaga dua kepentingan sekaligus: aturan tetap berjalan, tetapi kebutuhan masyarakat tidak tersandera oleh persoalan administrasi dan distribusi.

Dengan demikian, pasokan barang ke Natuna tetap lancar, harga kebutuhan pokok lebih terkendali, dan masyarakat tidak harus membayar mahal hanya karena tinggal jauh dari pusat distribusi.

Bagi Cen Sui Lan, persoalan ini pada akhirnya sederhana: masyarakat Natuna membutuhkan barang yang tersedia, aman, dan terjangkau.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Distribusi Pangan ke Natuna Tersendat, Cen Sui Lan Libatkan Pengusaha hingga BKHIT Cari Jalan Keluar
Kelarik Utara Cup 2026 Tuntas, Cen Sui Lan Dorong Turnamen Desa Makin Meriah
Kabut Asap Kepung Serasan, Pemkab Natuna Terapkan Belajar dari Rumah Mulai Besok
Maulid Nabi di Tengah Keluarga Serasan, Cen Sui Lan: Jaga Silaturahmi dan Persaudaraan
Sang Juara Ranai Darat Dibikin Tak Berkutik, Raja Mustakim Menang Apollo di Meja Domino
Beras untuk Keluarga, Cek Kesehatan untuk Masa Depan: Langkah Natuna Perkuat Perlindungan Warga
Raja Mustakim Sambangi Keluarga Warga yang Hilang di Hutan, Bawa Sembako dan Santunan
Gowes Pagi di Bukit Arai, Raja Mustakim Ajak Petugas Kebersihan Sarapan dan Berbagi Sembako

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Cen Sui Lan Dorong FTZ Natuna: Jangan Biarkan Distribusi Tersendat, Harga Rakyat Melonjak

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:14 WIB

Kelarik Utara Cup 2026 Tuntas, Cen Sui Lan Dorong Turnamen Desa Makin Meriah

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Kabut Asap Kepung Serasan, Pemkab Natuna Terapkan Belajar dari Rumah Mulai Besok

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Maulid Nabi di Tengah Keluarga Serasan, Cen Sui Lan: Jaga Silaturahmi dan Persaudaraan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Sang Juara Ranai Darat Dibikin Tak Berkutik, Raja Mustakim Menang Apollo di Meja Domino

Berita Terbaru