“Bisa kurang, tergantung kondisi,” katanya sambil tertawa.
Biasanya, para tamu akan membawa para waria ini ke hotel melati yang menyediakan kamar khusus short time, untuk melepas hasrat.
Usai melayani tamu, Tasya akan kembali ke jalanan tadi, menanti tamu lain yang membutuhkan jasanya.
Sebut Tasya, pelanggan yang menghampiri punya beragam latar belakang, dari om om hingga ABG.
“Banyak juga dari mereka yang sebenarnya sudah mempunyai istri. Itu bukan hal yang aneh, mereka punya fantasi seks yang liar,” ungkapnya.
Saat melayani tamu Tasya mengaku acapkali diperlakukan kasar saat melayani syahwat mereka.
“Dicambuk pakai ikat pinggang, sering saya alami. Sakit, tapi ini resikonya. Bukan hanya saya, teman yang lain juga sama,” jelasnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















