Kajian Ilmiah Tikus yang Dijual di Pasar Asia Tenggara Mengandung Virus Corona

- Admin

Sabtu, 20 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Tikus yang dijual di pasar dan restoran di Asia Tenggara mengandung berbagai jenis virus corona, menurut penelitian.

Proporsi sampel yang positif meningkat seiring hewan tersebut dipindahkan dari “ladang ke meja makan”, mengindikasikan bahwa mereka membawa virus sepanjang proses itu.

Galur (strain) virus yang terdeteksi berbeda dari Covid-19 dan dianggap tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

Tapi para ilmuwan telah lama memperingatkan bahwa perdagangan satwa liar bisa menjadi inkubator untuk penyakit.

Percampuran berbagai jenis virus corona, dan amplifikasi yang tampak di sepanjang rantai pasokan sampai ke restoran, menunjukkan “risiko terbesar bagi konsumen di hilir”, kata tim peneliti dari AS dan Vietnam.

Pandemi yang terjadi saat ini dianggap berasal dari perdagangan satwa liar. Covid-19 diduga muncul pertama kali pada kelelawar dan kemudian melompat ke manusia lewat spesies lain yang belum diketahui.

Baca Juga :  Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

Temuan terbaru ini, yang dianggap sebagai temuan awal, terkait dengan tikus. Tapi bisa berlaku untuk hewan liar lain, seperti luwak dan trenggiling, yang juga dikumpulkan, diangkut, dan dikurung dalam jumlah besar.

“Walaupun ini bukan virus berbahaya, mereka memberikan informasi tentang bagaimana virus dapat diamplifikasi dalam kondisi ini,” kata Sarah Olson dari kelompok konservasi WCS, yang memimpin penelitian bersama para pakar di Vietnam.

Rekan peneliti, Amanda Fine, juga dari WCS, menambahkan: “Rantai pasokan satwa liar, dan kondisi yang dialami hewan saat berada dalam rantai pasokan, tampaknya sangat memperkuat prevalensi virus corona.”

Tikus adalah sumber makanan yang umum di Vietnam. Mereka ditangkap di sawah dan diangkut ke pasar dan restoran untuk disembelih sebagai sumber daging segar. Hewan pengerat itu juga dikembang-biakkan di peternakan satwa liar, bersama dengan hewan lain seperti landak.

Baca Juga :  Mata Rantai Covid-19 Tidak Akan Putus, 70 Persen Masyarakat Malas Pakai Masker

Enam jenis virus corona yang telah diketahui terdeteksi dalam sampel yang diambil di 70 lokasi di Vietnam pada 2013 dan 2014. Proporsi tinggi sampel positif ditemukan pada tikus sawah yang ditangkap untuk konsumsi manusia. Proporsi sampel positif meningkat secara signifikan di sepanjang rantai pasokan:

  • Pertanian – 6%
  • Pedagang – 21%
  • Pasar besar – 32%
  • Restoran – 56%.

Tingkat deteksi pada populasi hewan pengerat dalam habitat “alami” mereka mendekati 0-2%, kata para peneliti.

Studi ini dilakukan bersama ahli kesehatan hewan di Vietnam, yang sedang merencanakan larangan perdagangan dan konsumsi satwa liar. Makalah penelitiannya terbit di jurnal pra-cetak bioRxiv dan belum melalui proses telaah sejawat atau peer-review.

Baca Juga :  Awas! Ini Bahaya Mengonsumsi Ikan Hasil Pengeboman

Para pakar konservasi mengatakan pandemi virus corona adalah momen yang tepat untuk membatasi perdagangan satwa liar global. Mereka memperingatkan bahwa pasar hewan liar bisa menjadi “bom waktu” untuk epidemi, menjadi tempat berkumpul berbagai spesies yang bisa menularkan dan menyebarkan virus.

China melarang peternakan dan konsumsi hewan liar hidup setelah wabah, tapi celah tetap ada, seperti perdagangan hewan liar untuk obat-obatan, peliharaan, dan penelitian ilmiah.

China telah mencoret trenggiling dari daftar resmi obat tradisional Tiongkok. Sisik trenggiling dianggap sangat berharga oleh para praktisi pengobatan Tiongkok tradisional, sedangkan dagingnya dipandang sebagai makanan lezat.

Aksi.id

Berita Terkait

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online
Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita
Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik
Tak Takut Maag, Ini Makanan Penambah Darah yang Ramah Lambung
Manfaat Mandi Subuh, Dari Daya Tahan Tubuh hingga Kesehatan Mental
Sehat Sampai Tua Dimulai dari Sekarang, Ini Kebiasaan Sederhana yang Perlu Dijaga
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:29 WIB

Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:56 WIB

Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:06 WIB

Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita

Rabu, 31 Desember 2025 - 09:58 WIB

Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB