Cek Fakta : Dukhan dan Suara Dahsyat Akan Muncul pada 15 Ramadan, Benarkah?

Batam, inikepri.com – Beredar di whatsapp dan media sosial tentang akan terjadinya Dukhan dan Suara Dahsyat yang akan muncul pada 15 Ramadhan.

Berikut narasinya :

*Bila TERJADI DUKHOON*
ingat!!! bila terjadi dan kita doa TDK terjadi (Kabut )😫😯

Bulan MEI tgl 15 hari jum’at 2020 habis sholat subuh pada pertengahan puasa akan terjadinya bala yg di turunkan oleh Allaah Swt dari atas langit . Kalau tak percaya buka ” Al- Qur’an ”    yg artinya .
 *” maka tunggulah langit membawa azab yg nyata ” ( Q.S.AD – Dukhoon ayat 10 )-*

Kita semua harus sudah siap jika turunnya bala yg di turunkan oleh Allah .
Baca do’a waktu tibanya Kabut Dukhoon

 * Do’a nya *
*Subahaana Malikil Kuddus 3x*
*Laa ilaaha illa anta subhaanaka Inni kuntum minadzdzoolimiin .*
Do’a  ini dibacakan ketika bala akan tiba ,,,

Ketika bala tiba , masuklah ke dlm rumah , tutuplah pintu dan jendela supaya Asap yg jatuh dari langit tidak masuk ke dalam rumah , lalu menghadap ke kiblat dan sujud, tutuplah telinga mu , lalu berselimut dan baca doa yg di atas .

Kalau ingin menolong saudara2 kita umat Islam kirimlah ke semua orang ,,, smg menjadi amal sholih ” aamiin yaa robbal’aalamiin”

Benarkah Dukhan dan suara dahsyat akan terjadi di tanggal 15 Ramadhan ini?

Penelusuran Fakta

Tim cekfakta menelusuri klaim kabut tebal dan suara keras akan muncul, pada Jumat pertengahan Ramadan, menggunakan Google Search dengan kata kunci “suara keras pertengahan Ramadhan”. Penelusuran mengarah pada artikel berjudul “UAS Jelaskan Hadis Prahara 15 Ramadhan” yang dimuat situs republika.co.id, pada 2 Mei 2020.

Dalam artikel tersebut Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan penjelasan, kabar tersebut merupakan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Abdillah al-Hakim terdapat dalam Kitab al-Fitan karya Nu’aim ibn Hamad. Hadis yang sama juga dapat ditemukan dalam kitab Akhbar Ashbahan.

Hadis itu memang menyebutkan, pada tanggal 15 Ramadan malam Jumat, akan terjadi suara keras yang mengejutkan. Suara atau tiupan itu akan membangunkan orang-orang yang tertidur, mengejutkan orang yang terjaga, membuat para perempuan keluar dari tempat pingitannya.

Hadis itu juga menyatakan, pada tanggal itu akan terjadi banyak gempa bumi.

Para pakar hadis dari masa-masa silam pun sudah memberikan komentarnya. UAS mencontohkan, Imam al-‘Uqaili dalam kitab ad-Dhu’afa’ al-Kabir, Juz IV, halaman 52 mengatakan, hadis tersebut tidak ada dasar sanadnya dari periwayat yang tepercaya (tsiqah). Hadis itu tidak pula dari riwayat yang kuat.

Imam Ibnu al-Jauzi berkata dalam Kitab al-Maudhu’at Juz III, halaman 191, hadis itu hadis palsu. Begitu pula menurut Imam ad-Dzahabi, hadis itu hadis palsu.

Kesimpulannya, hadis mengenai huru-hara pada pertengahan Ramadhan adalah hadis yang palsu. Oleh karena itu, hadis itu tak bisa dijadikan sebagai hujjah.

Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul “Viral Isu Kiamat pada 15 Ramadan, Peneliti LAPAN Ingatkan Keesaan Allah” dimuat situs liputan6.com, pada 5 Mei 2020.

Dalam artikel tersebut, Abdul Rachman, peneliti sains antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), kepada Liputan6.com mengatakan bahwa tidak ada dalil agama yang mengindikasikan bahwa ad-dukhan akan terjadi pada 15 Ramadan kali ini.

“Hadis yang dijadikan dalil dukhan pada 15 Ramadan adalah hadis palsu. Lagipula, berdasarkan pengamatan dan permodelan asteroid dan komet tidak ada indikasi bahwa akan ada tabrakan dengan Bumi dalam waktu dekat ini, bahkan hingga 100 tahun ke depan,” ujarnya.

Meski demikian, sebagai umat beriman, peneliti yang kini tinggal di Bern, Swiss, ini mengatakan bawah benda-benda langit dan seluruh alam semesta adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang dengan memahaminya hendaknya menjadikan kita lebih dekat terhadap Allah SWT.

Abdul Rachman, yang sedang menempuh studi doktoral di Jurusan Astronomi, University of Bern, menegaskan bahwa benda langit seperti meteor memang bisa mengakibatkan kerusakan di permukaan Bumi dari skala kecil hingga besar, bahkan mengakibatkan kepunahan global.

“Ini bisa terjadi kapan saja, maka kita sebagai orang beriman harus bersiap menghadapinya,” kata Abdul Rahman.

Kesimpulan

Kabar kabut tebal dan suara keras akan muncul, pada Jumat pertengahan Ramadan bersumber dari hadis yang lemah, bahkan sebagian ulama menyebutnya sebagai hadis palsu.

Dari sisi ilmu astronomi, berdasarkan pengamatan dan permodelan asteroid dan komet tidak ada indikasi bahwa akan ada tabrakan dengan Bumi dalam waktu dekat ini, bahkan hingga 100 tahun ke depan.

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img

Berita Populer