INIKEPRI.COM – Meja domino kembali menjadi panggung pembuktian H Raja Mustakim. Kali ini, Ketua Dewan Pengarah Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) itu mendapat tantangan dari dua kepala desa dalam sebuah pertandingan ekshibisi, Selasa (1/9/2026).
Dua kepala desa yang mencoba menghentikan laju Raja Mustakim adalah Herman, Kepala Desa Kadur, Kecamatan Pulau Laut, dan Nuradi, Kepala Desa Tanjung Balau, Kecamatan Serasan.
Namun duel tersebut justru berakhir dengan kemenangan telak Raja Mustakim bersama pasangannya. Pertandingan ditutup dengan skor 3-0, sekaligus memperpanjang catatan kemenangan yang dikenal dengan istilah “taji apollo” di kalangan komunitas domino setempat.
Pada set pertama, pasangan Raja Mustakim langsung mengambil kendali permainan. Perolehan poin terus bertambah hingga mencapai 18, kemudian 48 dan 64.
Memasuki game berikutnya, pasangan tersebut kembali mengumpulkan 43 poin. Total perolehan mencapai 107 poin, sementara pasangan Herman-Nuradi belum mendapatkan angka.
Set pertama pun berakhir dengan skor 107-0, membuat Raja Mustakim langsung unggul 2-0 melalui kemenangan apollo.
Duel berikutnya berlangsung lebih ketat. Pasangan dua kepala desa berusaha mengejar ketertinggalan dan sempat membuat permainan berjalan sengit.
Perolehan poin kedua pasangan bahkan saling berkejaran. Pada satu fase pertandingan, skor berada di angka 84-81 untuk keunggulan tipis pasangan Raja Mustakim.
Namun momentum tersebut kembali berhasil dipertahankan. Raja Mustakim dan pasangannya akhirnya mengamankan set kedua dan memastikan kemenangan 3-0.
Pertandingan ekshibisi pun berakhir tanpa mampu membendung rekor Raja Mustakim di meja domino.
Bukan Sekadar Menang-Kalah
Bagi Raja Mustakim, domino tidak semata-mata soal siapa yang menang atau kalah.
Ia melihat permainan tersebut sebagai ruang untuk mempertemukan masyarakat, membangun komunikasi dan mempererat persaudaraan.
“Domino ini sudah menjadi olahraga resmi di Indonesia. Namun di balik bermain domino ini, yang penting bagi kita adalah meningkatkan silaturahmi dan persatuan untuk membangun negeri,” kata Raja Mustakim.
Kecintaannya terhadap domino sendiri bukan hal baru. Ia mengaku telah mengenal permainan tersebut sejak berusia 17 tahun. Pada masa remaja, Raja Mustakim bahkan pernah menjadi juara pertama dalam turnamen domino di wilayah Kecamatan Kuantan Tengah, yang saat itu masih menjadi bagian dari Kabupaten Indragiri Hulu.
Pengalaman panjang tersebut menjadi salah satu latar belakang yang membuat namanya cukup dikenal di kalangan pencinta domino.
Sebelum menghadapi dua kepala desa, Raja Mustakim juga tercatat baru saja memenangkan pertandingan melawan Idham Chalid, Kepala Cabang BRK Syariah Natuna yang sebelumnya pernah menjadi juara di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Dalam pertandingan tersebut, pasangan Raja Mustakim menang dengan skor 8-3 dan sempat mencatat kemenangan apollo.
Kini, tantangan dari dua kepala desa pun telah dilewati.
Bagi komunitas domino Natuna, pertandingan-pertandingan seperti ini bukan hanya soal mempertahankan rekor, tetapi juga menjadi cara sederhana mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana santai, kompetitif dan penuh keakraban.
Setiap pertandingan melahirkan jawara. Tetapi setiap jawara yang datang, sejauh ini, masih harus mengakui satu nama: sang raja, Raja Mustakim.
Penulis : IZ

















