Ade Armando benarkan Sumbar tak Pancasilais, Bela Puan?

- Admin

Senin, 7 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Perkataan Ketua Bidang Politik dan Keamanan PDIP, Puan Maharani mengenai Sumatera Barat atau Sumbar harus mendukung negara Pancasila menuai kritikan. Berkenaan dengan itu, pengamat politik, Ade Armando pasang badan untuk membelanya.

Ade Armando mengatakan, sejarah memang menunjukkan banyak tokoh berwatak pluralis dari Sumatera Barat. Namun, kisah itu terjadi di masa lalu. Sementara yang dipersoalkan adalah apa yang terjadi di masa sekarang.

Bahkan, kata Ade, seandainya tokoh bangsa yang hidup di masa lalu melihat kondisi Sumbar saat ini, mungkin saja mereka kecewa.

Baca Juga :  Begini Kondisi Ade Armando Usai Dikeroyok Massa

“Kalau Bung Hatta masih hidup, mungkin dia juga akan khawatir dengan apa yang terjadi di tempat kelahirannya itu. Tanya saja anak dan cucu Bung Hatta tentang Sumatera Barat. Saya duga jawabannya adalah prihatin,” ujar Ade Armando dinukil dari saluran Youtube Cokro TV, Minggu 6 September 2020.

Lebih jauh, jika merujuk pada indeks kota toleran, Padang termasuk dalam kelompok lima kota paling tak toleran di Indonesia. Hal itu, menurutnya, bisa terlihat ketika pemerintah setempat melarang peredaran injil berbahasa Minang.

Baca Juga :  Prabowo - Puan Potensial Duet Maut, Ganjar - RK Bagaimana?

“Itu maksudnya apa? Kalau orang-orang Sumatera Barat memang pancasilais, mereka pasti akan gembira menyaksikan umat Kristen di sana memiliki injil berbahasa Minang,” terang Ade.

Melalui pengamatannya, pengajar di Universitas Indonesia (UI) itu menilai, hukum di Sumbar kebanyakan merujuk pada nilai-nilai keislaman, tidak dari kepercayaan lain. Di luar itu, Ade juga merasa, ada penindasan yang acap dialami kaum nonmuslim Sumbar terkait pelaksanaan ibadah.

Baca Juga :  Hehe! Akhirnya Puan Ngaku Matikan Mikrofon, Begini Ceritanya

“Banyak pemuka agama dan adat di provinsi tersebut berdalih bahwa mereka sekadar menegakkan prinsip: adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah. Yang artinya masyarakat di sana menegakkan adat yang bersendikan syariah, yang berlandaskan Alquran,” tegas Ade.

“Ini jelas mengherankan karena mereka seolah menyatakan bahwa Alquran mengajarkan umat Islam untuk memusuhi dan menindas hak umat Kristen untuk beribadat,” sambungnya.

Sumber : www.hops.id

Berita Terkait

DPW NasDem Kepri Kumpulkan DPD se-Kepri: Soliditas Kader Jadi Fokus Utama
Dukungan untuk Rocky Marciano Bawole Pimpin Kembali DPW PKB Kepri Terus Mengalir
Kuda Hitam dari Dalam Rumah: Muhammad Nur dan Arah Baru NasDem Batam
KPU Siapkan Usulan Desain Baru Pemilu Terpisah
Raja Hery Mokhrizal Kembali Nahkodai Hanura Batam, Janji Bangun Kekuatan dari Akar Rumput
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo–Gibran Capai 81 Persen
Pemerintah Persilakan DPR Bahas Draf RUU Perampasan Aset
Ini Alasan Revisi UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaran Ibadah Haji dan Umrah

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 15:39 WIB

DPW NasDem Kepri Kumpulkan DPD se-Kepri: Soliditas Kader Jadi Fokus Utama

Kamis, 20 November 2025 - 12:39 WIB

Dukungan untuk Rocky Marciano Bawole Pimpin Kembali DPW PKB Kepri Terus Mengalir

Kamis, 13 November 2025 - 10:49 WIB

Kuda Hitam dari Dalam Rumah: Muhammad Nur dan Arah Baru NasDem Batam

Senin, 10 November 2025 - 07:04 WIB

KPU Siapkan Usulan Desain Baru Pemilu Terpisah

Jumat, 31 Oktober 2025 - 08:28 WIB

Raja Hery Mokhrizal Kembali Nahkodai Hanura Batam, Janji Bangun Kekuatan dari Akar Rumput

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB