INIKEPRI.COM – Ada cerita sederhana dari aktivitas olahraga pagi di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Natuna, Bukit Arai, Kamis (27/8/2026).
Di sela-sela aktivitas gowes pagi, Ketua Dewan Pengarah dan Penasihat Yayasan KPDN, Raja Mustakim, berhenti sejenak setelah melihat belasan petugas kebersihan yang tengah bekerja.
Sekitar 14 pekerja, terdiri dari pemotong rumput, petugas kebersihan gedung dan penyapu jalan, terlihat menjalankan aktivitas mereka sejak pagi.
Raja Mustakim kemudian menghampiri para pekerja tersebut. Sapaan dan percakapan singkat berlanjut menjadi ajakan untuk sarapan bersama.
Belasan petugas kebersihan itu diajak melepas lelah dan menikmati sarapan di Kedai Prata Pagi Sore, Jalan Pramuka.
Suasana sarapan berlangsung sederhana dan penuh keakraban. Tidak ada jarak antara meja makan dan pekerjaan yang sehari-hari mereka jalani.
Kepedulian tersebut kemudian berlanjut. Seusai sarapan dan berbincang bersama, Raja Mustakim membagikan paket sembako serta tali asih kepada masing-masing pekerja.
Menurut Raja Mustakim, perhatian kepada para pekerja lapangan merupakan bentuk penghargaan atas peran mereka dalam menjaga kebersihan dan keindahan daerah.
“Kemajuan Natuna tidak hanya dilihat dari bangunan fisiknya, tetapi juga dari seberapa besar empati dan kepedulian kita terhadap sesama,” katanya.
Ia menyebut para pekerja kebersihan sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Meski bekerja di balik layar, keberadaan mereka ikut menentukan wajah kawasan pemerintahan dan lingkungan Natuna.
“Saudara-saudara kita para pekerja kebersihan ini adalah pahlawan yang berjuang di akar rumput. Duduk dan sarapan bersama mereka hari ini bukan sekadar berbagi rezeki, melainkan wujud rasa hormat dan terima kasih atas keringat mereka yang menjaga keindahan daerah kita,” ujarnya.
Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap para pekerja yang setiap hari berada di lapangan, memastikan lingkungan tetap bersih dan tertata.
Dari sebuah aktivitas gowes pagi, lahir sebuah perjumpaan sederhana yang mengingatkan bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus menunggu sebuah acara besar.
Terkadang, cukup dengan berhenti sejenak, menyapa, duduk bersama dan berbagi, seseorang bisa membuat pagi orang lain terasa lebih berarti.
Penulis : IZ

















