INIKEPRI.COM — Kabar baik bagi santri berprestasi dari keluarga duafa yang tengah mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali membuka Beasiswa Santri BAZNAS 2026. Tahun ini, sebanyak 2.500 santri dari berbagai daerah di Indonesia disiapkan menjadi penerima program.
Pendaftaran akan dimulai 1 September hingga 14 September 2026. Program tersebut diperuntukkan bagi santri kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) atau sederajat yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik dan ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Program Beasiswa Santri BAZNAS 2026 resmi diperkenalkan di Pondok Pesantren Al-Wahabiyah, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan program tersebut merupakan salah satu upaya memperluas kesempatan santri untuk mengakses pendidikan tinggi.
Sejak 2021 hingga 2025, Beasiswa Santri BAZNAS disebut telah memberikan manfaat kepada 32.418 santri dari berbagai daerah di Indonesia.
“Hingga kini, program Beasiswa Santri BAZNAS ini, kami telah bermitra dengan ribuan pesantren dan merangkul 32.418 santri dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia untuk melangkah ke perguruan tinggi,” ujar Sodik.
Program tersebut juga diarahkan untuk membuka jalan bagi santri dari keluarga kurang mampu agar memiliki kesempatan yang lebih besar menembus perguruan tinggi negeri.
Pada 2025, dari total 10.000 penerima manfaat, sebanyak 4.779 santri disebut merupakan generasi pertama di keluarganya yang berkesempatan mengejar pendidikan hingga jenjang sarjana.
“Dari pesantren, kita berharap lahir dokter, insinyur, akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, dan pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Dapat Bantuan Rp4 Juta
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan setiap santri yang dinyatakan sebagai penerima Beasiswa Santri BAZNAS akan mendapatkan bantuan sebesar Rp4 juta.
Dana tersebut bersumber dari pengelolaan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Tidak hanya bantuan pendidikan, program ini juga mencakup pembinaan bagi santri serta peningkatan kapasitas pesantren dalam menjalankan program.
Menurut Idy, program tersebut salah satunya ditujukan untuk menjawab keterbatasan akses santri, terutama mereka yang berada di wilayah pelosok, untuk mendapatkan pendampingan dalam persiapan masuk perguruan tinggi.
“Melalui program ini, BAZNAS memfasilitasi pendampingan semacam bimbingan belajar agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menembus perguruan tinggi negeri favorit, baik umum maupun agama,” ujarnya.
Siapa yang Bisa Mendaftar?
Beasiswa Santri BAZNAS 2026 memiliki sejumlah persyaratan.
Calon penerima harus merupakan Warga Negara Indonesia, berasal dari pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama dan memiliki Nomor Statistik Pesantren (NSP/NSPP).
Calon peserta juga harus berstatus sebagai siswa aktif kelas 12 MA atau sederajat pada sekolah formal. Status tersebut dibuktikan melalui Surat Keterangan Aktif Sekolah dan kepemilikan NISN.
Selain itu, santri harus memiliki akhlak terpuji, memperoleh rekomendasi dari pimpinan pesantren, memiliki wawasan serta komitmen terhadap nilai-nilai keislaman, dan mempunyai prestasi akademik dan/atau nonakademik.
Ada pula sejumlah persyaratan khusus.
Santri yang diajukan harus berasal dari keluarga duafa, mendapatkan persetujuan orang tua atau wali untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, serta tidak memiliki kewajiban pengabdian di pesantren setelah menyelesaikan pendidikan MA atau sederajat.
Penerima juga wajib mengikuti seluruh rangkaian program dan tidak diperkenankan menerima beasiswa lain yang serupa apabila dinyatakan lolos.
Pesantren yang Mendaftarkan
Pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS 2026 dilakukan oleh pihak pesantren, bukan secara mandiri oleh santri.
Karena itu, pesantren harus menyiapkan sejumlah dokumen administrasi, antara lain izin operasional pesantren dari Kementerian Agama yang mencantumkan NSP/NSPP, struktur organisasi pesantren, SK pengangkatan pimpinan, KTP pimpinan, buku rekening pesantren, sertifikat NPSN, sertifikat akreditasi sekolah, hingga dokumentasi bangunan pesantren.
Pesantren juga harus menyiapkan Surat Keterangan Aktif Sekolah dan Surat Keterangan Tidak Ada Kewajiban Mengabdi.
Selain dokumen kelembagaan, pesantren perlu menyampaikan Data Terpadu Santri (DTS) yang memuat data individu santri, data sekolah, serta hasil seleksi internal pesantren.
Calon penerima juga diminta membuat Motivation Letter Santri (MLS) berupa esai singkat yang berisi motivasi, kampus tujuan, serta kontribusi sosial yang pernah dilakukan.
Pesantren juga harus menyusun strategi pelaksanaan program yang mencakup rencana kegiatan, data lulusan tiga tahun terakhir, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta mekanisme pendampingan santri kelas 12.
Pendaftaran Dimulai 1 September
Bagi pesantren yang ingin mengikuti program tersebut, pendaftaran dilakukan secara daring.
Tahap pertama adalah mempelajari petunjuk teknis dan mengunduh format dokumen persyaratan. Selanjutnya, seluruh dokumen diunggah melalui sistem pendaftaran yang telah disediakan BAZNAS.
Rangkaian seleksi Beasiswa Santri BAZNAS 2026 berlangsung dalam beberapa tahap.
– Pendaftaran: 1–14 September 2026
– Seleksi administrasi: 15–30 September 2026
– Seleksi substansi: 1–10 Oktober 2026
– Pengumuman SK kelulusan: 17 Oktober 2026
– Daftar ulang: 17–21 Oktober 2026
Sistem seleksi bersifat gugur. Artinya, peserta yang tidak lolos pada satu tahapan tidak dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Bagi santri di Kepulauan Riau yang memenuhi kriteria, program ini menjadi salah satu peluang untuk memperluas jalan menuju perguruan tinggi.
Dari ruang-ruang pesantren, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan kini terbuka lebih jauh. Bukan hanya soal bantuan Rp4 juta, tetapi juga pendampingan agar santri memiliki bekal yang lebih kuat menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi.
Karena itu, bagi santri kelas 12 dan pesantren di Kepri yang memenuhi persyaratan, 14 hari masa pendaftaran menjadi waktu yang patut dimanfaatkan sebaik mungkin.
Penulis : RP
Editor : IZ

















