Gila! Pesta Seks Anak Bawah Umur Durasi 4 Hari Terbongkar

- Admin

Selasa, 6 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seks (Freepik/jcomp)

Ilustrasi seks (Freepik/jcomp)

Pidie, inikepri.com – Personel Polres Pidie, Aceh menggrebek pesta seks yang melibatkan peserta anak di bawah umur di Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.

Dari penggerebekan itu tiga pasangan diciduk polisi. Mereka berinisial MK (17), MNU (16), AD (18) dan tiga perempuan masing-masing berinisial TM (19), MJ (14) dan NS (15).

Kapolres Pidie, Ajun Komisaris Besar Polisi Zulhir Destrian, mengatakan peristiwa itu bermula saat rumah kosong milik orang tua MK digunakan mereka untuk mengajak rekannya menginap selama empat hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada saat menginap, tiga pasangan ini kerap melakukan hubungan badan layaknya suami istri dan bergonta-ganti pasangan.

“Selama empat hari ketiga pasang laki-laki dan perempuan yang bukan mukhrim tersebut telah melakukan layaknya suami istri sebanyak 3 kali dengan waktu yang berbeda beda,” kata Zulhir saat dikonfirmasi Senin, 5 Oktober 2020.

Dari pengakuan ketiga pasangan tersebut, ternyata mereka juga sering melakukan hubungan suami istri di tempat yang berbeda dengan orang lain yang masih di bawah umur secara bergantian.

Baca Juga :  Saat Sambutan Idul Fitri, Bupati Bener Meriah Umumkan Pengunduran Diri dari Jabatan

“Pengakuan mereka di waktu dan tempat yang lain mereka juga sering berganti pasangan serta pernah juga melakukan persetubuhan dengan orang lain yang rata-rata masih di bawah umur,” ujar Zulhir.

Ketiga pasangan yang terbilang masih di bawah umur itu sudah diamankan ke Polres Pidie. Mereka akan dikenakan Pasal 25 jo Pasal 23 dan Pasal 37 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh (KPPAA), Firdaus D. Nyak Idin, mengaku tidak terlalu kaget dengan adanya pesta seks di kalangan anak di bawah umur di Aceh. Dari catatan KPPAA, kasus di Kabupaten Pidie jadi yang kedua setelah terbongkarnya pesta seks di kalangan remaja yang terjadi di Langsa bulan Agustus lalu.

“Ini adalah kejadian kedua pesta seks yang dilakukan oleh anak dan remaja. Setelah Agustus 2020 lalu WH Langsa tangkap 5 remaja di bawah umur. Artinya, kalau pemerintah tidak sigap dan responsif Covid-19, kejadian serupa akan terus terjadi,” ujar Firdaus.

Baca Juga :  Alamak, Wanita Positif COVID Digerebek Saat Diduga Mesum Bareng Pria

Kata dia, ada 2 faktor umum yang menyebabkan anak-anak memanfaatkan waktu untuk sesuatu yang tidak baik. Faktor pertama, pengaruh gadget yang semakin bebas dan intensif digunakan oleh anak dan remaja namun jauh dari pengawasan orangtua maupun orang dewasa.

Termasuk diduga karena tidak adanya pengawasan pihak sekolah ketika anak didiknya mengikuti proses pembelajaran daring atau di luar sekolah.

Kemudian faktor kelalaian. Menurut Firdaus, mekanisme pendidikan masa pandemi ini tidak optimal dan terkesan apa adanya. Namun tidak dibarengi dengan upaya memperkuat mekanisme pendidikan di luar sekolah baik online maupun offline.

“Kedua faktor tersebut mendorong anak mengakses informasi yang tidak layak dari HP dan memanfaatkan waktu luang untuk mempraktikkan nilai-nilai buruk yang diakses dari HP,” ujar Firdaus. (AFP/Viva)

Berita Terkait

KPK RI Gelar Rakor Evaluasi dan Tindak Lanjut Pembangunan Sistem Pencegahan Korupsi di Provinsi Kepri
Antisipasi Kecurangan Pengisian Tabung Gas Elpiji, Disdagin Tanjungpinang Sidak SPBE
Bau Amis Politik pada Goodie Bag Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan di Belakangpadang
DP3APM Kota Tanjungpinang Bekali 60 Perempuan Pelatihan Kuliner Dasar
Panglima TNI Serahkan Bantuan Sosial dan Kunjungi Situs Bersejarah di Pulau Penyengat
Panglima TNI Resmi Sandang Gelar Dato’ Seri Satria Bijaya Negara dari LAM Kepri
Hadiri Fashion Show Fesyar Sumatera 2024, Dewi Ansar Ingin Fashion Budaya Makin Maju
Kembangkan Usaha Mikro dari Mental Survival Menuju Enterpreneur

Berita Terkait

Kamis, 30 Mei 2024 - 07:20 WIB

KPK RI Gelar Rakor Evaluasi dan Tindak Lanjut Pembangunan Sistem Pencegahan Korupsi di Provinsi Kepri

Kamis, 30 Mei 2024 - 07:15 WIB

Antisipasi Kecurangan Pengisian Tabung Gas Elpiji, Disdagin Tanjungpinang Sidak SPBE

Rabu, 29 Mei 2024 - 07:27 WIB

DP3APM Kota Tanjungpinang Bekali 60 Perempuan Pelatihan Kuliner Dasar

Rabu, 29 Mei 2024 - 07:26 WIB

Panglima TNI Serahkan Bantuan Sosial dan Kunjungi Situs Bersejarah di Pulau Penyengat

Rabu, 29 Mei 2024 - 07:24 WIB

Panglima TNI Resmi Sandang Gelar Dato’ Seri Satria Bijaya Negara dari LAM Kepri

Rabu, 29 Mei 2024 - 07:22 WIB

Hadiri Fashion Show Fesyar Sumatera 2024, Dewi Ansar Ingin Fashion Budaya Makin Maju

Selasa, 28 Mei 2024 - 07:36 WIB

Kembangkan Usaha Mikro dari Mental Survival Menuju Enterpreneur

Selasa, 28 Mei 2024 - 07:33 WIB

Disdagin Tanjungpinang Kumpulkan Distributor Pangan, Bahas Stok dan Kenaikan Harga

Berita Terbaru

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Kesehatan

Asap Rokok Berdampak Buruk pada Ibu Hamil dan Anak

Kamis, 30 Mei 2024 - 07:18 WIB

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Nasional

1 Juni 2024, Pertamina Wajibkan Pembelian LPG 3 Kg dengan KTP

Kamis, 30 Mei 2024 - 07:17 WIB