Batam, inikepri.com – Walikota Batam H. Muhammad Rudi mengizinkan pelaksanaan salat Idul Adha berjamaah di masjid atau lapangan. Namun dengan catatan harus memperhatikan protokol kesehatan.
“Jemaah harus menggunakan masker dan selalu menjaga jarak,” jelasnya di Kecamatan Lubukbaja, Rabu (29/7).
Pihaknya sebelumnya juga telah membuat edaran agar petugas untuk melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan salat hingga melakukan pembersihan dan disinfektan di area tempat pelaksanaan shalat Idul Adha.
“Untuk bacaan surat pendeknya, disarankan untuk menggunakan ayat yang singkat dan khutbah Idul Adha juga disingkat. Namun tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya,” ujarnya.
Seperti halnya di Dataran Engku Putri, ia mengaku sudah memperintahkan agar nantinya tidak ada sambutan kepala daerah sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Nantinya hanya Kemenag Batam saja yang memberikan sambutan dan laporan terkait jumlah hewan kurban tahun ini.
“Intinya kita harus tetap disiplin, salat Idul Adha berjamaah diperbolehkan tapi saya pesan patuhui protokol kesehatan. Harus dimulai dari diri kita,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, HMR meminta kepada perangkat RT dan RW untuk terus mengingatkan warganya mematuhi protokol kesehatan. Hal itu mengingat penyebaran corona virus disease(Covid-19) Kota Batam belum berakhir.
Kota Batam saat ini kata dia sudah berada pada zona kuning menuju hijau, namun jangan karena itu masyarakat menjadi lengah dan mengabaikan protokol kesehatan serta tidak disiplin menjaga kebersihan.
“Masker wajib hukumnya, saat ke luar rumah harus digunakan. Saya perhatikan saat ini banyak masyarakat yang sudah tidak memakai masker saat ke luar rumah,” katanya.

















