INIKEPRI.COM – Data penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Natuna tidak dibiarkan berjalan statis. Pemerintah daerah melakukan pembaruan secara berkala untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan, pembenahan data menjadi bagian penting dalam memperbaiki ketepatan sasaran penyaluran bansos.
Hal tersebut disampaikannya kepada awak media seusai membuka Workshop Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Gedung Sri Serindit, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Batu Hitam, Rabu (2/9/2026).
Menurut Cen Sui Lan, kondisi ekonomi masyarakat dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, data penerima bantuan juga harus mengikuti perubahan tersebut.
“Update-nya biasa. Sebulan sekali kita update terus, sedangkan pembaruannya tiga bulan sekali,” kata dia.
Desil 6–10 Dinonaktifkan
Dalam evaluasi penerima bansos, pemerintah menggunakan kategori desil yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Cen Sui Lan menjelaskan, masyarakat yang masuk dalam desil 6 hingga 10 menjadi salah satu kelompok yang dinonaktifkan dari penerima bantuan karena dinilai memiliki tingkat kesejahteraan yang relatif lebih baik dibandingkan kelompok masyarakat rentan dan miskin.
“Yang kita nonaktifkan itu desil 6–10. Artinya mereka hampir mampu. Kalau saya menanggung semua itu kan tidak benar bagi yang lain,” ujarnya.
Kebijakan tersebut, kata Cen Sui Lan, dilakukan agar anggaran bantuan sosial dapat lebih difokuskan kepada masyarakat yang memang membutuhkan.
Ia menilai ketepatan data menjadi kunci. Ketika masyarakat yang kondisi ekonominya sudah lebih baik masih tercatat sebagai penerima, sementara warga yang lebih membutuhkan belum tersentuh, maka tujuan program bantuan menjadi tidak optimal.
“Kenapa? Agar anggarannya bisa dipergunakan untuk yang lain. Sedangkan kita tahu masyarakat yang membutuhkan, kita bisa membantu melalui bantuan sosial dan lain-lain,” katanya.
Kepala Desa Diminta Peka
Cen Sui Lan juga meminta kepala desa tidak hanya memahami urusan administrasi pemerintahan, tetapi aktif membaca kondisi sosial masyarakat di wilayahnya.
Menurutnya, kepala desa memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat dan mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di tingkat bawah.
Ia berharap kepala desa memanfaatkan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas untuk memperkuat pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan sekaligus kebutuhan masyarakat.
“Harus semangat menjadikan kesempatan untuk menambah wawasan, menambah ilmu agar pengelolaan tata kelola desa dan keuangan bisa lebih baik lagi. Dan tentunya lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Bagi Cen Sui Lan, pembaruan data bansos tidak cukup hanya mengandalkan sistem. Informasi dari desa dan kepekaan aparatur terhadap perubahan kondisi warga juga diperlukan agar data yang digunakan pemerintah benar-benar menggambarkan keadaan masyarakat.
Dana Desa Juga Harus Transparan
Dalam kesempatan yang sama, Cen kembali mengingatkan kepala desa mengenai pentingnya transparansi dalam penggunaan Dana Desa.
Ia menegaskan bahwa Dana Desa bukan anggaran milik pribadi kepala desa, melainkan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.
“Kalau itu Dana Desa itu bukan untuk kepala desa, tapi itu untuk masyarakat. Jadi memang harus transparan dipergunakan untuk apa,” tegasnya.
Menurut Cen Sui Lan, penggunaan Dana Desa telah memiliki ketentuan dan alokasi tertentu, termasuk untuk program ketahanan pangan maupun kegiatan sosial.
“Sudah ada aturannya. Untuk ketahanan pangan berapa persen, untuk sosial berapa persen. Jadi sudah ada aturannya dan itu harus transparan,” ujarnya.
Pembenahan data bansos dan transparansi pengelolaan Dana Desa, menurut Cen Sui Lan lagi, berada dalam satu tujuan: memastikan anggaran pemerintah tidak berhenti sebagai angka dalam dokumen, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Di Natuna, kebutuhan itu menjadi semakin penting karena pemerintah harus memastikan program bantuan mampu menjangkau warga yang tepat, sementara pengelolaan anggaran desa berjalan terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan data penerima yang terus diperbarui, Cen Sui Lan pun berharap tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru terlewatkan.
Penulis : RP
Editor : IZ

















