Keduanya lalu terlibat cekcok setelah Fahmi kerap mengejek Chandra dengan sebutan ‘duda’.
Suatu ketika, keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor dan melintas di jalan yang sepi.
Tiba-tiba, mereka kembali bertengkar hingga akhirnya berkelahi. Karena kesal selalu diejek, Chandra akhirnya menikami tubuh Fahmi secara membabi buta hingga tewas di tempat.
Fahmi sendiri selama ini dikenal sebagai penarik becak.
Menurut Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Alamsyah Pelupessy, peristiwa ini terjadi pada Senin (13/7) lalu.
Saat itu, Fahmi menjemput Chandra di kediaman saudaranya. Dia lalu mengajak pelaku untuk melancong ke kampung tetangga.
Di tengah jalan, keduanya kembali terlibat adu mulut. Chandra yang saat itu dibonceng, tiba-tiba menikam tubuh Fahmi menggunakan sebilah pisau yang telah disiapkannya.
“Pelaku menikam korban menggunakan sajam sejenis pisau garpu yang dibawanya,” ujar Alamsyah.
Sadar darah mengucur, Fahmi sempat memberi perlawanan setelah menghentikan laju sepeda motornya.
“Korban ini sempat memberikan perlawananan dengan cara menangkis,” ujarnya.
Pada video yang beredar, ahmi memang terlihat memberi perlawanan meski sudah berlumuran darah. Nahas, tajamya pisau yang menghujam berkali-kali tak mampu terbendung hingga akhirnya dia tewas.
Setelah megetahui temannya tak lagi bernyawa, Chandra kemudian melarikan diri ke kediaman saudaranya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















