Perjuangkan Natuna Bebas Kawasan Kumuh, Cen Sui Lan Bawa Persoalan ke Pemerintah Pusat

- Publisher

Senin, 21 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Natuna Cen Sui Lan saat menyerahkan bantuan sosial bagi masyarakat miskin ekstrem dan lanjut usia (lansia) tahap II di Kantor Pos Ranai. Foto: INIKEPRI.COM

Bupati Natuna Cen Sui Lan saat menyerahkan bantuan sosial bagi masyarakat miskin ekstrem dan lanjut usia (lansia) tahap II di Kantor Pos Ranai. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Upaya mewujudkan Kabupaten Natuna yang lebih tertata dan bebas dari kawasan kumuh terus didorong Bupati Natuna Cen Sui Lan.

Persoalan penanganan kawasan kumuh tersebut bahkan dibawa Cen Sui Lan ke tingkat pemerintah pusat melalui pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Jakarta.

Pertemuan yang berlangsung beberapa hari lalu itu, menjadi bagian dari pembahasan mengenai penanganan kawasan kumuh secara terintegrasi. Pemerintah daerah juga mendapat arahan terkait berbagai langkah yang perlu dipersiapkan agar persoalan kawasan permukiman di daerah dapat ditangani secara lebih terarah.

Bagi Cen Sui Lan, kesempatan tersebut menjadi ruang penting untuk menyampaikan kebutuhan Natuna secara langsung kepada pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Bupati Natuna Cen Sui Lan usai menyerahkan bantuan sosial tahap II bagi masyarakat miskin ekstrem dan lanjut usia (lansia) di Kantor Pos Ranai, Kabupaten Natuna, Jumat (19/9/2026).

Natuna Salah Satu Daerah yang Diundang

Cen Sui Lan mengatakan, Kabupaten Natuna menjadi salah satu daerah yang mendapat undangan dalam agenda pembahasan tersebut.

Menurutnya, tidak seluruh kabupaten mendapat kesempatan yang sama untuk mengikuti pembahasan bersama pemerintah pusat.

BACA JUGA:  Kelarik Utara Cup 2026 Tuntas, Cen Sui Lan Dorong Turnamen Desa Makin Meriah

“Dari 30 sekian kabupaten yang diundang, salah satunya Natuna. Karena tidak diundang semuanya,” ujar Cen Sui Lan.

Bagi pemerintah daerah, undangan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk membuka komunikasi lebih luas mengenai kebutuhan pembangunan Natuna, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur dan penataan kawasan permukiman.

Dalam pertemuan itu, Cen Sui Lan menerima arahan mengenai sejumlah langkah strategis yang perlu dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Natuna dalam mengusulkan penanganan kawasan kumuh.

Karena itu, hasil pertemuan tersebut tidak berhenti pada pembahasan semata. Pemkab Natuna selanjutnya perlu menyiapkan berbagai data, dokumen dan kebutuhan pendukung sebagai dasar pengajuan kepada pemerintah pusat.

Cen Sui Lan Siapkan Tindak Lanjut

Cen Sui Lan menegaskan, Pemkab Natuna akan mempersiapkan berbagai kebutuhan yang diperlukan sebelum usulan penanganan kawasan kumuh diajukan.

“Kita akan ajukan nantinya, apabila sudah siap yang dibutuhkan,” jelas Cen Sui Lan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah kini berada pada tahap mempersiapkan kebutuhan teknis dan data pendukung untuk memperkuat usulan penanganan kawasan kumuh di Natuna.

Koordinasi dengan berbagai pihak juga akan terus dilakukan agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri. Penataan kawasan kumuh membutuhkan keterpaduan antara pembangunan infrastruktur, lingkungan permukiman dan kebutuhan masyarakat yang tinggal di dalam kawasan tersebut.

BACA JUGA:  Senang Urus, Cepat Cair: Pelaku Usaha Kecik di Natuna Bisa Pinjam Rp20 Juta, Tak Perlu Bayar Bunga!

Bagi Cen Sui Lan, persoalan tersebut menjadi salah satu bagian dari pekerjaan pembangunan daerah yang perlu diperjuangkan hingga ke tingkat pemerintah pusat.

Targetnya Natuna Bebas Kawasan Kumuh

Penanganan kawasan kumuh tidak hanya berkaitan dengan bagaimana memperbaiki kondisi fisik lingkungan. Lebih jauh, penataan kawasan permukiman diharapkan dapat menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak, tertata dan nyaman bagi masyarakat.

Karena itu, Cen Sui Lan menegaskan bahwa Pemkab Natuna akan terus mendorong koordinasi dan menyiapkan langkah yang diperlukan agar persoalan kawasan kumuh dapat ditangani secara terintegrasi.

“Hal ini kita lakukan semata-mata agar Kabupaten Natuna tidak ada lagi yang namanya kawasan kumuh,” tegas Cen Sui Lan.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan arah yang ingin dicapai Pemerintah Kabupaten Natuna. Tidak sekadar melakukan penataan di titik-titik tertentu, tetapi mendorong agar persoalan kawasan kumuh dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Bawa Kepentingan Natuna ke Pemerintah Pusat

Pertemuan dengan Menko AHY juga menjadi bagian dari upaya Cen Sui Lan membangun komunikasi dengan pemerintah pusat terkait berbagai kebutuhan pembangunan Natuna.

BACA JUGA:  Domino, Sembako dan Silaturahmi Warnai Perayaan HUT RI ke-81 di Harapan Jaya

Sebagai daerah kepulauan, Natuna memiliki karakteristik wilayah dan kebutuhan pembangunan yang tidak selalu sama dengan daerah lainnya. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah pusat dinilai penting untuk memastikan kebutuhan daerah dapat disampaikan dan dipersiapkan melalui mekanisme yang sesuai.

Cen Sui Lan pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menko AHY atas undangan serta arahan yang diberikan dalam pembahasan penanganan kawasan kumuh terintegrasi tersebut.

Ia berharap komunikasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi pembangunan Natuna, terutama dalam peningkatan kualitas infrastruktur, penataan kawasan permukiman serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan pertemuan tersebut, perjuangan Bupati Natuna Cen Sui Lan untuk membawa persoalan kawasan kumuh ke pemerintah pusat kini berlanjut pada tahap persiapan data dan kebutuhan pendukung.

Langkah berikutnya adalah memastikan seluruh kebutuhan yang diperlukan dapat dipersiapkan dengan baik, sehingga usulan penanganan kawasan kumuh Natuna dapat diajukan kepada pemerintah pusat.

Target yang ingin dicapai pun telah ditegaskan Cen Sui Lan: Natuna yang semakin tertata, permukiman yang lebih layak, dan tidak ada lagi kawasan kumuh.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Gebyar HUT TNI dan Kabupaten Natuna, KPDN Siapkan Turnamen Domino Berhadiah Puluhan Juta
Kabut Asap Belum Mereda, Pemkab Natuna Perpanjang Belajar dari Rumah hingga 23 September
Bupati Cen Sui Lan Salurkan Bansos Rp1,2 Juta, Lansia Natuna Diingatkan Bijak Menggunakan Uang
Bupati Natuna Berharap Kebijakan Menkeu Baru Lebih Berpihak kepada Daerah
Raja Mustakim Kembali Meng-Apollo-kan Juara Kopasgat TNI AU Natuna, Sinaga-Parlin Tumbang 4-0
Cen Sui Lan Apresiasi Desa Sepempang, Sukses Raih Predikat Istimewa Antikorupsi
ANRC Soroti Kemiskinan Ekstrem di Natuna, Bagi Hasil Migas Dinilai Belum Berkeadilan
“Urusan Perut Enggak Ada Toleransi”, Cen Sui Lan Bahas Pasokan Pangan Natuna ke Mendag

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:35 WIB

Perjuangkan Natuna Bebas Kawasan Kumuh, Cen Sui Lan Bawa Persoalan ke Pemerintah Pusat

Sabtu, 19 September 2026 - 12:14 WIB

Kabut Asap Belum Mereda, Pemkab Natuna Perpanjang Belajar dari Rumah hingga 23 September

Jumat, 18 September 2026 - 12:17 WIB

Bupati Cen Sui Lan Salurkan Bansos Rp1,2 Juta, Lansia Natuna Diingatkan Bijak Menggunakan Uang

Jumat, 18 September 2026 - 09:18 WIB

Bupati Natuna Berharap Kebijakan Menkeu Baru Lebih Berpihak kepada Daerah

Kamis, 17 September 2026 - 08:05 WIB

Raja Mustakim Kembali Meng-Apollo-kan Juara Kopasgat TNI AU Natuna, Sinaga-Parlin Tumbang 4-0

Berita Terbaru