Bawaslu Temukan Kesalahan e-Rekap

- Admin

Jumat, 9 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bawaslu

Foto Bawaslu

Jakarta, inikepri.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI telah menemukan kesalahan penerapan rekapitulasi elektronik atau e-Rekap.

Kesalahan ditemukan saat uji coba yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kemarin ada catatan kami ketika simulasi itu,” kata Ketua Bawaslu RI, Abhan, melalui keterangannya, Jumat (9/10/2020).

Menurut Abhan, salah satu kesalahan yang ditemukan, yaitu ketidaksesuaian hasil pemindaian dengan catatan hasil penghitungan suara (C1 plano). Contoh, angka satu (1) berubah menjadi tujuh (7).  

Baca Juga :  Ikuti Kampanye Virtual, Sekda Batam : ASN Tak Boleh Sembarangan!

“Kemudian tanda x silang terbaca sebagai angka 25. Angka 8 terbaca angka 6 dan angka enam terbaca angka nol,” ujarnya.

Kesalahan lain, yakni cara perbaikan kesalahan tulis C1 plano. Bawaslu menemukan perbaikan menggunakan alat yang dapat merusak formulir C1 plano.

“Formulir C1 plano dikoreksi dengan Tipp-ex (cairan pengoreksi-red). Ini berpotensi C1 plano rusak,” katanya.

Bawaslu juga menyoroti alat untuk memfoto C1 plano. Alat untuk memfoto hanya mengandalkan kamera petugas Kelompok Penyelengara Pemungutan Suara (KPPS).

Baca Juga :  Demi Jaga Netralitas Jelang Pilkada, ini Perintah Kapolri

“Kalau ini hasil foto beda nanti akan menunjukkan kualitas berbeda,” ujar dia.

Ia mengimbau agar berbagai permasalahan penerapan e-Rekap segera ditangani. Sehingga, tidak menimbulkan masalah pada penyelenggaraan nanti.

“Hal-hal kayak gini harus diantisipasi jangan sampai menimbulkan persoalan,” ujarnya.

Sebelumnya, di Pilkada 2020 indeks kerawanan kecurangan versi Bawaslu RI mencatat perkembangan teknologi keuangan digitial dewasa ini dapat menjadi sarana politik uang.

Baca Juga :  PAN Setuju Pemilu Diundur, Ini Alasannya

Menruut anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya dalam melakukan pengawasan, selain memastikan kedisiplinan protokol kesehatan.

“Dan juga jangan dilupakan kemajuan teknologi membuat ovo dan berbagai uang elektronik yang muncul ada dana, ovo dan gopay. Itu juga bisa punya pengaruh di berbagai daerah,” urainya.

KPU akan menggelar Pilkada 2020 di 270 daerah pada 9 Desember. (RWH)

Berita Terkait

DPW NasDem Kepri Kumpulkan DPD se-Kepri: Soliditas Kader Jadi Fokus Utama
Dukungan untuk Rocky Marciano Bawole Pimpin Kembali DPW PKB Kepri Terus Mengalir
Kuda Hitam dari Dalam Rumah: Muhammad Nur dan Arah Baru NasDem Batam
KPU Siapkan Usulan Desain Baru Pemilu Terpisah
Raja Hery Mokhrizal Kembali Nahkodai Hanura Batam, Janji Bangun Kekuatan dari Akar Rumput
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo–Gibran Capai 81 Persen
Pemerintah Persilakan DPR Bahas Draf RUU Perampasan Aset
Ini Alasan Revisi UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaran Ibadah Haji dan Umrah

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 15:39 WIB

DPW NasDem Kepri Kumpulkan DPD se-Kepri: Soliditas Kader Jadi Fokus Utama

Kamis, 20 November 2025 - 12:39 WIB

Dukungan untuk Rocky Marciano Bawole Pimpin Kembali DPW PKB Kepri Terus Mengalir

Kamis, 13 November 2025 - 10:49 WIB

Kuda Hitam dari Dalam Rumah: Muhammad Nur dan Arah Baru NasDem Batam

Senin, 10 November 2025 - 07:04 WIB

KPU Siapkan Usulan Desain Baru Pemilu Terpisah

Jumat, 31 Oktober 2025 - 08:28 WIB

Raja Hery Mokhrizal Kembali Nahkodai Hanura Batam, Janji Bangun Kekuatan dari Akar Rumput

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB