“Catatan Pelepas Penat”, Tradisi Intelektual, Legacy Kepemimpinan Amsakar Achmad

- Publisher

Minggu, 14 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – “Catatan Pelepas Penat” yang ditulis Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad secara berseri di Facebook pribadinya, menyita perhatian publik. Lalu mengapa disebut Catatan Pelepas Penat?

Dalam satu unggahannya, Wakil dari Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR) ini menjelaskan:

“Catatan itu dibuat di sela-sela waktu senggang, saat mau tidur, saat di dalam mobil, saat lepas aktivitas, saat sedang fresh ketika kata-kata datang menggoda. Setelah jadi, catatan itu membuatku betul-betul seperti lepas dari penat.”

Kebiasaan HAM ini cukup unik. Sebab, di saat banyak yang mengusir lelah, mengisi ulang tenaga dengan hang out atau plesir, suami Hj Erlita Sari Amsakar ini malah menulis.

Mungkin saat ini mata kita mulai terbuka, bahwa kegiatan yang membutuhkan koordinasi antara motorik jari-jemari, otak, dan penglihatan ini ternyata efektif untuk mengusir segala kejenuhan.

BACA JUGA:  Sambut Ramadan, Amsakar Achmad : Mari Bersihkan Hati

Kuncinya terletak saat menyalurkan rasa melalui media kertas atau mengetik di komputer secara visual. Inilah yang menjadi obat ampuh menghilangkan stres. Sekaligus terapi untuk diri sendiri.

Kebiasaan HAM dalam menulis ini jua mengingatkan kita kepada kalimat legendaris yang ditulis Pramoedya Ananta Toer dalam cerita “Rumah Kaca.”

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah,” katanya.

Kutipan tersebut secara jelas menyebut bahwa betapa pentingnya menulis. Kepandaian terbaik pun akan kurang lengkap jika seseorang tidak menulis.

BACA JUGA:  IBA Batam Salurkan Bantuan Sembako Ke Panti Kasih Kasihan Piayu

Dengan menulis kita membuat sejarah. Dengan menulis kita menggoresakan tinta ke dalam sejarah kehidupan banyak orang.

“Verba volant, scripta manent,” kata peribahasa Latin. Artinya, kata-kata lisan dapat dilupakan dengan mudah, tetapi tulisan-tulisan akan tetap ada.

Tak banyak pejabat yang menjadikan kebiasaan menulis apalagi sampai berseri, sebagai tradisi intelektualnya. Untuk legacy di masa depan.

Dengan terbiasa menulis panjang, seseorang akan terbiasa berpikir panjang, mengerti bagaimana melahirkan sintesa dan memunculkan kesimpulan sehingga akan ada alur diskusi dan dialektika yang baik.

Sehingga, diakui atau tidak, Catatan Pelepas Penat Amsakar Achmad ini, menjadi oase bahkan contoh pejabat lain bukan hanya di Batam, bahkan di Indonesia, di tengah minimnya budaya literasi saat ini.

BACA JUGA:  Wali Kota Amsakar Tanggapi Pandangan Fraksi DPRD soal Laporan APBD 2024

Kenapa disebut begitu? Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, mantan rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pernah menjelaskan:

Dalam tradisi penulisan sejarah, terutama sejarah Islam, terdapat tradisi penulisan biografi ulama yang pada zamannya mungkin tidak begitu penting artinya.

Tetapi pada zaman berikutnya malah menjadi sumber historiografi yang kaya, sebagai kaitan yang menghubungkan mata rantai dalam kajian-kajian keislaman.

Berangkat dari sini, bisa jadi suatu saat nanti Catatan Pelepas Penat Amsakar Achmad yang berisi bagaimana dia saat berinteraksi dengan lingkungan sosial, akademik dan ide-ide pentingnya yang dianggap berpengaruh dalam kehidupan, akan menjadi studi penting untuk digali oleh generasi penerus nanti. Kaum intelektual, tentu saja.

Berita Terkait

Siswi MIN 1 Batam Nayla Sary Khairani Raih Juara 2 IPAS OMI Tingkat Provinsi 2026
PLN Batam Tangani Gangguan Kelistrikan, Upayakan Pemulihan Sistem Secara Bertahap
Festival Transmigrasi 2026, Momentum Perkenalkan Potensi dan Masa Depan Rempang Eco City
BP Batam Gelar Salat Istisqa Bersama Ratusan Warga di Waduk Nongsa
Ribuan Warga Padati Sagulung Merdeka Fest 2026, Amsakar Sebut Kebersamaan Jadi Kekuatan Batam
Investasi Jangan Hanya Menumpuk di Batam, Sturman Dorong Pembangunan Natuna hingga Anambas
Batam Lirik Lingga untuk Pasokan Air Baku, Investasi Besar Jadi Tantangan
Warga Sungai Beduk Keluhkan Air Bersih, Lahan Pemakaman 4,76 Hektare Masih Tunggu Pusat

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Siswi MIN 1 Batam Nayla Sary Khairani Raih Juara 2 IPAS OMI Tingkat Provinsi 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:00 WIB

PLN Batam Tangani Gangguan Kelistrikan, Upayakan Pemulihan Sistem Secara Bertahap

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:03 WIB

BP Batam Gelar Salat Istisqa Bersama Ratusan Warga di Waduk Nongsa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Ribuan Warga Padati Sagulung Merdeka Fest 2026, Amsakar Sebut Kebersamaan Jadi Kekuatan Batam

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:15 WIB

Investasi Jangan Hanya Menumpuk di Batam, Sturman Dorong Pembangunan Natuna hingga Anambas

Berita Terbaru