INIKEPRI.COM – Kompetisi sepak bola usia muda Liga TopSkor Zona Batam 2026 resmi berakhir. Turnamen yang menjadi wadah pembinaan dan pencarian bakat pesepakbola muda di Kepulauan Riau itu ditutup pada Sabtu (6/6/2026) di Beverly Hotel, Batam.
Dua tim berhasil keluar sebagai juara dan berhak mewakili Kepulauan Riau pada putaran nasional. Citramas FC menjadi yang terbaik di kategori usia 16 tahun (U-16), sementara DY FC meraih gelar juara pada kelompok usia 14 tahun (U-14).
Penutupan kompetisi dilakukan oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Harris Pratamura, bersama Pembina Liga TopSkor Batam, Nuryanto. Kegiatan tersebut turut dihadiri para pelatih, pemain, pengurus klub, serta sejumlah tokoh olahraga daerah.
Liga TopSkor Zona Batam yang diselenggarakan DPC Taruna Merah Putih (TMP) Batam bersama Banteng Muda Indonesia kini memasuki tahun kelima penyelenggaraannya. Kompetisi ini terus menjadi salah satu ajang pembinaan sepak bola usia dini yang konsisten di Kepulauan Riau.
Ketua Panitia, Ali Akbar Haholongan, mengatakan kompetisi tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga menjadi sarana menemukan dan membina talenta muda yang berpotensi menjadi atlet masa depan.
“Liga TopSkor hadir bukan sekadar untuk mencari juara. Yang lebih penting adalah memberikan ruang bagi pemain muda untuk berkembang, menunjukkan kemampuan, dan mendapatkan kesempatan menuju jenjang yang lebih tinggi. Investasi terbaik yang bisa kita lakukan adalah membina generasi muda sejak dini,” ujarnya.
Pada musim 2026, Liga TopSkor Zona Batam diikuti 14 tim yang terbagi dalam dua kelompok umur, masing-masing tujuh tim untuk kategori U-14 dan tujuh tim untuk kategori U-16.
Sementara itu, Pembina Liga TopSkor Batam, Nuryanto, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan kompetisi yang dinilainya telah memberi kontribusi nyata terhadap pembinaan sepak bola di daerah.
Menurutnya, kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan akan membuka peluang lebih besar bagi atlet muda Kepri untuk berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi.
“Kompetisi seperti ini harus terus dijaga keberlangsungannya. Saya berharap ke depan dukungan terhadap pembinaan usia dini semakin besar sehingga lebih banyak talenta muda Kepri yang bisa tampil dan berprestasi di tingkat nasional,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Harris Pratamura, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan sepak bola Kepri.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri memiliki cita-cita besar untuk melahirkan klub dan pemain yang mampu bersaing di tingkat nasional. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pembentukan Kepri United FC sebagai bagian dari upaya pembinaan sepak bola daerah.
Selain itu, Pemprov Kepri juga berencana menghadirkan Liga Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri sebagai kompetisi berjenjang yang dapat menjadi wadah pengembangan pemain muda.
“Kami ingin pembinaan sepak bola di Kepri berjalan secara berkelanjutan. Ketika kompetisi tersedia dan berjalan baik, maka bibit-bibit terbaik daerah dapat dipantau, dibina, dan dipersiapkan menjadi pemain profesional di masa depan,” ujar Nyanyang.
Dengan berakhirnya Liga TopSkor Zona Batam 2026, harapan besar kini tertuju kepada Citramas FC dan DY FC yang akan membawa nama Kepulauan Riau di tingkat nasional. Kompetisi ini diharapkan terus melahirkan talenta-talenta muda yang mampu mengharumkan daerah di kancah sepak bola Indonesia.
Penulis : DI
Editor : IZ

















