Natuna, inikepri.com – Kehadiran subsidi Angkutan Barang Perintis dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) disambut baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna.
Sejak melayani per Juli 2020 lalu, Perum DAMRI hadir sebagai operator angkutan barang perintis bersubsidi tersebut. Angkutan barang tersebut memuat logistik yang telah diangkut Tol Laut di Selat Lampa hingga Ranai.
Menanggapi adanya program angkutan barang perintis bersubsidi itu, Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal pada Rabu (26/8) menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ditjen Hubdat yang sudah memerhatikan daerahnya.
Baca Juga : Waspada! Orang yang Terinfeksi Covid19, Bisa Terkena Lagi
“Kami siap mendukung program ini. Mudah-mudahan dengan kedatangan tim Ditjen Hubdat ke Natuna maka program ini akan semakin lancar. Insya Allah saya dapat mengusahakan semaksimal mungkin dan semoga hasilnya tidak mengecewakan juga program ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Kepala Subdirektorat Angkutan Barang Direktorat Angkutan Jalan, Saiful Bachri mengatakan, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 10 Tahun 2020 tentang Kewajiban Pelayanan Publik Angkutan Barang di Jalan di Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan (3T 1P) maka pada tahun ini pihaknya mengusulkan ada 13 lintasan, yang pertama ini ada di Natuna dan selebihnya kebanyakan di Papua.
“Lima tahun ke depan kami sudah memprogramkan ini melalui rencana kegiatan strategis Hubdat untuk mengusulkan kegiatan ini, anggaran sudah kami alokasikan dan sampaikan ke Kementerian Keuangan. Tujuan utama dari program ini adalah untuk menekan disparitas harga di daerah 3T 1P,” katanya.
Lebih lanjut Saiful menjelaskan, untuk di wilayah Natuna, DAMRI telah menyiapkan 8 (delapan) unit kendaraan dengan spesifikasi muatan padat dan cool box, serta melayani rute Ranai – Selat Lampa yang berjarak sekitar 80 KM.
“Saat ini kami juga bersyukur, dari Pemda Natuna yang mengusulkan ke kami dan Alhamdulillah pimpinan juga mendukung sehingga program ini dapat dilaksanakan. Dari Kepala Disperindag Kabupaten Natuna juga tadi sempat menyampaikan bahwa setelah ada DAMRI ini seperti harga tabung gas elpiji 12 kg sebelumnya Rp215 ribu menjadi Rp195ribu setelah ada DAMRI ini,” tambah Saiful.
Ia juga mengharapkan agar program ini merupakan kegiatan yang benar-benar bermanfaat untuk Natuna agar masyarakat dapat merasakan harga yang tidak terlalu mahal serta dapat menekan disparitas harga.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Natuna, Ahmad Lianda menjelaskan, peranan Disperindag secara umum selaku pengawas dan peninjau harga barang-barang yang dikirim dari Tol Laut.
“Kami dari Disperindag Natuna akan melihat apakah penerapan program ini sudah sesuai dengan ketentuan Kemenhub dan tujuannya mempercepat barang agar cepat sampai ke daerah-daerah terpencil di Natuna. Selama ini sudah berjalan terutama terasa di harga elpiji sesudah subsidi dari Ditjen Hubdat. Sementara ini pengangkutan muatan dari Selat Lampa ke Ranai memakan biaya sekitar Rp700.000 – Rp800.000 per truk itu yang membuat berpengaruh ke harga di sini. Oleh karena itulah yang membuat kita mengajukan subsidi angkutan barang ke Ditjen Hubdat. Alhamdulillah saat ini sudah mulai terlihat ada penekanan terhadap disparitas harga,” ucap Ahmad Lianda.
Lebih lanjut Saiful juga meminta bantuan kepada Disperindag Natuna untuk rutin melakukan pengawasan dan mengontrol harga barang. “Apa benar harga sudah turun sejak mulai diberlakukan program subsidi ini. Kami juga mohon kepada Pemda agar melakukan sosialisasi supaya DAMRI dapat maksimal perannya sehingga ke depannya tidak hanya mengangkut barang dari Ranai saja melainkan sampai wilayah lain di sekitarnya,” pungkas Saiful. (ER)

















