INIKEPRI.COM – Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Natuna dalam menghadapi potensi bencana di wilayah kepulauan dan perbatasan. Sebanyak enam aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna kini resmi menyandang jabatan fungsional Analis Kebencanaan.
Pengangkatan tersebut dilakukan melalui penyesuaian jabatan dan ditetapkan berdasarkan Keputusan Bupati Natuna Nomor 233/BKPSDM/2026 tentang Pengangkatan Melalui Penyesuaian Dalam Jabatan Fungsional Analis Kebencanaan.
Pelantikan berlangsung di Kantor Bupati Natuna, Selasa (1/9/2026), dan dipimpin langsung Bupati Natuna Cen Sui Lan.
Enam ASN tersebut berasal dari berbagai posisi sebelumnya di lingkungan BPBD. Mereka kemudian ditempatkan dalam jenjang jabatan fungsional sesuai bidang tugas masing-masing, mulai dari pencegahan dan kesiapsiagaan hingga kedaruratan, logistik, rehabilitasi dan rekonstruksi.
Mereka terdiri atas Raja Darmika, S.T., M.A.P., yang sebelumnya menjabat Kepala Pelaksana BPBD, kini menjadi Analis Kebencanaan Ahli Madya pada Bidang Kedaruratan dan Logistik.
Kemudian Nurul Huda, S.T., M.A.P., sebelumnya Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, diangkat sebagai Analis Kebencanaan Ahli Madya pada bidang yang sama.
Selanjutnya Helmi Murdani, S.E., diangkat sebagai Analis Kebencanaan Ahli Muda pada Bidang Kedaruratan dan Logistik.
Sementara Warijo, S.I.P., menjadi Analis Kebencanaan Ahli Pertama pada Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Tasri Wira Kusuma, S.Pd., menempati jabatan Analis Kebencanaan Ahli Pertama pada Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan.
Adapun Supriadi, S.A.P., diangkat sebagai Analis Kebencanaan Ahli Pertama pada Bidang Kedaruratan dan Logistik.
Keputusan pengangkatan tersebut ditetapkan di Ranai pada 5 Agustus 2026 dan berlaku terhitung sejak 6 Agustus 2026.
Cen Sui Lan: Jabatan Baru Bukan Sekadar Perubahan Administratif
Di hadapan pejabat dan ASN yang hadir, Cen Sui Lan mengingatkan bahwa perubahan jabatan harus diikuti dengan peningkatan tanggung jawab.
Menurutnya, tugas di bidang kebencanaan memiliki karakter khusus karena menyangkut keselamatan dan kebutuhan masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.
“Selamat kepada enam ASN yang hari ini mendapatkan jabatan fungsional Analis Kebencanaan. Ini bukan hanya perubahan jabatan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Cen Sui Lan.
Ia meminta para pejabat fungsional tersebut terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme. Terlebih, penanganan bencana membutuhkan respons yang cepat sekaligus keputusan yang tepat.

“Saya berharap dengan jabatan baru ini, kemampuan dan profesionalisme saudara-saudara semakin meningkat. Hadirlah ketika masyarakat membutuhkan, bekerja dengan cepat, tepat dan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat,” pesannya.
Pesan tersebut menempatkan jabatan fungsional bukan hanya sebagai jenjang karier aparatur, tetapi juga sebagai bagian dari sistem pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Dari Pencegahan hingga Pemulihan
Penataan jabatan di BPBD Natuna diharapkan membuat pembagian keahlian dalam penanggulangan bencana semakin jelas.
Penanganan bencana tidak berhenti pada saat keadaan darurat terjadi. Tahap pencegahan dan kesiapsiagaan dibutuhkan untuk mengurangi risiko, sementara kemampuan kedaruratan dan pengelolaan logistik menjadi penting ketika bencana terjadi.
Setelah itu, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dibutuhkan untuk membantu masyarakat serta wilayah terdampak kembali pulih.
Dengan ditempatkannya enam ASN tersebut pada bidang-bidang berbeda, Pemkab Natuna berharap kapasitas aparatur dalam menangani seluruh siklus kebencanaan dapat semakin kuat.
Cen Sui Lan pun meminta para pejabat yang baru menduduki jabatan fungsional tersebut menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi.
“Jadikan jabatan ini sebagai kesempatan untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi dan memberikan pengabdian terbaik,” katanya.
Bagi Natuna yang memiliki karakter wilayah kepulauan dengan tantangan geografis tersendiri, kesiapan aparatur kebencanaan menjadi bagian penting dari pelayanan pemerintah.

Karena ketika bencana datang, masyarakat tidak hanya membutuhkan pemerintah yang hadir, tetapi juga aparatur yang tahu apa yang harus dilakukan, bergerak cepat dan mampu mengambil langkah yang tepat.
Dengan penguatan jabatan fungsional ini, Pemkab Natuna berharap pelayanan dan perlindungan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana dapat semakin responsif dan profesional.
Penulis : RP
Editor : IZ

















