Petahana ‘Lawan Kotak Kosong’, Projo Kepri : Kegagalan Demokrasi di Bintan

- Publisher

Senin, 7 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bintan, inikepri.com – Pilkada Kabupaten Bintan diprediksi hanya diikuti oleh satu pasangan calon, yakni pasangan Apri Sujadi dan Roby Kurniawan. Pasalnya, hingga batas akhir pendaftaran pada tanggal 6 September 2020 pukul 00:00 WIB, Alias Wello (Awe) dan Dalmasri Syam yang digadang-gadang akan menjadi penantang, tidak berhasil mendapatkan rekomendasi partai pengusung.

Meski, awalnya secercah harapan itu ada setelah DPP PAN mencabut dukungannya ke Apri dan Roby, lalu memberikan rekomendasi ke mereka.

Bak petir disiang bolong, Awe-Dalmasri yang telah optimis mencukupi syarat dukungan tiba-tiba harus menelan ludahnya sendiri, karena secara tiba-tiba lagi DPP PAN membatalkan dukungannya kepada Awe-Dalmasri.

Meski KPU Bintan memberikan perpanjangan pendaftaran pada 10-12 September 2020, namun kemungkinan bisa berlaganya Awe-Dalmasri sudah tertutup rapat, karena Apri dan Roby, telah “memborong” 84% suara DPRD Bintan berbanding 4 kursi milik Partai Nasdem yang secara bulat mengusung Awe-Dalmasri.

BACA JUGA:  Gelar FGD, Polres Lingga Ajak Wujudkan Pilkada Aman dan Sehat

Kegagalan Demokrasi di Bintan?

Fenomena calon tunggal di Pilkada Kepulauan Riau ini disayangkan oleh Projo Kepulauan Riau.

Menurut ormas yang menjadi lokomotif pemenangan Jokowi ini, adanya hanya satu kandidat adalah bukti kegagalan partai merekrut kader dan calon pemimpin.

“Pilkada hanya dimaknai soal kalah dan menang. Bukan pendidikan politik pada masyarakat,” kata Tan Edi, SH, ketua Projo Tanjung Pinang.

Menurut Tan Edi, seharusnya Petahana harus mendorong orang lain bersaing melawan dirinya. Bukan, “memborong” semua partai agar dia tidak memiliki lawan.

BACA JUGA:  Megahnya Kolam Renang di Pulau Bintan, Terbesar di Asia Tenggara!

“Kotak kosong melawan demokrasi, karena petahana melawan benda mati. Masa pemilih hanya dijejali satu calon dan diberi pilihan lainnya untuk memilih benda yang tidak punya program dan gagasan,” sambungnya.

Preseden Buruk Demokrasi Bintan

Tan Edi menilai, fenomena calon tunggal di Bintan menambah daftar metode culas yang berdampak buruk bagi demokrasi.

Fakta ini juga menambah anomali demokrasi, dimana pada prinsipnya demokrasi memiliki prinsip kontestasi atau persaingan secara adil.

“Petahana takut melawan hingga mematikan demokrasi,” katanya.

Kegagalan Partai

Projo Kepri juga menilai, Partai politik gagal merekrut dan melahirkan kader untuk menjadi pemimpin.

“Percuma partai politik itu membuka pendaftaran calon kepala daerah, toh akhirnya begini. Mereka lupa fungsi, sebagai sarana pendidikan politik,” kata Tan Edi.

BACA JUGA:  Megawati : Calon Kepala Daerah PDIP Harus Implementasikan Pancasila

Lanjut Tan Edi, Partai telah memperlihatkan kegagalan demokrasi lokal. Dia menilai partai politik tidak melakukan pengaderan kepemimpinan secara serius. Tidak adanya kandidat lain yang maju disebabkan oleh tidak adanya stok pemimpin yang dimiliki oleh partai untuk diajukan sebagai calon kepala daerah.

Kemunculan dukungan partai secara bersama-sama kepada satu pasangan calon menunjukkan bahwa partai politik telah kehilangan identitasnya sebagai agen petarung. Dia menekankan partai politik seharusnya memainkan peran sebagai wadah yang memiliki ide yang siap dikontestasikan oleh kader-kadernya pada saat pemilu berlangsung.

“Ke depan partai politik harus lebih serius melakukan kaderisasi kepemimpinan di internal mereka,” tutup dia. (MIZ)

Berita Terkait

Pernah Terendam Hingga 1 Meter, Kampung Purwodadi Kini Dikebut Bebas Banjir
KUA Bintan Timur Hadirkan Layanan 4 in 1, Pasangan Pengantin Langsung Terima Dokumen Kependudukan
Sofea Adiba Meldja Harumkan MIN 1 Bintan di Lomba Bertutur SD/MI se-Kabupaten Bintan
Job Fair Bintan 2026 Hadirkan 1.309 Lowongan Kerja dari 12 Perusahaan
Tragis! Pria 33 Tahun di Bintan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Ada Dugaan Masalah Utang
AMSI Kepri dan Kantor Bahasa Kepri Siap Bersinergi Perkuat Literasi di Era Digital
Job Fair Bintan 2026 Dibuka 12 Juni, Tersedia 1.309 Lowongan dari 11 Perusahaan
Pemkab Bintan Buka Beasiswa Dokter Spesialis 2026, Siapkan Dana Rp200 Juta per Tahun

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:07 WIB

Pernah Terendam Hingga 1 Meter, Kampung Purwodadi Kini Dikebut Bebas Banjir

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:35 WIB

KUA Bintan Timur Hadirkan Layanan 4 in 1, Pasangan Pengantin Langsung Terima Dokumen Kependudukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:05 WIB

Sofea Adiba Meldja Harumkan MIN 1 Bintan di Lomba Bertutur SD/MI se-Kabupaten Bintan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:55 WIB

Job Fair Bintan 2026 Hadirkan 1.309 Lowongan Kerja dari 12 Perusahaan

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:00 WIB

Tragis! Pria 33 Tahun di Bintan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Ada Dugaan Masalah Utang

Berita Terbaru